Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 49


arcane berjalan-jalan di taman mansion nya didekat sana ada sebuah kolam air tenang.


tanpa sadar ia mendekatinya dan kini ia bisa melihat bayangan dirinya, samar-samar bayangannya mulai berubah kedalam sosok dirinya dulu.


entah delusi atau bagaimana ia tiba-tiba bisa melihat kalau bayangannya mulai berbicara dan arcane bahkan bisa mendengar suara pantulan bayangan di air itu.


"kau sedang bimbang ya"


dengan senyuman tenang dan ber karisma.


lalu entah kenapa arcane membalasnya seperti kejadian itu sudah biasa baginya.


"yah, hidup didunia baru tidak segampang seperti di cerita novel"


bayangan itu menggeleng dan membalas dengan sedikit mengejek.


"itu karena kau mulai ingin seperti mereka, bukannya aku melarang namun jangan lupakan kalau kau adalah seorang penemu dan Profesor, hidupmu tidak hanya bertarung setiap hari........"


arcane menganggukkan Kepala tanpa menjawab, dan bayangannya kembali berkata.


"lalu apa yang kau tunggu, berfikir lah menggunakan otakmu sebagai Pangeran dan sebagai seorang jenius di dunia lain.


seperti biasanya....... "


setelah mengatakan hal itu bayangannya memudar dan kembali seperti semula, sementara arcane tertawa kecil dan menggelengkan kepala seperti menertawakan dirinya sendiri.


"hahaha.... apakah orang pintar selalu seperti ini? selalu berbicara sendiri dan mendorong diri sendiri? "


arcane tiba-tiba menampar dirinya dan mulai fokus, ia mulai berfikir tentang rencana kerajaan untuk dirinya.


tidak perlu waktu yang lama arcane telah mendapatkan benang merah samar meskipun ini masih belum pasti namun sepertinya dugaannya tepat.


arcane menduga kalau ini ada hubungannya dengan kedua ibunya yang lain ratu Maria dan ratu Lina, mereka pasti merasa terancam karena pergerakan arcane saat ini.


bukan mengenai dalang pengeboman di beberapa tempat atau bisnis pribadinya, melainkan acara latihannya dengan kakaknya blast.


ini adalah kompetisi tertutup antar pangeran bahkan arcane yang Notabennya di benci masyarakat, namun dalam catatan semua orang tidak mengenai arcane.


sebagai seseorang yang memiliki nama begitu kotor mustahil wajahnya tidak di kenali masyarakat apalagi para bangsawan.


arcane menduga kalau mereka yang mengetahui tentang dirinya adalah para pejabat kerajaan atau sejenisnya, itu terbukti dimana ia bisa bebas berkeliaran di antara masyarakat menengah sampai bawah, yah meski di hadapan masyarakat atas ia harus menyamarkan identitasnya.


ini berarti ada seseorang yang memang ingin menjatuhkan dirinya dari awal, apalagi rencana kerajaan untuk membuat upacara kedewasaan.


ketika upacara itu selesai arcane pasti telah di anggap dewasa dan seluruh kerajaan tau wajahnya karena ketika selesai upacara itu lukisan sampai gambar potrait dirinya akan di sebar ke seluruh kerajaan.


dengan umur dan kekuatan nya yang masih seumur biji jagung ia adalah sasaran empuk kerajaan musuh dan karena namanya tidak akan ada yang mau menjadi pelindungnya atau mencoba menarik dukungan.


soal pengenalan calon tunangan mungkin itu adalah pernikahan politik seperti biasanya tipikal kerajaan.


arcane menjadi kesal dan memancarkan sinar dingin dari matanya ia pun kembali kedalam kamarnya.


ketika sudah masuk ia kembali memandangi sabuknya dan kemudian mengambil astral soul, tanpa menunggu waktu ia langsung mengaktifkan sabuknya dan 3 lingkaran sihir terbentuk di depannya.


arcane langsung menaruh di bagian paling kiri setelah selesai ia langsung mempelajari materi yang ada di buku yang ia dapatkan.


arcane ingin mempelajari tentang hukum waktu dan ruang, dimana ini lah komponen penghambat dirinya untuk menyelesaikan sabuk penyimpanannya.


meski di dunia sebelumnya sudah ada sistem teleportasi namun itu hanyalah pemanfaatan dalam sebagian kecil, dan dengan sihir ia merasa kalau misteri kedua elemen itu akan terbongkar.


arcane sedikit kesal pasalnya buku itu hanya berisi kumpulan cara pembuatan barang kuno, setelah yakin ia tidak mendapatkan apapun ia beralih ke buku lainnya.


ketika ia membuka ia terkejut karena buku yang berisi tentang racun dan hal yang ia tidak pahami menjadi berisi tentang pengertian ruang dan waktu.


entah bagaimana buku itu berubah namun arcane masa bodo dan melanjutkan belajarnya, ketika selesai ia mencoba mencari beberapa pengetahuan lain dengan memikirkan saja.


lalu ajaibnya buku yang ia pegang setiap Kata-kata nya berubah mengikuti apa yang ia bayangkan, meski itu hanya berisi tentang teori.


semakin lama ia semakin tercerahkan dan kini ia bisa kembali berfikir dengan jernih., lalu dengan sebuah tekad ia mulai menyusun rencana