
1 hari berlalu dan Blue telah menjelaskan semuanya perihal dirinya yang di ciptakan dan mulai mengatur beberapa sistem operasi organisasi.
sementara itu Gray dan Brown sudah beradaptasi dengan baik dan mulai menjadi bagian dari kelompok ini, sementara itu Arcane perlahan-lahan telah membuka matanya.
"ugh... dimana ini? " kata Arcane sambil melihat sekeliling.
ia menemukan patung batu berbentuk manusia sedang mengecek tubuhnya.
"ini di ruang perawatan, apakah ada keperluan lain? "
Arcane hanya menggeleng dan memejamkan mata.
"tidak perlu"
"baik kalau sudah baikan anda bisa langsung keluar" kata perawat batu tersebut.
Arcane memejamkan matanya dan menikmati suasana tenang di tempat itu, namun setelah beberapa jam ia bangun dan mengenakan pakaian baru yang di sediakan.
tanpa menunggu lama ia langsung keluar dari tempat perawatan dan di tempat resepsionis ternyata ada Kai dan Sebastian yang menunggunya.
"apakah kalian menunggu ku? " kata Arcane.
Sebastian membungkuk hormat dan berkata.
"hamba selalu tau perkembangan anda karena hamba adalah pelayan tuan"
"aku hanya menggunakan insting ku" balas Kai dengan santai.
Arcane hanya mengangguk kemudian ia berjalan dan menuju ruangan singgasananya diikuti oleh Kai dan Sebastian.
"dimana semuanya? " tanya Arcane.
"sedang melaksanakan tugas mereka masing-masing tuan" jawab Sebastian.
"kumpulkan mereka di ruang singgasana" kata Arcane tegas.
Sebastian dan Kai langsung berpisah dengan Arcane, Arcane melihat itu tersenyum dan melanjutkan jalannya.
'jika diperhatikan mereka sebenarnya cukup mirip'
__________________________________________________________
setelah beberapa saat Arcane menemukan sabuk nya dan memeriksanya, dan tenyata selain barang pribadinya semuanya telah di keluarkan.
ia langsung memakai sabuk itu bersamaan dengan itu Blue tiba-tiba muncul dan berkata.
"selain barang anda semuanya telah Saya keluarkan tuan"
Arcane mengetahui kalau itu adalah Blue ia berbalik dan meraihnya kemudian mengelus lembut.
"aku tau trimakasih"
setelah beberapa saat semua orang datang dan Brown adalah orang yang memasang senyuman dan bahagia, sementara Arcane memperhatikan semua orang kemudian berkata.
Arcane mulai berjalan menuruni tangga singgasana dan menjelaskan tentang kedepannya untuk organisasi ini.
Arcane berencana untuk menggunakan sistem yang sama seperti dunia bawah dan dunia normal, dimana dalam bisnisnya ia akan membuka toko umum sebagai samaran dan toko itu juga menjual barang dari dunia bawah untuk pelanggan tertentu.
namun mereka pastinya juga menjual barang-barang langsung ke pasar gelap, apa yang akan mereka jual Arcane berfikir kalah berfokus pada aksesoris dan senjata.
selanjutnya Arcane menginginkan pekerja lebih banyak lagi, bukan hanya pekerja namun juga prajurit dan tentara bayarannya sendiri.
selain barang mereka juga akan menjual jasa, baik pengawalan, informasi hingga pembunuhan untuk pemesanan jasa ini Arcane memerlukan pegawai dan pekerja lebih banyak untuk penyamaran tidak peduli ia adalah mantan budak ataupun pelarian asal ia memiliki kemampuan dan tidak berkhianat organisasi ini akan menerimanya.
ia juga berfikir kalau dana yang ia rampok masih kurang Jadi untuk sementara mereka akan menjadi bandit yang akan mencuri dari orang-orang kaya atau korup.
ketika pertengahan Arcane bicara thin mengangkat tangan.
"apa yang kau tanyakan? "
dengan sedikit ragu thin berkata.
"begini meskipun kita menggunakan budak apakah mereka juga kau perlakuan seperti Gray dan Brown? "
Arcane mengangguk.
"itu benar"
lalu thin mengomentari.
"bukankah itu adalah pemikiran yang naif? apakah kau akan menjadi pahlawan para budak? "
Arcane tersenyum kecil dan menjawab.
"kalau kau berfikir begitu silahkan saja.
.
namun ku tekankan aku bukankah pahlawan dan aku tidak ingin menjadi pahlawan, aku melakukan hal yang menurutku benar dan paling efisien.
.
dengan kataku sebelumnya, aku tidak mentolerir penghianatan setiap penghianatan akan menerima ganjarannya, namun aku bisa memaafkan sebuah penghianatan jika kau bersedia menukarkan 1 ton berlian dengan 1 genggam arang"
dalam perkataan terakhir nya, Arcane juga mengeluarkan aura dominansi dan kepemimpinannya.
ini membuatnya menjadi pemimpin yang tegas namun fleksibel dalam waktu yang bersamaan, disisi lain semua orang tau kalau Arcane bergerak dengan situasi namun dengan sebuah tujuan yang pasti.
dalam perencanaan yang di katakan Arcane mereka bisa tau kalau kedepannya tidak peduli jalan mana yang di tempuh asal tidak merepotkan orang lain mereka bisa berbuat sesukanya.
kini setelah mengerti akan rencana Arcane mereka seperti merantai diri mereka sendiri namun merekalah yang memegang kendali atas rantai itu.
ini seperti pemerintah dengan sistem permen dan tongkat, dimana mereka sendiri yang akan menentukan ingin permen manis atau tongkat.
"baik jika tidak ada pertanyaan kalian bisa bekerja"