
"Jadi dead bath adalah kelompokmu Ya? "tanya Arcane
Brian yang di depannya kemudian menjawab.
"benar pangeran mereka ada kumpulan orang yang telah di bantu anda dan mereka yang putus ada, saat ini semua anggota seperti hamba yang merupakan pengelola berbagai tempat tapi kami masih berkumpul di sebuah wilayah untuk pertemuan rutin.
kami sebenarnya juga ingin menjadi pendukung pangeran."
Arcane kemudian berfikir sebentar sebentar kemudian ia langsung berdiri dan memberikan pernyataan.
"baik kalau begitu kumpulkan mereka dan katakan kalau grup ini akan aku hancurkan.
lalu bersiap mengucapkan selamat tinggal pada usaha yang kalian dirikan termasuk kau Brian, namun untukmu kau harus meninggalkan tempat ini paling lama 3 hari dan tunggu aku di lokasi ini bersama mereka"
Arcane menuliskan sebuah alamat dan meletakkannya di meja kemudian ia berjalan ke pintu keluar tanpa mendengarkan pendapat Brian.
lalu sebelum keluar ia kembali berkata.
"ini adalah perintah pertamaku, jika tidak ingin mengikuti ku berarti aku anggap menolak menjadi bagian kelompok ku.
pastikan kau juga memberitahu perintah yang aku berikan"
Brian sangat syok dengan perkataan Arcane, tempat ini dibangun atas jerih payah dan tetesan keringat yang ia curahkan apalagi ia di suruh untuk ke sesuatu tempat yang tidak jelas.
ia menatap istrinya dan menunjukkan alamat itu, istrinya memberi tau kalau tempat itu berada di perbatasan antara wilayah kumuh dan rakyat biasa.
tempat yang sangat tidak strategis untuk membangun bisnis ataupun memperkuat koneksi, berbeda dengan tempat yang ia gunakan saat ini di mana berada di wilayah hiburan yang ramai dan strategis.
"sayang aku serahkan semuanya kepadamu, karena setelah aku bertemu dengan pangeran ke-3 aku kini seperti seekor burung yang keluar dari daerah berkabut" kata
Brian kemudian menggeleng dan tertunduk depresi, istrinya Hana menghampirinya dan mengusap punggung Brian dengan lembut.
__________________________________________________________
Arcane keluar dari ruangan itu kemudian melirik Kai dengan singkat, dengan sigap Kai langsung mengikutinya dibelakangnya.
ruangan yang di gunakan Arcane berasal dari ruangan lantai dua yang digunakan Brian untuk mengurus beberapa urusan, Jadi ia harus menuruni beberapa anak tangga.
di sana Arcane memulai pembicaraan singkat.
"sebagai orang yang di sebut jendral timur kau pasti memiliki tempat tersembunyi kan?"
Kai dengan sopan langsung membalas.
"tentu saja, Saya juga memiliki beberapa yang bahkan anak buahku tidak tau"
Arcane mengangguk setelah mereka berada di penghujung anak tangga Arcane kembali berbicara.
"bawa semua budak dan anak buahmu ke sana, kelompokkan semua budak itu akan kemampuannya.
dan berikan mereka makanan yang layak, ini sebagai modalnya."
Arcane memberikan sebuah cincin ruang kepada Kai, cincin itu berisi benda koleksi milik Fake yang tidak berguna, Arcane tau karena ia bisa menilai kalau semua benda itu adalah sampah mahal.
Untuk sekarang Arcane hanya membutuhkan uang untuk melakukan beberapa rencananya, setelah itu mereka berpisah dan ketika Arcane keluar ia bertemu Lou.
Lou disana hanya bersandar di tembok luar dan tidak melakukan apapun, sementara itu Arcane hanya melirik nya sebentar lalu meninggalkannya.
Lou disana langsung menghentikan Arcane.
"hei kau bocah..... kau ingin mengacaukan kehidupan kami Ya"
Arcane hanya berhenti tanpa menoleh, melihat tingkah Arcane Lou kembali berkata.
"meskipun kau di bilang penolong namun aku tau kau seperti apa dari para masyarakat.
kau memang sampah tidak berguna, kau pasti hanya ingin mengambil kebaikan yang dulu kau tabur kan!?..
Arcane yang berhenti ia kembali melanjutkan jalannya namun Lou kembali berteriak.
"sampah!!!...... jika kau mempersulit hidup kami, maka aku akan menghajar mu camkan itu! "
tanpa mengubahnya Arcane tetap berjalan sendiri di tengah kota mengenakan jubahnya, hujan sudah reda meninggalkan kelembaban dan banyak kubangan air di mana-mana.
Arcane melihat keatas dan mendapati kalau langit ternyata mulai menjadi terang, ia kemudian tersenyum dengan lembut seraya berkata.
"meskipun merepotkan sepertinya aku harus kembali ke istana"
.
.
.
beberapa saat kemudian Arcane telah sampai di hotel dan mendapati kalau Gray dan Brown telah sadar, ia tersenyum kepada mereka dan mengucapkan.
"selamat pagi"
Gray dan brown juga memberi hormat dan berkata.
"maaf kami telah merepotkan anda tuan"
Arcane menggeleng kemudian membungkuk lalu mendekatkan mulutnya ke telinga mereka, ia pun kemudian berkata dengan singkat.
"mereka membenci kalian hanya karena mata, telinga dan indra kalian yang sedikit berbeda, dan sepertinya aku membutuhkan itu untuk langkah awal untuk membangun kekuasaan"
"tuan ap-arck" Brown kaget dengan perkataan Arcane yang tiba-tiba lalu pandangannya langsung menghitam, disisi lain Gray bisa menangkis serangan Arcane dan memasang posisi bertarung.
Arcane menatap gray dengan tatapan tajam dan memasang posisi bertarung, mereka kemudian langsung beradu tinju di ruangan itu.
meskipun Gray lebih mendominasi namun Arcane masih bisa mengimbanginya dengan menggunakan sihir udara, pertarungan itu begitu kacau hingga seisi kamar rusak.
pertarungan itu juga sempat membuat Brown terbang dan akan membentur tembok namun beruntungnya ia mendarat di sebuah kasur yang terlempar karena pertarungan Gray dan Arcane.
mereka melakukan beberapa adu pukulan lalu ketika jaraknya menjauh Gray langsung mengeluarkan pedangnya.
namun seketika Arcane langsung menyerang dan mengenainya dengan telak, ini membuat Gray terbang dan terlempar hingga menabrak dinding.
Arcane mengambil pedang itu kemudian berkata dengan nada menghina.
"jangan bersikap sok kesatria, karena kau belum seorang kesatria"
lalu Arcane langsung menyerang tengkuk Gray dan membuatnya pingsan, setelah itu pintu ruangan itu di dobrak oleh seseorang.
"ada apa ini!! " teriak orang itu.
Arcane berbalik dan mendapati kalau itu adalah prajurit patroli, ia kemudian menyarungkan pedangnya dan langsung memberi perintah kepada prajurit itu.
"kalian ikat dan ikuti aku menuju istana"
para prajurit itu sedikit kebingungan namun mereka langsung tersadar dan mengambil tali untuk melaksanakan perintah dari Arcane.
beberapa saat kemudian Arcane duduk di ruang tunggu hotel sambil memakan beberapa camilan dan menunggu pihak hotel melakukan pekerjaan mereka di depannya juga ada sebuah poster yang bertuliskan pengumuman kedewasaan Arcane dan lukisan wajahnya.
sementara itu untuk prajurit juga di minta Arcane sekali membantu, sebenarnya memberi perintah untuk prajurit harus menyebutkan nama serta pangkat atau status seseorang karena itu adalah kode etik militer
tapi Arcane sebelumnya langsung memberi perintah dikarenakan wajahnya saat ini pastinya telah di sebar ke berbagai tempat dan tau akan identitasnya.
tapi sepertinya identitas Arcane tidak akan terlalu di ketahui karena foto dalam brosur itu sangat tidak jelas namun jika di perhatikan secara seksama maka akan ada jejak kemiripan.
Arcane berpikir mungkin inilah alasan kemarin di tempat perjudian itu tidak ada kehebohan tentang kedatangan pangeran ke 3.
lalu ketika tehnya telah habis dan Arcane membayar beberapa kerugian ia langsung pergi dengan diikuti beberapa prajurit yang membawa Gray dan Brown