Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 125


kota Red sand adalah kota perdagangan yang sangat maju, di setiap sudut kota selalu ada toko yang menjual beraneka ragam barang.


kota ini memang mengandalkan perekonomian namun mereka juga tidak meninggalkan ciri khas penduduk asli yang mana jika ke kota pesisir pasti akan ada nelayan di sana.


begitu pula di kota Red sand ini, meskipun nelayan disini tidak terlalu mencolok namun tiap restoran seafood atau ikan dini tak kalah segar dari daerah lain, yah meskipun tidak sebesar daerah lain.


dikota ini baik siang maupun malam akan selalu ramai pedagang dan wisatawan, dan bahkan hampir bisa dikatakan kalau kota ini tidak pernah tertidur.


adalagi keistimewaan di kota ini, yaitu pedagang dari ras lain biasanya juga datang dan menjual produk mereka.


namun meski begitu ras lain masih di diskriminasi oleh manusia tak jarang pula mereka di tipu hingga kantong mereka kering dan menjadi budak.


sementara itu saat ini hari telah menjelang malam dan di trotoar jalan Arcane dan Ghor sedang berjalan bersama menikmati sajian yang di tawarkan.


Ghor kesana kemari membeli banyak jajanan pasar sementara Arcane sibuk melihat-lihat barang dan staf sihir.


Arcane juga menemukan sesuatu yang baru yaitu senjata sihir yang berbentuk pedang panjang dengan aura yang keluar darinya.


Ghor melihat Arcane yang takjub langsung menjelaskan.


"aku sarankan jangan beli benda itu"


Arcane menoleh dan bertanya.


"kenapa? "


sementara itu pedagang yang menjual menatap Ghor dengan tajam dan berkata.


"hei nak, jangan merusak bisnis barang ku itu berkualitas dan asli meskipun aku menjualnya di pinggir jalan"


Ghor menggeleng dan menjelaskan.


"aku tidak pernah meragukan Barang-barangmu pak karena memang kau penjual yang jujur, ini hanyalah pandangan pribadi"


penjual itu langsung tersenyum dan bersikap ramah.


"oh begitu hahahaha....


maaf maaf lanjutkan saja"


Ghor kemudian melanjutkan penjelasannya.


"arc, itu adalah senjata sihir, yang namanya senjata sihir adalah senjata yang di tempa bersama sebuah sihir hingga menyatu yah tergantung pada kwalitas juga kuat tidak nya.


dari tampilannya senjata itu akan menghasilkan sihir api yang kuat setara aura merah 3 sampai 4 kali lebih kuat, namun senjata sihir bagiku adalah senjata penghianat "


"kok bisa? kenapa? "


Ghor menghela nafas dan menjawab.


"benda itu begitu selesai di gunakan atau sihir nya habis maka senjata itu akan hancur.


seringkali para petualang mati karena terlalu mengandalkan senjata itu"


Arcane mengangguk dan mengerti maksud Ghor.


"yah mungkin mereka lupa karena terlalu mengandalkan sesuatu yang instan"


Ghor langsung menimpali.


"meskipun itu kelalaian pengguna tapi sebuah senjata seharusnya bersama dengan pemiliknya hingga akhir.


aku tidak mengakui benda seperti itu adalah senjata, melainkan alat sihir "


Arcane mengangguk dan melihat-lihat lainnya meskipun Arcane tidak membeli apapun namun ia cukup puas dan memberikan beberapa koin tembaga kepada beberapa orang miskin dan penghibur jalanan.


melihat itu Ghor berkomentar.


"arc, ternyata kau cukup baik Ya"


Arcane menoleh dan bertanya.


"kenapa kau menyimpulkan seperti itu? "


Ghor sambil memakan makanannya ia menjelaskan.


"yah kau mau mengurusku meskipun kita baru bertemu dan kau juga memberikan uangmu kepada mereka yang membutuhkan"


Arcane tertawa kecil dan menanggapi perkataan Ghor.


"Ghor, jangan salah paham aku mau membantumu karena aku berfikir kau berguna.


dan juga lebih baik kau menghilangnya prasangka seperti itu karena aku sesungguhnya lebih kejam dan tidak manusiawi dari yang terlihat"


Ghor kebingungan dengan perkataan Arcane karena menurutnya Arcane adalah orang paling baik yang ia temui.


Untuk Arcane sendiri ia berkata seperti itu tidak tanpa dasar, pasalnya di dunia sebelumnya ia juga melangkah ke penelitian kejam untuk memuaskan hasratnya.


Arcane bahkan pernah membedah dan merekonstruksi manusia hanya karena ingin menemukan implan baru sampai dengan menggantikan tulang manusia dengan kerangka canggih buatannya.