Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 7


perkataan arcane tentu saja membuat pemilik budak itu menjadi terkejut, bagaimana tidak, kedua harga budak itu sebenarnya hanya 20 koin emas apalagi sebenarnya mereka dalam kondisi yang buruk dan baju yang mereka jatuhkan kemungkinan seharga 10 koin emas.


dengan penawaran yang begitu menggiurkan pemilik itu langsung tertawa bahagia.


"hahahaha......


ini sulit bagiku untuk melepas mereka namun.... "


arcane tau kalau orang itu akan mencoba menaikan harga namun itu tidak akan berlaku untuk arcane.


"150 koin emas karena kau mencoba menawar harga"


pedagang itu tersentak, kaget ia tau kalau 200 koin emas sebenarnya setara dengan keuntungannya 4 tahun dan ia terlalu rakus hingga membuat pelanggan nya kesal.


meski begitu ia tidak bisa melakukan apapun dan lebih menerima apa adanya.


"ugh.... ma.... maaf tuan aku setuju"


"baik tangkap ini"


arcane melemparkan kantong uang yang berisi 150 koin emas dan langsung meminta beberapa orang untuk membungkus barang yang ia beli.


setelah selesai ia langsung memasukkannya kedalam gelang penyimpanannya, untuk budaknya ia menyuruh beberapa orang untuk melepaskan rantai yang menghalangi tangan dan kaki kecuali bagian lehernya.


karena kalung bagian leher adalah sebuah benda sihir yang berbentuk segel fungsinya untuk mencegah budak melarikan diri dan patuh pada pemilik, dan proses untuk mengganti pemilik arcane hanya perlu meneteskan darah yang di campur oleh semacam ramuan khusus


karena kondisi ini ia mampir ke toko ramuan untuk membeli 2 ramuan recovery potion, ramuan itu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit dan luka jadinya harga yang harus di bayar arcane cukup mahal apalagi yang ia beli adalah tingkat yang paling rendah.


hari telah menjelang sore, cahaya matahari berwarna oranye keemasan menandakan kalau ia akan tenggelam.


di sebuah jalan yang cukup sepi arcane dan 2 budaknya kembali ke perjalanannya pulang, arcane membutuhkan waktu yang cukup lama karena membelikan beberapa makanan ringan untuk mengganjal perutnya dan kedua budaknya.


kini uangnya sudah habis dan tidak ada alasan lain untuk tetap lebih lama berada di kota, lalu di antara keheningan arcane memulai bicara.


"siapa nama kalian"


kedua budak itu sedikit ragu namun mereka masih harus menjawab, dan yang pertama berbicara adalah yang laki-laki.


"na... namaku adalah gray"


"namaku brown tuan"


arcane mengangguk dan langsung memberikan kedua ramuan itu kepada keduanya.


"minum ini"


.


.


.


tidak ada reaksi pada keduanya ketika arcane menyodorkan ramuan itu, dan arcane mengerti dan langsung kembali berbicara.


"minum lah, ini memang untuk kalian"


mereka masih heran namun tetap menerima dan meminumnya, dan setelah ramuan itu melewati tenggorokan mereka seketika itu pula wajah mereka yang sedikit pucat dan luka yang di tubuh perlahan sembuh.


mereka ingin mengucapkan terimakasih kepada arcane namun arcane telah kembali berjalan dan mereka menyusulnya untuk berterima kasih.


"trimakasih tuan"


tanpa menghentikan langkahnya arcane mengangguk dan langsung memberi beberapa penjelasan.


"mulai saat ini kalain bekerja untukku, apakah kalian bisa bertarung?"


gray yang mengikuti arcane di belakangnya bersama brown membalas dengan semangat.


"hamba bisa tuan hamba adalah seorang dari class kesatria, sementara brown adalah seorang penyihir suport yang terampil.


kami juga berada di tingkat inti mana warna merah"


"itu benar tuan"


tambah brown.


arcane mengangguk dan langsung memberi mereka tempat untuk bekerja di kepimpinannya.


"ok, kalau begitu gray kau aku tunjuk sebagai pengawal pribadiku.


sementara kau brown kau akan menjadi asisten dan pelayanan pribadiku.


bagaimana?"


"kami setuju tuan"


sementara itu brown dengan wajah polos berkata kepada arcane.


"maaf jika lancang tuan, namun sebenarnya siapakah anda tuan? "


arcane melirik brown sebentar dan menunjukkan senyum hangat, meski wajahnya tertutup brown dari bawah bisa melihat senyuman itu sedikit.


"kalian akan tau nanti"


beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah mansion hitam dan memiliki taman indah, mereka masuk secara diam-diam lalu langsung masuk kedalam.


mereka masuk melalui dapur dan disana ada 3 orang pelayan dan salah satu dari mereka sedang memasak.


mereka terkejut dengan kedatangan arcane namun kerika arcane membuka jubahnya mereka langsung memberi hormat.


"pangeran ketiga"


arcane mengangguk dan langsung memberi perintah.


"buatkan makanan untuk ku dan 2 teman kita yang baru.


untuk makananku bawakan ke kamarku dan siap kan juga 2 kamar untuk mereka."


mereka mengangguk paham


"baik tuan"


arcane langsung meninggalkan dapur untuk menuju kamarnya, meninggalkan gray dan brown dalam keterkejutan karena kini mereka melayani adalah pangeran ke 3 yang terkenal sangat buruk.


kini dalam pikiran mereka hidup nya akan sangat berat dan tidak ada bedanya seperti di neraka.


"oh satu lagi gray, brown kalian bisa menanyakan apapun kepada pelayan tentang aku.


aku yakin 'reputasi' ku sudah sangat terkenal dan bukan rahasia umum lagi"


gray dan brown tanpa di beri tahupun sudah tau akan pangeran ke 3, karena kelakuannya sangat terkenal bahkan para budak juga mengetahui kelakuan si pangeran.


arcane pergi ke kamarnya dan langsung membersihkan diri.


jika ada yang penasaran arcane mempunyai kamar mandi di dalam kamarnya, itu adalah pintu yang berada di sebelah kanan tempat tidur nya.


tehnologi kamar mandi ini cukup simple dimana air akan di munculkan lewat rune yang ada di keran, sementara itu air akan di buang lewat pipa ke taman untuk pengairan.


semua kamar mandi seperti ini bahkan ada toilet dengan flash pembersih versi sihir disini.


ok, ketika arcane telah membersihkan di dan berpakaian ia langsung mempelajari buku yang ia beli dan yang pertama adalah rune dan dilanjutkan dengan lingkaran sihir.


dari apa yang di tangkap rune itu berfungsi untuk memberikan perintah atau kondisi tertentu kedalam lingkaran sihir.


sementara lingkaran sihir adalah wadah untuk menampung sihir apa yang akan tercipta.


di tengah pembelajaran itu mark mengetuk pintu.


"tok... tok.... tok....


tuan aku mengantarkan makanan"


"masuklah"


arcane mempersilahkan masuk dan mark langsung menaruh makanan itu di mejanya.


ketika mark akan pergi arcane menahannya sesaat.


"mark, tolong sampaikan kepada gray dan brown kalau besok pagi untuk berada di lapangan latihan belakang mansion."


Mark sedikit tercekat karena perkataan arcane, sebenarnya tidak ada yang aneh namun susunan kata yang arcane ucapkan lah yang membuatnya kebingungan.


dan kata itu adalah 'tolong' itu sebuah kata yang banyak bangsawan tidak akan ucapkan kepada seorang pelayan belaka, dan kata itu keluar dari mulut arcane.


mark kini merasa kalau salju akan turun di musim panas lebih mungkin terjadi dari pada kata-kata itu dari mulut pangeran ke tiga.


"halo mark? apa kau baik-baik saja?"


suara arcane berhasil menyadarkan dia kembali dan langsung menunduk.


"maaf tuan, baik aku akan menyampaikan pesan anda"


arcane mengangguk dan langsung melanjutkan belajarnya, lalu belum selesai dengan keterkejutan itu ketika mark berbalik arcane berbicara.


"jika kau sakit beristirahat lah, jika perlu kau berliburlah beberapa hari"