Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 31


"AKU TIDAK AKAN MATI DENGAN MUDAH.


TIDAK AKAN MUDAH MEMBUNUH ORANG YANG SELAMAT DARI BERBAGAI PERCOBAAN PEMBUNUHAN.


HAHAHAHAHAH.......... "


teriakan arcane menggema di seluruh mansion semua orang mendengarnya, bahkan tabib pun menghentikan sesaat pengobatannya.


semua yang di sana sangat terkejut, pasalnya jika itu benar maka nyawa arcane terus di intai selama kurang lebih 5 tahun.


namun disaat itu pula arcane tiba-tiba pingsan


__________________________________________________________


arcane kesakitan dan dalam pandangannya sepintas ia melihat sesosok mahluk, dimana ia memegang sebuah sabit besar dan memakai juga hitam yang menutupi seluruh tubuhnya.


setelah itu mahluk tersebut mengulurkan tangannya dan seketika itu pula pandangan arcane menjadi gelap dan hening.


disuatu tempat yang berupa padang rumput luas sejauh mata memandang di tengah-tengah padang rumput itu tiba-tiba terdapat gerakan.


orang itu adalah arcane yang tergeletak seperti tertidur namun seperti mengalami mimpi buruk terpampang ekspresi ketakutan dan tubuhnya sangat gelisah.


"hah... hah... di mana ini!? "


dengan nafas berat arcane terbangun dan melihat sekelilingnya matahari yang menyilaukan tidak mengganggu pandangannya.


ketika melihat sekeliling ia berkata kepada dirinya sendiri.


"apakah aku sudah benar-benar mati"


begitu selesai mengucapkan perkataan itu suara berat menjawab pertanyaan nya.


"mungkin lebih tepatnya kau sedang mati suri"


arcane terkejut dan melihat sekeliling namun ia tidak menemukan siapapun, lalu ia pun berkata.


"siapa kau? "


suara itu kembali terdengar.


"aku memiliki banyak nama, namun kau bisa memanggilku dead"


arcane menaikkan alis matanya dan sedikit tersenyum.


"serius? jadi kau malaikat maut? apakah kau sangat pemalu hingga tidak menampilkan wujudmu? . "


"hmm....


masuk akal juga"


seketika angin kencang terhembus dengan kencang hingga arcane harus menutupi matanya, arcane sedikit bingung karena dari tadi tidak ada angin yang berhembus terlebih angin itu berhembus begitu saja.


setelah beberapa saat sosok yang dilihat arcane tadi keluar dihadapan arcane.


"sekarang kita bisa bicara lebih nyaman"


"lalu ada apa? pasti ada alasan kenapa aku berada di dunia lain menempati tubuh yang telah mati dan kini kau menunda kematian ku"


"hahahaha.....


kau langsung kepada intinya ya"


dead tertawa dengan suara beratnya, itu membuat arcane sedikit tidak nyaman.


"ha.ha.ha., yah aku lebih suka to the point"


arcane berucap di tengah dead tertawa, setelah selesai tertawa dead langsung menjelaskan alasannya.


"yah untuk perpindahan mu sebenarnya adalah sesuatu yang aneh, pasalnya sehari sebelumnya anak itu melakukan kontrak kepadaku bukan pada iblis, dan ia minta untuk bisa di beri kekuatan untuk menjadi orang yang lebih berguna.


jadi kau tau lah aku hanya memiliki kuasa untuk mengambil jiwa jika sudah waktunya untuk mati, jadi aku ambil saja kau dan masukkan ke dalam tubuh itu"


arcane mengangguk meski itu sedikit konyol namun masih lumayan daripada harus dipanggil untuk melakukan sesuatu yang merepotkan.


setelah melihat ekspresi arcane ia melanjutkan penjelasannya.


"ok selanjutnya tekad yang berada di anak itu masih terpendam di hatimu jadi pastinya tanpa sadar kau akan bertindak impulsif.


seperti kau melawan kakekmu di dunia yang baru padahal kau awalnya ingin menyembunyikan kekuatanmu, aku belum sempat mengatasi ini sebelum kau berpindah beruntung kau memilih sebuah artefak sebagai jalan untuk ku berkomunikasi"


arcane memiringkan kepalanya dan ia sadar akan tindakannya, ia ingin menyembunyikan kekuatannya namun ia malah mengeluarkan segenap kekuatannya.


"artefak? "


"ya, book of astral satu dari 3 buku yang membuat kita bisa bertemu seperti ini.


meskipun seharusnya bukan di tempat seperti ini sih"


arcane ingat kalau ia memiliki 3 buku itu dari seorang pedagang, entah itu sebuah tanda atau takdir namun ia kini sedikit bersyukur akan kejadian sebelumnya ia kemudian berfikir.


'apakah 2 buku lainnya adalah buku yang sejenis'


untuk memastikan ia pun bertanya.


"tolong jelaskan tentang buku itu dan apa saja isi dari buku itu? "


dead menjawab dengan senang hati.


"yah aku tidak bisa memberi tau tentang 2 buku lainnya.


namun intinya buku sejenis ini biasanya memiliki tulisan aneh lalu sewaktu-waktu tulisan itu menghilang, jika kau mencoba menulis di buku ini ada kemungkinan besar kau akan mati karena sistem defensif.


atas dasar itu kebanyakan orang menyebutnya curce book atau Codex gigas buku ini di ciptakan olehku karena beberapa masalah di dunia kekosongan, untuk seris ini berjudul book of astral yang menyangkut kehidupan, kematian, akhirat.


semua buku memiliki beberapa syarat untuk di aktifkan atau melepas sistem defensif nya lalu ketika terlepas maka orang itu bisa mempelajari dan mendapatkan kekuatan yang ada di dalam buku itu, namun buku itu bisa memanggil penciptanya untuk meminta sesuatu namun untuk kasus ini akan sulit mengingat tingkat arogansi penciptanya yang tinggi atau syaratnya yang di luar nalar.


tapi kau beruntung karena kau memenuhi syarat untuk memanggilku meskipun lebih tepatnya akulah yang mengajukan diri"