Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 75


Arcane tersenyum takjub ia pun kini langsung menguji portal itu, meskipun ia tidak asing dengan hal semacam ini namun sesungguhnya ini di sebut portal teleportasi, tapi yah meskipun di jaman ini bisa di sebut teleportasi.


namun sesungguhnya teleportasi di bedakan yang dimana teleportasi secara langsung dan gerbang atau portal teleportasi.


didunia sebelumnya Arcane sudah membuat berbagai macam bentuk teleportasi dan ini juga membuat Arcane menguji cobanya karena jika salah tempat bisa berbahaya, apalagi jika lintasan teleportasi mengalami masalah bisa jadi tubuhnya terpotong dan beberapa kriteria lain.


namun di sini Arcane bisa melihat kalau sihir bisa menghilangkan beberapa komponen untuk dijadikan alat seperti Porta teleportasi didepannya.


ia juga memandang Blue dengan serius dan kemudian ia bertanya.


"blue bagaimana kau tau hal ini apalagi sihir, padahal kau baru saja terlahir"


untuk menyebut Blue terlahir bukanlah hal yang salah karena kotak astral memang akan menumbuhkan roh didalamnya yang akan seperti bayi yang terus tumbuh, dan jika keluar makan ia akan seperti bayi yang akan tumbuh menjadi dewasa.


"entahlah, Blue juga tidak mengetahuinya namun Blue juga bisa menjawab hampir semua pertanyaan tuan....


namun aku tidak memiliki bentuk fisik yang bisa membantu tuan jika bertarung atau semacamnya" jawab Blue.


Arcane mengangguk dan sepertinya menduplikasi kedua buku yang di miliki nya membuat perubahan besar untuk Blue, mungkin itu instingnya sebagai roh yang baru terlahir.


Arcane tidak ambil pusing ia pun langsung memasuki portal itu bersama Blue dan cahaya menyilaukan memasuki matanya.


butuh beberapa saat untuk menyesuaikan diri, Arcane membuka matanya dan melihat sekeliling, ternyata berdiri di sebuah altar yang terdapat monolit yang sama.


"altar dalam ruangan? selera yang aneh" kata Arcane.


Arcane berkata seperti itu karena tempat itu juga di bangun sebuah penutup semacam kubah diatasnya, namun lokasi altar itu berada di sebuah ruangan bulat dan altar itu berada di pusatnya.


ketika Arcane menuruni altar itu seperti sensor yang menangkap pergerakan tiba-tiba banyak pola dan garis yang menerangi seluruh ruangan.


Arcane melihat kalau lantainya memiliki pola garis yang aneh, dindingnya juga memiliki gambar yang asing seperti banyak orang yang melakukan pekerjaan berat, dan di atapnya terdapat lukisan yang terbentuk dari kumpulan rune.


di ruangan itu juga tidak ada debu atau kotoran sedikitpun dan Arcane juga menduga kalau tempat ini pasti di bersihkan secara berkala.


ketika Arcane sedang asik melihat semua gambar itu tiba-tiba ada pertanyaan.


"Blue apa kau bisa melihat pintu di ruangan ini? "


Blue kemudian menjawab.


"tuan untuk saat ini hamba hanya bisa melihat apa yang tuan lihat, dan hamba tidak menemukan apapun yang berbentuk sebuah pintu"


wajah Arcane kini menjadi gelap dan mengeluh.


"orang aneh mana yang membuat ruangan aneh ini"


ketika sedang mengeluh sebuah getaran terjadi di ruangan itu, ia pun langsung menuju ke depan teleportasi dan bersiap untuk kabur kapanpun jika ada bahaya.


getaran itu tak kunjung selesai hingga Arcane menyadari kalau gambar yang berada di dindingnya bergerak dan berkumpul di depan altar.


kemudian gambar itu berpisah menjadi dua dimana yang berada tepat di depan altar melakukan gerakan menarik tali dan yang lainnya berlutut.


perlahan juga ada sebuah gambar tali yang muncul dan dekorasi lain seperti cahaya dan pakaian dalam gambar itu yang melengkapinya.


dan bebarengan dengan itu dindingnya bergeser dan dari celah yang terlihat Arcane mendapati kalau ada sebuah lorong gelap yang kemungkinan menuju ruangan lain.


ketika Arcane akan menuju ruangan itu tiba-tiba sebuah suara berat dan serak terdengar terlebih lagi bebarengan dengan itu sepasang cahaya merah bersinar dalam kegelapan.


"hooh....


siapa yang berani menyusup kedalam castell ini"


__________________________________________________________


ditempat lain segerombolan orang kini sedang berkumpul didalam sebuah gedung, lalu tiba-tiba ada seseorang yang memakai pakaian mewah menaiki podium.


semua orang berbisik keadaan yang sedang terjadi.


"hei kenapa kita di kumpulan disini? "


"entah tidak biasanya kita di kumpulkan kecuali perang antar geng"


"hei apa kau belum mendengar kabar kalau koleksi tuan Fake di rampas karena kalah judi? mungkin itu sebabnya kita di kumpulkan"


"hah..... merepotkan atasan yang berulah kita yang berkorban"


bisikan sana sini terdengar lalu seseorang yang menaiki podium berbicara dengan di sertai alat sihir pengeras suara.


"semuanya perhatian!!!..... "


semua Orang langsung memusatkan perhatian ke podium, setelah itu orang itu kembali berbicara.


"kalian sudah dengar kalau tuan fake kalah dalam meja judi dan kita di suruh untuk merebut kembali barang miliknya.... "


orang itu berhenti sejenak dan memperhatikan bagaimana respon mereka kini mereka semua memasang ekspresi tidak suka, lalu kemudian Orang itu kembali bicara.


"benar meski ini seperti permintaan egois namun tuan Fake mendapatkan informasi kalau cetak biru alat peledak itu berada di tempat judi tersebut.


dan kalian tau kalau alat itu akan memperkokoh kelompok ini, Jadi jika misi ini sukses kita pasti akan menjadi penguasa tinggal di distrik timur ini dan kita bisa menunjukkan taring kita di dunia bawah.


oh jangan lupa dengan uang yang akan kita dapatkan "


setelah ia berbicara seperti itu semangat mereka menjadi berkobar dan teriakan memenuhi seluruh bangunan.


"uwooooh...... "


"bagus kita akan berangkat ke tempat itu pada tengah malam!!.... "


disisi lain di sebuah ruangan yang penuh dengan banyak ramuan dan bau yang menyengat disana ada seseorang yang duduk dan meramu sesuatu.


ketika ia sedang sibuk seseorang mengetuk pintu.


"tok.... tok... tok.... kriek.. "


orang itu adalah seorang wanita dengan memakai topeng, ia kemudian berlutut dan berkata serius.


"ketua Rose seluruh pasukan sudah siap!! "


Rose melirik dan kembali meracik ramuan.


"persiapkan seluruh racun yang kita miliki, dan bantu aku menyelesaikan ini kita akan menyerang pada tengah malam"


"siap laksanakan..... " kata orang itu.


dilain tempat pada sebuah ruangan seperti sebuah ruang rapat, semua Orang sedang mendiskusikan sesuatu namun pada semua tempat duduk yang telah di isi ada 1 tempat yang belum di tempati yang mana disana ada total 4 tempat duduk yang tersedia.


"Jadi bagaimana? apa mengambil tindakan?" kata seorang disana dengan otot besar.


"tunggu apalagi? dari awal ia memang tidak memiliki kesetiaan kepada kita, dan lihat sekarang bahkan ia membawa beberapa anggota kita" kata seorang yang memiliki pakaian mewah.


kedua orang itu menatap satu Orang yang dari tadi diam dengan perawakan memakai pakaian sederhana dengan janggut putih panjangnya dan ia sedang berfikir dengan mengelus janggutnya yang panjang dan menutup matanya.


setelah beberapa saat ia membuka mata dan langsung berkata tegas.


"siapkan pasukan, kita akan berperang tengah malam ini! "


dua orang lainnya langsung berdiri dan membungkuk lalu berkata bebarengan.


"laksanakan!!..... "