Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 40


arcane masih fokus pada pekerjaannya sementara selena kini mulai bosan, ia pun keluar dan berkeliling kembali dari ruangan itu.


dengan di temani brown ia menuju beberapa tempat yang belum sempat ia kunjungi seperti bagian lebih dalam pabrik ini.


kemudian tanpa sadar ia berada pada bagian dalam pabrik dimana itu di gunakan untuk ruang penyimpanan, ia kemudian masuk lebih dalam dan ia kini heran karena banyak benda terbengkalai dengan debu dan jaring Laba-laba yang menggantung.


selena menghiraukan semua benda itu dan kemudian ia sampai pada ujung ruangan dimana ada sebuah pintu usang, ketika ia buka ada lapangan yang cukup luas disana.


namun kebanyakan ada tumpukan besi yang sepertinya baru, ketika dilihat lebih jeli selena menemukan kalau barang itu baru di pindah.


selena berkeliling sebentar lalu ia kembali kedalam pabrik.


__________________________________________________________


"TOK..... TOK.... TOK.... krieet.... "


selena membuka pintu namun ia melihat hanya ada arcane di ruangan itu, ia pun melihat sekeliling dan tidak menemukan gray dimana-mana.


"dimana gray"


tanya selena.


arcane masih mengutak-atik benda itu tidak menanggapi, selena kesal ia pun mendekati arcane dan melihat apa yang ia kerjakan.


selena kebingungan dengan apa yang di buat arcane pasalnya bentuk nya tidak terlalu jelas namun semuanya terlihat seperti sampah yang di jadikan 1.


dengan rasa penasaran ia bertanya kembali


"apa yang sedang kau buat?"


arcane dengan enteng menjawab.


"kau akan tau"


selena semakin kesal namun saat ia akan berteriak gray datang dengan Gavin.


"tuan Gavin telah datang"


arcane mengangguk kemudian ia berbalik dan langsung melempar salah satu benda itu, ketika di lempar ada semacam ger yang berputar.


Gavin menangkapnya dan ia kebingungan dengan benda yang di pegang arcane, ketika ia memperhatikan lebih teliti tiba-tiba.


"tik.... tik.... bush..... "


asap tebal berwarna putih keluar dari benda itu, asap itu tidak memiliki bau menyengat ataupun mengganggu penciuman namun asap tebal terus keluar hingga menganggu pemandangan, apalagi ada hawa dingin yang keluar dari asap itu.


selena kini memasang wajah ketertarikan dan penasaran sementara arcane hanya tersenyum kemenangan karena ia berhasil menciptakan apa yang ia inginkan.


dengan kemunculan asap itu banyak pekerja yang keheranan dan penasaran dengan apa yang terjadi one eye langsung menghampiri dan berteriak.


"ada apa ini!!!! "


beberapa saat kemudian asap itu telah menghilang dan arcane muncul untuk menenangkan mereka semua.


"tenang semuanya ini hanya salah satu benda yang akan kita jual, ini hanya sebagai testimoni saja"


para pekerja keheranan namun mereka melanjutkan pekerjaan mereka tidak lupa arcane memanggil thin dan Jack ke ruangannya.


"thin, Jack keruangan ku segera.. dan Jack bawa juga 500 koin emas"


kini arcane memulai pembicaraannya dengan menggelar beberapa tumpukan kertas di depannya.


"baik pertama aku ingin tau tentang pabrik ini, aku lihat dari denah pabrik ini cukup luas namun kenapa terlihat sempit? "


sebelum Jack atau thin berbicara selena menjawab.


"mungkin itu karena tumpukan sampah yang ada di bagian belakang pabrik kak, jadinya pabrik ini terasa sangat sempit.


bahkan sebenarnya pada bagian belakang memiliki lapangan cukup luas namun malah di isi banyak sampah"


mereka semua kecuali arcane memandang selena yang berbaring di sofa ini membuat thin, Jack dan Gavin berdiri di ruangan itu sementara gray berdiri di samping arcane seperti biasa dan brown duduk di tempat yang tersisa, lalu thin mulai berkata.


"bos siapa dia? "


"dia adikku namanya selena, trimakasih selena"


kata arcane singkat.


"Sama-sama"


Jack, thin dan Gavin menganggukkan kepala lalu kemudian Jack mengawali pembicaraan.


"begini bos sampah yang di belakang adalah barang palsu yang kami beli dari pengepul pasar gelap.


kami tertipu namun one eye dulu ingin melakukan hal yang sama dengan menangkap pedagang yang menipu kami dan menyita semua dagangannya untuk di jual kembali.


arcane menaikkan satu alisnya dan menatap kosong kearah Jack, kemudian ia menghela nafas dan bersyukur atas keputusannya untuk tidak one eye menjadi kepala perdagangannya.


"baik Gavin bongkar tumpukan sampah itu.


kita akan mendaur ulangnya, jika ada barang yang tidak bisa jadikan suku cadang jika tidak bisa juga hancurkan atau lebur menjadi bahan barang baru"


mereka setuju namun Jack berkomentar.


"tapi bos kita tidak punya seorang penempa dan alat Macksmit"


arcane menjentikkan jaringannya dan menunjuk ke thin.


"itu akan menjadi tugas thin untuk mencarinya, sementara alat-alat akan di urus Gavin. "


mereka mengangguk dan arcane melanjutkan.


"aku akan membentuk divisi perawatan, divisi ini akan mengawasi peralatan dan kondisi bangunan jika ada yang tidak beres mereka akan memperbaikinya jika tidak bisa maka divisi lain akan membantu seperti kerusakan pada meja crafting pekerja maka mereka akan memperbaikinya jika kesulitan maka mereka berhak meminta tenaga dari divisi crafting.


Gavin kau aku tunjuk menjadi kepala divisi crafting"


setelah selesai bicara Gavin langsung memberi hormat.


"baik bos"


lalu kemudian arcane melanjutkan perkataannya.


"kita membutuhkan peralatan dan pegawai yang banyak.


Jack berapa total aset keuangan kita"


Jack dengan tegas menjawab.


"sekitar 12.000 koin emas tuan"


arcane mengangguk dan berkata.


"ambil 4.000 koin emas untuk melengkapi fasilitas dan pasokan barang kita, dan thin cari pekerja yang bisa kita rekrut.


kau bisa juga membeli budak dengan jika memiliki kemampuan yang di butuhkan semakin baik danamu sebesar 6.000 koin emas


lalu Gavin gunakan 1.000 koin emas untuk merenovasi semua fasilitas yang ada juga 500 koin emas untuk membeli beberapa senjata."


mereka setuju namun Jack bertanya kepada arcane.


"bos kenapa kita memiliki sedikit dana untuk membeli senjata?"


arcane menjawab.


"karena kita masih belum membutuhkan prajurit, kelompok ini juga masih belum terlalu terekspos.


namun sebagai Jaga-jaga rahasiakan perdagangan kita kedepan"


Jack menjawab.


"baik bos!! "


arcane kemudian mengambil beberapa tumpukan kertas dan menyerahkannya kepada Jack, thin dan Gavin.


"ambil ini....


dokumen itu berisi petunjuk untuk kedepannya termasuk penunjukan kepala pemimpin divisi, kemungkinan aku tidak akan datang dengan cepat jadi ikuti petunjuk yang di sana."


mereka bertiga kemudian mengangguk dan membaca dokumen masing-masing, thin melirik dokumen milik Jack dan bisa dilihat kalau isinya berbeda dan Gavin yang terus melirik benda yang telah di buat arcane.


arcane melihat itu dan mulai menjelaskan.


"setiap dokumen berbeda namun itu bukan rahasia kali bisa berbagi pekerjaan asal tidak bocor ke orang luar kelompok ini.


dan Gavin ini adalah varian bom yang aku buat, mereka bernama bom cahaya yang menghasilkan cahaya menyilaukan dan membuat pusing beberapa saat.


bom asap yang mengeluarkan asap yang menghalangi pandangan seperti tadi.


bom kejut dimana akan menghasilkan gelombang kejut dan kemungkinan bisa melontarkan seseorang ketika jika ia tidak melakukan pelatihan.


beri tanda berupa warna pada setiap bom, lalu Jack jual dengan jumlah yang terbatas dan katakan kalau pembuatan dan pencarian bahan sangat susah dan rumit, jual dengan harga semahal mungkin"


ketiganya lang membungkuk hormat dan berkata.


"laksanakan bos"


arcane tersenyum dan membalas.


"baik kalian bisa bubar"