
"serang!!.... "
kata pemimpin regu kelompok Viper semua kelompok dengan kekuatannya masing-masing langsung bentrok di jalan itu.
mereka tersebar di semua tempat namun karena geng poison lily dan black hill berhasil mendorong hingga kedalam gedung.
namun seperti biasa perang dunia bawah selalu mencari lawan yang setara, para keroco dan bawahan tidak akan sebegitu bodoh menyerang pemimpin musuh.
mereka lebih memilih melawan bawahan lain dan jika ada kesempatan akan menyerang si pemimpin jika dirinya lengah atau tak sanggup bertarung.
kini dtepat di depan gedung itu pemimpin pasukan geng viper, Rose dan Gao sudah saling berhadapan.
tak menunggu lama pemimpin pasukan geng viper itu mengeluarkan dua pedang dan menyerang, ia langsung menerjang kearah Gao.
bebarengan dengan itu Rose juga mengeluarkan jarum besar yang berwarna emas menyerang kearah Gao.
Gao yang melihat mereka menyerang langsung mengayunkan gada nya dengan kuat hingga menimbulkan tiupan angin yang sangat kuat.
Rose dan pemimpin pasukan Viper itu terpental beberapa meter, setelah mendarat mereka langsung mengeluarkan auranya yang berwarna hijau.
melihat musuhnya mulai serius kini Gao juga mengeluarkan aura hijau dan jejak berwarna biru, keduanya tidak gentar karena selain bertarung mereka juga menggunakan racun.
Jadi mereka hanya perlu setidaknya sekali ketubuh Gao, setelah bersiap ketiganya langsung bentrok dan saling serang meskipun lebih fokus menyerang Gao.
Gao yang memiliki tubuh besar bertarung dengan ganas apalagi dengan tubuh yang besar itu gerakannya cukup cepat karena sihir angin yang mempercepat gerakannya.
sementara pemimpin pasukan Viper lebih banyak bertahan dan mulai membuat armor di tubuhnya, meskipun tidak terlalu kuat namun armor itu melindunginya dari serangan nyasar anggota lainnya.
disisi lain tidak ada yang berani menyerang Rose karena ditubuhnya ada butiran air yang berwarna hijau, ketika bergerak ada butiran air yang jatuh ke lantai dan membuat lantai itu leleh seketika.
pertempuran 3 pemimpin itu membuat semua orang menjauhi tempat itu hingga semua anggota lain mengelilinginya dan seperti arena tersendiri.
ketika mereka bertiga akan maju tiba-tiba ada sebuah gerakan yang membuat pertarungan mereka berhenti, seketika itu juga terdengar sebuah teriakan.
"angkat senjata kalian!! dan bunuh semua orang pengecut itu!! "
seseorang dengan menunggang kuda bersama dengan sebuah pasukan yang berlari menerobos kerumunan pertempuran itu.
orang itu langsung menerobos hingga ke tempat pertempuran ketiga pemimpin itu, ia langsung menatap reh ketiga orang yang sedang berdiri disana.
"kalian pasti orang dari dunia bawah kan? berbanggalah karena kalian akan mati di tangan seorang pangeran seperti ku"
pemimpin geng viper, Rose dan Gao menjadi marah dengan kesombongan orang yang baru datang membuat pertarungan mereka menjadi tertunda.
mereka juga tidak menyukai seorang dari keturunan bangsawan namun mereka juga tidak bisa memindahkan alasan mereka berada disini.
Orang berkuda itu tak lain adalah Johnson, ia tanpa melihat belakang langsung menantang ketiga pemimpin itu.
Johnson langsung turun dari kudanya kemudian ia langsung menerjang dan mengeluarkan aura kuningnya, tak hanya itu ia juga langsung membuat gadanya dilapisi oleh banyak duri tajam dari tanah dengan sihirnya.
pertarungan kini menjadi 4 Orang sementara di sekelilingnya sudah seperti peperangan kecil, banyak toko sekitar dan rumah warga menjadi sasaran pertarungan antar geng tersebut.
namun yang menjadi fokus utama adalah tempat judi itu yang di penuhi oleh perang antar geng tersebut.
kembali ke Johnson dan 3 lainnya pertarungan mereka menjadi tidak seimbang dimana Gao yang mendominasi dan sementara itu Johnson juga menjadi liat.
Rose yang notabene nya adalah pembunuh kini menjadi kelelahan namun semua orang masih tidak berani macam-macam.
sementara itu pemimpin pasukan Viper berada di kondisi paling buruk yang dimana selalu di incar oleh Johnson, meskipun senjatanya dilapisi oleh racun namun racun itu hanya sekedar melumpuhkan dan tidak terlalu efektif.
meskipun begitu ia masih tidak menyerah dan gaya bertarungnya masih bisa membuat nya tetap bertahan.
meskipun Johnson adalah yang termuda namun keahlian bertarungnya tidak bisa di remehkan, baik dalam tehnik bertarung ataupun instingnya membuatnya bisa setingkat ini.
disamping itu Rose melihat sekeliling dan menemukan celah yang mungkin bisa membuat Johnson lengah dan ia kemudian bicara.
Johnson melihat arah ia datang dan melihat kalau semua prajuritnya mulai terdesak mundur sementara dirinya berada di pusat pertarungan.
Johnson melihat itu bukannya ngeri malah menyeringai ia kemudian berkata.
"kalau begitu tidak perlu aku menahan apapun!
{gaiya body}"
Johnson langsung memasang kuda-kuda dan mulai menghimpun mana yang di dalam dirinya, dengan cara seperti itu kini tubuhnya terlihat semakin membengkak.
udara di sekitarnya menjadi berputar di sekelilingnya bebarengan dengan itu perlahan-lahan kulitnya menjadi kecoklatan, dan setelah seluruh tubuhnya menjadi coklat ia langsung memasang posisi menyerang.
ketiga orang lainnya terkejut karena musuhnya yang satu ini selain tidak peduli dengan nasib bawahannya ia juga terlalu yakin dengan kemampuannya.
dan kini mereka menjadi serius lalu pertempuran kembali di mulai dan ternyata Johnson kekuatan dan kecepatannya berlipat ganda.
bahkan kini pemimpin pasukan geng viper semakin parah banyak luka yang ada di tubuhnya baik luka luar maupun luka dalam.
kemudian Johnson melihat kesempatan ia pun mengangkat gada nya dan menghantamkan dengan keras ke dada pemimpin pasukan geng viper itu, pemimpin pasukan geng viper itu sempat menangkis namun sayang pukulan itu tidak bisa ia tahan.
alhasil pukulan itu mengenai tepat di dadanya dan terdengar bunyi renyah patahan tulang.
"krack... aaaargh.... "
pemimpin pasukan geng viper itu tersungkur ketanah dan kejang, zirah tanahnya juga taka mampu menahan pukulan itu dengan susah payah ia berteriak kepada pasukan nya.
"kalian cepat rebut apa yang kita cari dan mundur dengan cepat!! "
mendengar perintah semua pasukan menjadi semakin bringas, seperti seorang yang kerasukan mereka masuk lebih dalam kedalam gedung dan mencari kesegala arah.
melihat situasi Rose juga berteriak.
"kita juga jangan mau kalah!!!.... cepat halangi mereka"
untuk Gao ia menoleh ke prajurit nya dan memberikan isyarat singkat dan kini semakin banyak orang yang bertarung di dalam gedung.
ketika semua geng itu memasuki gedung otomatis para prajurit juga ada yang mengikuti, mereka sudah cukup terlatih untuk melakukan improvisasi ketika bertarung dalam pertarungan seperti ini.
Johnson kini menjadi kebingungan dan ia pun berkata.
"apa yang kalian cari"
Gao cukup kesal ia pun maju dan menyerang Johnson.
"sebut saja perampokan harta hahahaha..... "
Johnson melihat serangan mengarah kepadanya ia langsung memasang posisi bertahan, lalu ketika gada Gao dan Johnson beradu.
"BOOM..... BOOM.... BOOM.... "
banyak suara ledakan yang terdengar di pintu masuk dan dilanjutkan di ruang utama dan naik ke lantai atas, semua orang yang telah memasuki gedung itu mulai panik.
mereka yang tidak beruntung tubuhnya ikut meledak dan menjadi potongan-potongan daging.
ledakan itu juga membuat pertarungan itu menjadi berhenti namun ledakan itu tidak berhenti sampai di situ saja.
"BOOM.... "
setelah semua rentetan ledakan yang membuat banyak korban jiwa ternyata sebuah ledakan menyusul dari lantai bawah gedung judi ini.
ledakan yang begitu dasyat hingga membuat seluruh gedung hancur, ledakan itu juga Johnson, Gao dan Rose terpental sementara pemimpin pasukan geng viper itu terpanggang api.
pertarungan malam itu berakhir dengan sebuah ledakan yang mengguncang seisi ibukota hingga membuat gempa kecil.