Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 85


"senjata apa yang kau gunakan? " tanya Arcane dengan tenang.


orang itu bukan menjawab namun malah memasang posisi bertarung.


"tidak perlu, memberikan senjata kepada budak adalah pertanda buruk"


Arcane kemudian mencari senjata di sabuk penyimpanan ruangnya, setelah beberapa saat ia melemparkan beberapa senjata di hadapan beast singa itu.


dengan santai Arcane langsung berkata.


"kau bicara seperti sudah memenangkan pertarungan ini, dan kau terlalu meremehkan lawanmu.


jangan menganggap kau memiliki fisik kuat kau akan memenangkan setiap pertarungan! "


pria ras beast singa itu tetap pada pendiriannya dan masih memasang kuda-kuda, melihat itu Arcane langsung menggunakan kekuatannya dan membuat semua senjata menancap mengelilingi mereka seperti pembatas area pertarungan termasuk tongkat yang ia bawa.


kemudian ia melepas jubahnya dan memasang kuda-kuda, mereka berdua saling menatap tanpa bergerak sedikitpun, namun Kai tiba-tiba menjentikkan jaringannya dan bebarengan dengan itu.


"Syut.... dak... dak.... dak"


keduanya langsung saling beradu pukulan, tubuh Arcane yang kecil tidak menjadi halangan untuk membuatnya mengimbangi musuhnya.


beberapa pukulan mereka bertemu dan ketika beast itu akan memukul dengan kuat, Arcane tiba-tiba melompat dan mengambil jarak.


ia kemudian berkata dengan serius.


"kau masih meremehkan aku Ya, baik jangan salahkan aku jika bertindak kejam kepadamu! "


Arcane langsung memasang kuda-kuda nya dan kembali menyerang dengan mengeluarkan aura merahnya ia melakukan beberapa gerakan.


Arcane tidak menargetkan titik fital alhasil beast singa itu hanya menerima pukulan ringan namun kini ketika Arcane mulai mengeluarkan auranya dan menyerang tepat di depannya beast singa itu menyilangkan tangannya untuk bertahan.


seketika itu pula pukulan Arcane dan pertahanan beast singa itu bertemu dan.


"bang!... "


semua orang terkejut karena beast singa yang ukurannya bisa di bilang 2x ukuran Arcane bisa terdorong mundur hingga beberapa meter, dan ketika beast singa itu melihat tangannya ada jejak biru yang nampak di antara bulu tipis nya.


beast singa itu menatap Arcane dengan tatapan berbeda, sementara itu Arcane melihat tangannya dan berkata.


"sepertinya pemahaman yang ada di dunia ini mempunyai kesalahan.... "


"Ssshh...... "


suara mendesis lembut keluar dari tubuh Arcane dan auranya semakin besar dan menyebar, semua orang disana bisa merasakan aura itu dan sangat menekan.


namun Arcane melakukan beberapa gerakan lembut dimana itu adalah bagian dari bela diri yang ia lupakan, dan berkat bantuan Blue Arcane bisa mempelajari setiap gerakan yang ia lupakan.


Arcane melakukan gerakan lembut dan seperti mengikuti arus auranya kini semakin memadat dan kecil, hingga akhirnya gerakan itu kembali ke posisi kuda-kuda bertarungnya.


"sepertinya aku akan membawa perubahan besar tentang dunia ini! "


tanpa basa-basi Arcane melompat untuk menyerang namun lompatan nya melewati beast singa itu dan ia mengarah ke kerumunan budak.


para budak menyingkir dari daerah pendaratan Arcane dan.


"BOOM.... "


sebuah kawah kecil terbentuk dan terlihat kalau Arcane sebenarnya hanya mendarat bukan menyerang seperti niat sebelumnya bahkan kedua kakinya menancap di lantai, semua orang bergetar dan menatap ngeri melihat kejadian itu.


bahkan beberapa orang disana kini mulai bergetar, Arcane melompat kembali menuju tempat sebelumnya dan ketika mendarat kejadian yang sama masih terjadi.


setelah itu Arcane berjalan dengan Hati-hati dan mengambil tongkat tadi dan mengacungkan nya ke beast singa itu.


"masih menganggap kalau ini hanya sekedar pertarungan"


beast singa itu langsung mengambil sebuah pedang besar dan memasang posisi bertarung, melihat itu Arcane tersenyum dan memegang tongkatnya tegak lurus di hadapannya seperti hormat seorang kesatria saat akan berduel.


"namaku Arcane Fortis, siap bertarung" kata Arcane.


beast singa itu tertegun ia tersenyum dan kemudian melakukan hal yang sama.


kini beast yang bernama leo itu juga mengeluarkan auranya yang berwarna jingga, dan kemudian keduanya melakukan kuda-kuda bertarung.


aura merah kini juga mulai mengalir kepada tongkat yang di pegang Arcane sementara pedang Leon juga mulai memanas dan terbakar.


kini mereka memulainya tanpa aba-aba begitu siap mereka langsung saling menyerang, kini terlihat kalau keduanya seimbang dan saling beradu serangan.


mereka saling menyerang dan dan bertahan, lalu beberapa lama kemudian jarak mulai terlihat.


Arcane kini mulai kelelahan karena ia belakangan tidak berlatih namun disisi Leon juga mulai terdesak karena kekuatan lawannya yang terlalu kuat.


Arcane tanpa menunggu lama ia maju dan menyarang dengan tongkatnya dari depan secara horizontal tepat di depan Leon.


disisi lain Leon memilih untuk bertahan, ketika seranagn Arcane bertemu.


"Bang..... "


pedang besar itu hancur dan Leon terkejut, namun Arcane meneruskan serangan dan langsung meninju perut Leon.


Leon yang tidak siap terkena serangan telak dan menahan sakit yang luar biasa, ia langsung terjatuh dan menggerang kesakitan.


Arcane melihat itu dan kemudian berkata kepada Leon.


"ini kemenangan ku"


Leon yang kesakitan ingin berusaha bangkit namun tidak berhasil, dengan rasa kesal dan kecewa ia kepada dirinya ia berusaha bangkit.


"ak..... aku.... masih... kuat! "


Arcane melihat itu tanpa basa-basi ia langsung menyerang tengkuk Leon dan membuatnya pingsan, ia kemudian melihat kerumunan budak dan tersenyum.


"baik karena pertaruhan aku menangkan maka kalian para budak ras beast akan menjadi budak dan aku perintahkan kepada kalian.... "


Arcane berhenti dan melihat para ras beast ketakutan dan ada yang kini pasrah, setelah melihat Arcane kembali berkata.


"perintahku...


mereka yang memiliki pengalaman bertarung dan memiliki kriteria akan menjadi prajurit ku, kalian bisa meminta senjata apa yang kalian inginkan...


sementara yang lain bisa bekerja apa yang bisa, bahkan jika itu hanya sekedar merawat binatang"


sontak perintah Arcane membuat mereka terkejut, ras beast adalah petarung alami begitu mereka dilahirkan dan mereka mempunyai keyakinan kalau mereka mati di medan pertarungan atau peperangan maka akan langsung menuju surga para binatang.


inilah yang menjadikan mereka sangat suka bertarung di wilayah ras beast, meskipun mereka juga melakukan pertanian dan beternak namun jika perang telah terjadi maka setiap orang akan mengambil senjata.


Arcane kemudian menunjuk seorang ras beast banteng jika dilihat itu seperti Minotaur.


"kau kemari"


orang itu berjalan dengan merangkak karena takut membuat marah Arcane namun kelakuan itu membuat Arcane tambah marah.


"kau sedang apa? tidak bisa berdiri dan berjalan dengan kedua kaki? "


mendengar itu Minotaur itu kemudian bangkit dan berdiri, ia terlihat sangat tinggi melebihi Leon bahkan ketika kepalanya menunduk.


ia kemudian menghampiri Arcane dan berlutut.


"hamba tuan"


Arcane kemudian mengeluarkan sebuah botol yang berwarna hijau dan memberikannya kepada Minotaur itu.


"ini berikan kepadanya supaya cepat sadar dan beritau dia kalau ia akan menjadi wakil jendral ku"


Minotaur itu terkejut dengan perkataan Arcane dan kemudian ia menoleh kepada thin yang masih ada di sana.


"thin selamat kau naik pangkat menjadi pengurus tenaga kerja dan prajurit.


tugasmu memastikan kalau para pekerja dan prajurit tetap sehat dan berada di tempatnya"