Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 28


arcane melayang di udara dan menatap blast dengan tatapan merendahkan namun tidak meremehkan, ia membuat aturan sendiri saat datang ke dunia ini.


kini ia sedang mempraktekan nya


aturan no3


jangan meremehkan siapapun, bahakan jika itu adalah seorang bayi.


kemudian tanpa ragu arcane melakukan hal yang serupa, kini arcane membentuk 5 sampai 10 bilah angin berbentuk bulan sabit dan langkah mengarah blast.


blast hanya terus menghindar karena bagaimanapun apa yang di hadapannya merupakan sebuah anomali terbesar pada dirinya.


lalu ketika menghindar tiba-tiba tubuhnya merasa tertekan, ia merasa kalau ada energi menekan dari atas meskipun tidak terlalu berefek kepadanya namun tekanan ini memerlukan kendali yang luar biasa.


pada pengalamannya ada aura yang bisa menekan seseorang dan beberapa jenis sihir membuat seseorang kesulitan bergerak, namun kondisi itu memerlukan kontrol yang sangat besar.


blast kemudian menoleh keatas dan menyadari kalau selama latihan arcane melakukan semua yang di lakukan dirinya.


blast baru sadar kalau arcane tidak menyebutkan sihir yang di gunakan seperti dirinya, ini membuktikan pemahaman dirinya bisa dibilang tidak rendah.


blast terkejut dan kemudian ia mulai memahami pola yang arcane lancarkan, namun.


"boom.... boom..... boom.... "


bola angin berukuran besar mulai berjatuhan dan ternyata arcane telah merubah serangannya, kini blast langsung menerjang semua serangan arcane.


ketika bola itu terkena tubuh blast, bola itu tidak pecah atau memudar namun malah mengikis dan terus berputar.


ini seperti membuat sebuah bola padat dari angin dan meski terkena sasarannya bola itu akan terus tertahan hingga kehilangan sihirnya.


blast melihat sekitarnya dan mendapati kalau lantai lapangan ujian itu telah terkikis oleh bola angin itu hingga membuat cekungan dalam, dan bola angin itu menghilang beberapa saat setelah terkena lantai.


blast memasang bariernya dan melihat dari barier transparan itu bagaimana bola angin itu bekerja.


beberapa saat kemudian.


"slab.... sling.... jleb"


begitu gelombang angin selesai arcane melancarkan ribuan bahkan jutaan jarum angin, itu seperti sebuah benda kecil tak terlihat meluncur dengan cepat seperti hujan.


arcane membuat sangat banyak dan kejadian itu seperti hujan jarum yang sangat mematikan, namun meski begitu blast masih saja santai dan tidak terganggu dengan serangan arcane.


arcane kesal lalu berteriak.


"bahkan seorang terkuat pun jika sudah berumur akan seperti kura-kura ya"


arcane berusaha memprovokasi namun sepertinya blast tidak terpengaruh, ia pun bermanuver dan menuju ke belakang blast yang tidak terlindungi.


ketika sampai dan melancarkan serangan blast menyadari dan menangkap tinju arcane, namun arcane tersenyum dan langsung melayangkan tendangan hingga mengenai tepat wajah blast.


meski tidak terasa sakit namun blast merasa kalau harga diri nya di injak, tentu hal ini membuat dirinya marah dan langsung membanting arcane.


namun blast seperti tidak ada rasa kasihan, ia benar-benar membanting arcane dengan sangat keras.


lalu akhirnya arcane mengeluarkan beberapa pengalihan dengan menyerang mata blast, usaha itu berhasil dan membuat arcane bisa melepaskan diri hingga membuat jarak.


setelah itu ia langsung melakukan peningkatan fisik seperti yang di lakukan oleh para kesatria, ini membuat gerakannya semakin cepat dan tajam.


brown, gray dan selena telah menyingkir dan melihat pertarungan itu terasa takjub meski ini hanya latihan namun mereka bisa melihat kalau pertarungan mereka sangat serius dilandasi oleh kemarahan.


latihan itu membuat suara gaduh dan membuat seluruh penghuni melihatnya dan terukir wajah terkejut di setiap pelayanan, bahkan Elisabeth melihatnya dengan perasaan takjub.


"bagaimana rasanya di injak oleh sampah orang tua!!! "


arcane berteriak dan melancarkan serangan berbagai bentuk ketika ia bergerak.


arcane melakukannya karena sadar kalau bertarung secara langsung pastinya ia akan kalah namun ia juga tidak takut jika harus bertarung adu jotos.


di sisi lain blast semakin marah meski ia tau ini hanya latihan namun ia merasa harga-dirinya telah di rendahkan oleh cucunya ini.


blast bisa merasakan kalau arcane terus bergerak dan dari mana ia menyerang karena persepsi dan instingnya sangat tajam, ia masih menyembunyikan kekuatannya sebagai pelindung kerajaan.


di tengah pelatihan itu tiba-tiba dengan sedikit khawatir.


"ada apa ini!!!! "


seseorang tiba-tiba bergabung dan itu adalah marina, ia datang karena khawatir akan berakhir kacau karena tempramen suaminya sangat buruk.


ketika ia datang benar saja lapangan itu sudah kacau balau dan telah rusak di berbagai tempat, selena memandang marina dan menjawab.


"nenek, apakah ini kekuatan kakak yang sebenarnya? "


selena kini semakin merubah pandangannya tentang arcane, lalu marina menjawab.


"nenek juga tidak tau, namun yang pasti kita harus menghentikan mereka"


"tapi nek aku telah berteriak, namun mereka tidak berhenti"


marina kaget dan memandang pertarungan itu, dan ia tidak habis pikir bagaimana suaminya begitu berfikiran pendek.


blast kini semakin tidak tahan ia juga mulai bergerak dan mencoba menangkap arcane, sementara arcane bukannya lari ia malah menantangnya secara langsung.


arcane bergerak cepat dan langsung melakukan beberapa serangan dengan tangan yang di selimuti angin berbentuk seperti bor.


blast tentu hanya melakukan gerakan simple untuk menagkisnya, dan beberapa saat kemudian ia berhasil menangkap tangan arcane.


arcane kembali menendangnya dan untuk kesekian kalinya wajah blast terkena tendangan arcane, dan kali ini ia benar-benar tidak menahan diri.


aura nila keunguan keluar, melihat itu arcane tertawa dan berkata.


"apa kau suka di injak oleh seorang sampah? "


blast naik pitam dan langsung meninju dada arcane dan membuatnya terpental menuju kediaman dengan kecepatan luar biasa.


"TIDAK!!!!......ARCANE!!!!!!"


suara selena, gray, brown dan marina berteriak.


di susul juga teriakan dari dalam mansion yang tidak lain adalah Elisabeth.


"BOOM..... "


arcane berhenti ketika menabrak tembok mansion hingga membuat tembok itu hancur.


semua orang berlari menuju arcane dan marina juga berteriak kepada blast.


"blast apa magsudmu?, apa kau ingin membunuh keturunanmu di rumahmu sendiri!!! "


arcane tertimpa banyak puing-puing bangunan sampai membuatnya terkubur di sana, sontak gray mencari arcane yang tengah tertimbun puing-puing bangunan.


"brak!!... "


beberapa puing bangunan terlempar, arcane berdiri dengan payah di sana.


tubuhnya tidak lebih baik daripada tembok yang ia buat landasan tadi.


banyak darah yang keluar dari kepalanya, mata kanan tertusuk serpihan, tangan kanan terputar 90 derajat tangan kiri patah hingga ada tulang mencuat, paha kiri juga patah.


arcane berdiri dengan kaki kanan yang terkirim, di tubuhnya juga ada beberapa darah yang mengalir, penampakan itu seperti seseorang yang mati di siksa namun bangkit kembali.


arcane kemudian menatap blast dengan kebencian luar biasa dan berkata dengan marah.


"tua bangka, jika kau ingin membunuhku lakukan sekarang.


jika kau ingin membuang ku lakukan secepatnya.


namun jika kau membiarkan aku aku pastikan kau akan mati dengan cara paling tidak nyaman"