
"penempa puncak gunung"
arcane berdiri didepan sebuah toko penempaan, disini menyediakan berbagai kerajinan khusus penempaan besi.
toko ini memiliki bangunan yang cukup besar dan sangat terkenal, karena itu toko ini selalu dipercaya untuk membuat berbagai alat mulai dari pertanian sampai senjata.
namun untuk senjata seseorang memerlukan sebuah ijin khusus dari Kerajaan agar tidak disalahgunakan gunakan, biasanya yang menyewa adalah para petualang atau prajurit yang senjatanya rusak atau hilang saat menjalankan misi.
maksud petualang disini adalah tentara bayaran yang bersedia menjalankan misi apapun para petualang juga biasanya diminta oleh Kerajaan untuk melakukan beberapa misi.
kesampingkan hal itu sementara, arcane kini tanpa ragu memasuki toko itu.
"kring.... "
suara bel berdengung ketika arcane memasuki toko itu, didalamnya tidak seperti yang dibayangkan dimana seperti toko biasanya yang memanjang banyak rak yang berisi berbagai jenis peralatan dari besi.
lalu tidak perlu menunggu lama arcane didatangi oleh seorang pelayan laki-laki dan membungkuk hormat.
"slamat datang tuan, apa ada yang bisa saya bantu? "
arcane memperhatikan pelayan itu dan sedikit heran karena tidak mencerminkan seorang penempa, namun arcane masa bodo dengan itu dan mulai mengatakan apa yang ia inginkan.
"aku ingin memesan beberapa bahan untuk mesinku apakah bisa? "
kata arcane.
pelayan itu mengangguk.
"kalau begitu ikuti aku tuan"
sambil mempersilahkan untuk memasuki toko pelayan itu memimpin jalan menuju bagian terdalam toko, pada bagian belakang toko ada sebuah pintu yang terbuat dari besi kemudian pelayan itu membuka pintu dengan sebuah kunci.
ketika pintu dibuka suara dentingan besi terus terdengar dan bau pembakaran tercium.
"baik tuan silahkan masuk dan pilih penempa yang ingin anda percaya untuk membuat benda yang tuan inginkan"
arcane mengangguk dan memasuki ruangan itu, ketika masuk ternyata ada sekitar 10 orang yang menempa berbagai barang, beberapa ada yang beristirahat, ada yang sedang sibuk menempa dan ada juga yang sibuk mengasah benda tajam.
arcane mengamati di tengah ruangan lalu ia berteriak.
__________________________________________________________
pada sebuah ruangan di gedung yang sama yang bernama kantor kepala toko seseorang yang sedang mengasah sebuah pedang besar, pedang yang terlihat sederhana namun pedang itu terlihat sangat tajam akibat asahan yang dilakukan dirinya.
ruangan nya sedikit berantakan karena banyak peralatan menempa dan dokumen berserakan, ruangan yang seperti kantor kerja yang tak terawat namun dapat dilihat kalau ia adalah pemilik toko.
sang pemilik toko itu adalah seorang laki-laki yang memiliki brewok dengan jejak putih di brewoknya dan rambutnya menandakan kalau ia sudah mulai berumur.
ketika ia sedang mengasah seseorang mendobrak pintu kantornya.
"tuan ada masalah"
orang itu menoleh dan melihat siapa yang telah mendobrak pintunya, ketika ia memandang tatapan tajam yang menyiratkan kalau ia tidak ingin terganggu.
ia melihat seorang pelayan toko datang dengan tergesa-gesa, dan tanpa penjelasan apapun pelayan itu langsung mengatakan maksud tujuannya.
"maaf tuan, namun di ruang penempaan ada pelanggan yang membuat ulah"
orang itu kemudian menghentikan kegiatan nya dan langsung pergi ke tempat yang di maksud pelayan tentu saja dengan pelayan itu yang memimpin.
ketika sampai ia menemukan seorang bocah yang akan memukul seorang pegawainya dengan palu, dengan sigap ia pun menghentikan pukulan yang akan dilayangkan oleh bocah itu.
ketika telah menghentikan palu itu ia bertatapan mata dengan bocah itu.
"jangan membuat ulah disini bocah"
"huh mereka duluan yang memulai"
tanpa gentar dan takut bocah itu membalas dengan santai.
pemilik toko itu menjadi sedikit heran lalu ia mulai bertanya.
"siapa kau? "
"arcane"