
Arcane mulai menggila, jika orang lain melihat mungkin bisa di sebut gila namun jika di perhatian itu lebih mirip sebagai hasrat yang muncul.
hati Arcane saat ini terasa membara seperti tak pernah padam, namun pikiran nya masih tetap berjalan.
logikanya masih berjalan karena Arcane terus melempar semua granat yang ia punya untuk mempersempit pergerakan Magical knight itu.
Magical knight itu ingin cepat menyelesaikan pertarungan itu namun sebuah transmisi suara terdengar di samping telinganya.
"jangan bunuh dia!! "
Magical knight itu menoleh dan menyadari kalau itu berasal dari grand king Blast, alhasil ia hanya bisa berhati-hati.
salah satu perbedaan Magical knight dengan knight biasa terletak juga pada peraturannya yang sangat ketat dimana jika ada perintah tidak boleh membunuh hanya menangkap, maka Magical knight hanya bisa menangkap hidup-hidup.
jika di langgar maka hanya pemenggalan yang menjadi akhir, hal itu di peruntukan supaya para anggota menjadi harimau peliharaan kerajaan, dan mereka dengan baju zirah nya bagaikan monster.
itulah mengapa Magical knight yang melawan Arcane kini lebih berhati-hati.
Arcane terus melemparkan granat beku ke kaki Magical knight dan melemparkan granat ledakan, cahaya ke arah mata dan granat asap ke sekitar.
sesekali juga Arcane menyerang kearah belakang, pinggang, dan daerah fatal menggunakan pedang yang tergeletak di halaman.
__________________________________________________________
disisi lain 2 orang datang dengan sebuah cahaya di samping mereka, melihat ekor dan telinga serigala yang berada di tubuh mereka bisa di pastikan kalau itu adalah Gray, Blue dan Brown.
raja James melihat itu menjadi geram, ia mengambil pedang nya dan langsung menghampiri mereka.
namun ketika ia akan berlari pundaknya di pegang kuat oleh Blark.
"kau saat ini tidak boleh kemana-mana!! "
raja James hanya bisa pasrah dengan perkataan Blark, dan entah mengapa meskipun Blark belum mengeluarkan auranya namun raja James terasa terbebani.
tak lama kemudian seseorang memanggilnya.
"yang mulia!! "
raja James menoleh kebelakang dan mendapati kalau seluruh keluarganya kembali dengan di temani oleh 3 Magical knight dan beberapa prajurit.
ratu Maria dengan ketus menjawab.
"huh kami kemari karena Elisabeth, jika bukan karena nya yang merengek seperti anak kecil kami tidak akan kesini! "
Elisabeth tidak memperdulikan apa yang dikatakan ia langsung memegang kerah James dan berkata.
"dimana!... dimana anakku!! "
raja James dengan kasar melepaskan cengkraman Elisabeth dan menghadap ke arah Arcane.
"ia di sana"
ketika Elisabeth melihat terlihat pertarungan Arcane ia begitu kaget apalagi kini Arcane terpental dengan tangan kirinya yang abnormal.
kembali ke pertarungan Arcane.
saat ini ia sedang bertarung namun ia mulai kehabisan grant, mau tak mau ia mengambil perisai dan pedang, dengan kekuatan nya ia bertarung dengan instingnya.
pergerakan Arcane sangat cepat di bantu dengan elemen anginnya, tak hanya itu perisai dan pedangnya juga di selimuti oleh angin.
Arcane terus menyerang namun disaat ia menurunkan tempo untuk mengetahui serangan musuhnya tiba-tiba dengan cepat Magical knight itu bergerak dan menyerang Arcane dengan perisainya.
Arcane juga menepis nya namun perisainya tidak bisa terlalu menangkis serangan Magical knight itu, perisai Arcane hancur dan membuatnya terpental.
Arcane juga bisa melihat kalau tangan kirinya berputar dan tidak bisa di rasakan, ia bisa tau kalau tangannya kini patah.
melihat kondisi Arcane Magical knight itu berkata dengan tegas.
"menyerah lah!! "
mendengar perkataan lawannya Arcane malah tersenyum menyeringai.
"menyerah? HAHAHAHAHA....
DATA YANG KAU BERIKAN BELUM CUKUP!!! "
begitu selesai bicara aura Arcane langsung membeludak, aura jingga yang besar keluar dan bersamaan dengan itu Arcane mengangkat tangan kanannya dan muncul bola angin yang sangat besar.