Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 23


"oh satu hal lagi"


arcane melakukan gerakan menulis di udara menggunakan jari telunjuknya, seketika itu pula telunjuknya mengeluarkan cahaya.


berkas cahaya tertinggal dan muncul tulisan aneh yang bergerak melingkar, tulisan itu selesai dan membentuk lingkaran setelah itu rune itu berkumpul dan menjadi sebuah simbol bintang dengan rune aneh yang mengelilinginya.


melihat mereka bingung arcane menjelaskan.


"aku menyebutnya devil mark, simbol ini akan terpasang di tubuh kalian itu juga menandakan kalau kalian adalah bawahan ku sekarang.


atau lebih tepatnya...... budak"


begitu selesai bicara arcane langsung meluncurkan simbol itu dan langsung terpasang begitu saja di lengan kanan Jack dan one eye, lalu arcane pergi tanpa mengatakan apapun sementara membuat one eye dan one eye hanya diam.


_______________________________________________________


di jalan yang sepi dan gelap arcane berjalan dan gray mengikuti dari belakang.


semenjak keluar dari pabrik itu gray membuat pandangan yang berbeda kepada arcane, entah kenapa tuannya itu seperti memiliki sebuah rahasia besar atau kekuatan untuk membuat dunia berputar di arah yang berbeda.


arcane menyadari gray bertingkah aneh dan bertanya.


"kenapa? apakah kau takut kepadaku? "


gray sedikit kaget dan menjawab.


"Ti-tidak tuan, hanya saja hamba tidak tau kalau tuan memiliki kekuatan seperti itu"


"seperti apa"


"mengeksekusi sihir seperti penyihir dan kesatria"


"hahaha..... hanya itu"


gray mengangguk namun arcane yang berada di depannya bisa tau gerakan gray, arcane menggelengkan kepalanya sebentar dan menjawab.


"sebenarnya itu memiliki jawaban yang simple.....


arcane menjelaskan kalau ada perbedaan tipis antara kesatria dan penyihir, dimana kesatria melatih fokusnya pada tubuh dimana kecepatan pertahanan dan serangan mereka di tingkatkan melalui latihan dan mana.


Untuk penyihir mereka lebih memfokuskan pada kapasitas mana dan pemahaman mereka tentang sihir itu membuat mereka bisa melakukan sihir jarak jauh seperti meluncurkan bola api sampai mengubah cuaca.


gray mengangguk ia sebenarnya tidak memiliki banyak pengetahuan karena sejak lahir klan nya sudah berkelana dan akibat bandit ia harus berpisah hingga dirinya menjadi seorang budak.


setelah beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat gavin dengan kondisi yang sama, namun selain tumpukan sampah besi disana ada juga 20 orang yang sedang menunggu di depan toko dengan rapi.


mereka adalah preman yang mencoba mengacau di tempat gavin sebelumnya namun kali ini mereka seperti menjaga tempat itu dengan tertib.


salah satu dari mereka melihat arcane dan ia langsung berteriak.


"disini, mereka telah datang"


sontak ke 20 orang itu langsung menuju arcane namun bukan untuk melawan namun mereka langsung bersujud dengan thin berada di paling depan.


arcane kebingungan dan langsung berkata.


"ada apa ini? "


thin yang posisinya berada di paling depan menjawab.


"tuan, mohon untuk mengangkat kami menjadi anak buah anda!! "


arcane memiringkan kepalanya dan menyilangkan tangannya di dada.


"kenapa? "


thin langsung menjawab.


"karena kami akan berguna!!


mereka bisa menjadi prajurit anda, dan saya mempunyai banyak informasi jadi kami akan berguna"


"bukannya kalian adalah anak buah one eye? "


"bukan kami adalah preman rendahan yang mereka sewa"


arcane berfikir sebentar dan kembali berkata dengan nada yang mengerikan.


"lalu bagaimana kau bisa begitu saja berubah haluan? "


thin sedikit gemetar namun ia menjawab dengan lantang.


"saya telah melihat kekuatan anda, dan aku sebelumnya berbalik untuk melihat situasi namun aku kagum dengan kekuatan anda dan saya yakin kalau dengan mengikuti anda"


arcane mengangguk dan langsung melemparkan simbol yang sama kepada thin, kemudian tanpa basa-basi arcane langsung memberi perintah.


"kalian sekarang berada di bawah komando one eye, untuk thin kau rekrut beberapa anggota tidak peduli siapa orangnya asal ia setia aku Terima.


sekarang pergi ke pabrik one eye dan laksanakan tugas.


"tunggu"


ketika hendak pergi arcane menghentikan langkah mereka, lalu ia mengeluarkan aura pertempurannya dan menekan mereka dengan tekanan angin membuat mereka tertunduk.


"aku tidak menerima penghianatan, jika kalian berhianat aku pastikan dunia ini tidak berbeda dengan neraka.


sampaikan juga kepada one eye dan Jack"


para preman bubar sementara arcane langsung masuk kedalam toko gavin.


begitu masuk arcane melihat gavin berada di meja kasir dengan meminum sesuatu pada gelas besar, arcane menghampirinya dan mengambil kursi untuk duduk di depannya.


tanpa persetujuan arcane mengambil sebuah gelas dan wadah air yang ada di depan gavin.


"jadi kau sekarang yang akan memalakku?"


arcane menuangkan minuman yang ternyata itu adalah air bir.


"tidak juga, aku di sini untuk beberapa penawaran"


gavin santai dan menegak minumannya.


"bicara saja.... "


arcane juga menegak minumannya lalu berkata.


"kau bekerja untukku atau kita berdagang"


gavin kini melirik arcane ia dapat melihat kalau arcane menatap nya dengan tajam, sesaat kemudian ia langsung mengeluarkan beberapa peralatan sihir.


"kejutkan aku!!!"


arcane mengambil peralatan itu dan berbalik.


"instingmu boleh juga, gray habiskan minuman itu untukku"


arcane langsung berjalan menyusuri lorong, tanpa basa basi ia langsung mengambil beberapa benda di sana, setelah terkumpul ia langsung menuju meja gavin.


setelah sampai arcane langsung melempar beberapa barang dan langsung mengotak atik benda itu, gavin melirik nya dan menertawakan arcane.


"waw, kau ingin mengejutkanku dengan senter terang.


kini aku kecewa"


arcane hanya tersenyum dan masih fokus, memang arcane mengambil sebuah senter rusak disana juga beberapa penambah daya.


namun arcane masih terus melakukan aksinya dengan mengotak atik peralatan itu, ketika selesai ia langsung menaruh benda itu di depan gavin.


gavin melihatnya penasaran namun ia ingin tertawa dan menghina arcane, pasalnya benda itu kini berbentuk tabung dengan ujung atas memiliki ukuran setengah dari bawahnya.


"hahaha..... waw kau men..... "


tanpa menunggu gavin menyelesaikan perkataannya arcane mengeluarkan listrik di tangannya lalu jari telunjuknya menyentuh atas benda itu.


tanpa di duga listrik menjalar dan tabung itu bercahaya, arcane melakukannya beberapa saat dan melepas jaringannya.


ketika sudah lepas tabung itu masih memancarkan cahaya, meski tidak terang namun tabung itu masih terus mengeluarkan cahaya.


gavin masih meremehkan dan langsung memegang benda itu, namun...


"drrrrt..... "


tangan gavin merasakan sengatan listrik, ia menjadi terkejut pasalnya ia kira kalau benda itu hanya sebuah lampu redup, namun sepertinya ia salah.


gavin memandang arcane dengan ekspresi kebingungan dan tanda tanya besar, saat akan bertanya arcane menjawab.


"benda itu bisa menyimpan listrik meski dengan daya yang rendah.


yah sebenarnya aku ingin membuat alat yang bisa menghasilkan listrik namun aku rasa itu terlalu lama dan malam sudah larut."


mata gavin melotot karena terkejut pasalnya benda seperti itu belum pernah ia lihat, meski ada yang bisa menyimpan energi itu hanyalah magic stone namun kini benda di hadapannya bisa menyimpan energi apalagi tidak ada magic stone didalamnya.


arcane tersenyum penuh kemenangan lalu ia mengambil beberapa barang yang sengaja ia ambil namun tidak di gunakan dalam membuat benda itu dan kemudian menuju ke pintu keluar.


"tung.... "


gavin mencoba menghentikan arcane namun arcane terlebih dahulu berhenti ketika membuka pintu dan berkata dengan santai.


"jika kau ingin melihat temuan baru yang lebih baik nakal datanglah ke pabrik one eye dan katakan kalau kau adalah anak buahku sekarang.


seminggu kemudian aku datang kesini untuk tugasmu kau harus menata semua barang yang disini, pisahkan antara barang bagus, daur ulang, barang rusak, dan sampah.


oh... satu lagi


kau bisa bertanya siapa aku kepada one eye atau Jack "