
setengah pengajaran singkat mereka langsung menuju lapangan pelatihan, berbeda dari sebelumnya kini blast menyuruh brown dan gray untuk langsung menyerangnya.
gray dengan cepat maju dan berhadapan langsung sementara brown memberi dukungan dengan sihirnya, gray dengan pedagang kartunya dengan lincah menyerang blast sementara itu brown melakukan sihir gangguan dan sihir buff.
kerjasama mereka sangat halus dan seimbang meski tidak bisa menandingi blast namun kekuatannya membuat blast takjub.
mau bagaimanapun kekuatan mereka jika di satukan seperti pemburu dan peliharaannya yang bertanggung bersama dan saling melengkapi.
lalu beberapa saat kemudian blast menghentikan pelatihan itu dan di lanjutkan dengan arcane.
berbeda seperti sebelumnya arcane kini lebih tenang dan langsung menyerang blast secara langsung dengan beladiri aneh menurut blast.
meski begitu ia bisa melihat kalau arcane seperti telah mengarahkan dirinya kedalam gerakan yang di tentukan ini seperti arcane telah mengendalikan pergerakannya atau telah melihat pergerakan yang akan di lakukan.
blast mau tidak mau merasa kagum dan sedikit menyesal karena gagal melihatnya di pertarungan sebelumnya, dibeberapa kesempatan arcane juga melakukan serangan sihir seperti tebasan angin dan sebagainya.
meski kekuatannya kurang namun blast mengerti kalau di asah dengan serius maka ia bisa menjadi aset negara yang paling penting.
pelatihan itu tidak berlangsung lama karena blast sendiri memiliki sesuatu hal yang harus ia lakukan di istana negara.
__________________________________________________________
selesai pelatihan arcane kini memulai kembali belajarnya tentang teknologi dan sihir namun kini ia memikirkan sesuatu yang bisa menyerap mana seperti halnya dengan tubuh mungkin bisa di sebut generator mana.
arcane sempat berfikir membuat sebuah batrai namun dengan adanya batu mana dan batu sihir rasanya itu akan percuma karena sudah banyak alat yang bisa secara langsung mengalirkan mana seperti batrai.
namun dengan konsep benda yang selalu terus di alirkan mana arcane harus membuat generator mana sendiri, ini seperti setiap orang memakai sepeda gayung namun arcane mencoba menciptakan sepeda motor.
namun sama halnya dengan generator listrik seperti yang dikenal dimana harus ada yang namanya energi penggerak untuk mengaktifkan generator itu seperti angin, air, panas dan lain-lain.
namun arcane beruntung ia berfikir kalau bagaimana kalau ia merubah listrik menjadi mana.
konsep itu tertulis di beberapa literatur yang dibaca arcane yang dimana manusia maupun mahluk hidup lain menyesuaikan diri ketinggian merubah suatu energi menjadi mana dengan beberapa lingkungan sihir skala besar.
karena energi yang di butuhkan untuk merubahnya membutuhkan sumber yang sangat besar, katakanlah sebuah letusan gunung berapi yang lavanya di rubah menjadi mana mungkin hanya menghasilkan beberapa ton batu mana kwalitas baik.
namun arcane menemukan hal yang lebih simpel dimana ia akan merubah listrik menjadi mana, ia sangat tidak asing dengan generator listrik, dan sebagai percobaannya ia akan menggunakan versi besarnya terlebih dahulu.
untuk itu sepertinya ia memerlukan dana yang cukup besar dan harus merogoh tabungan berliannya.
namun ia tidak ragu sedikitpun namun masalahnya ialah ia harus menemukan tempat yang cukup terpencil yang tidak sangat jarang dilalui seseorang.
arcane kini berharap kalau menemukan sebuah tempat yang tersembunyi di bawah tanah seperti kota black mountain namun sepertinya seluruh kota telah di kuasai oleh gargantua.
ketika ia kebingungan seseorang mengetuk pintu.
"tok.... tok... tok.... "
arcane mendengar nya dan mempersilahkan orang itu masuk.
ketika terbuka dapat dilihat kalau ia adalah mark yang mengantarkan beberapa makanan untuk arcane, ia pun segera menaruh makanan di meja arcane.
"silahkan dinikmati tuan"
arcane mengangguk dan mempersilahkan ia pergi.
"huhft.... trimakasih"
mark melihat kalau arcane sedang pusing, ia pun bertanya.
"tuan apakah ada masalah?, karena sepertinya anda sedang memikirkan sesuatu"
arcane melihat mark dan menjawab.
"yah aku dengar kabar kalau sebenarnya ibukota ini memiliki kota bawah tanah yang dikuasai oleh para mafia dan sebagainya.
jadi bagaimana jika tepat dibawah kita adalah kota itu dan membuat kita rentan"
arcane tidak menyembunyikan kenyataan namun tidak juga mengatakan hal yang sebenarnya, jika diketahui oleh mark pastinya tidak ada yang namanya tempat persembunyian.
mark tersenyum dan berkata dengan tenang.
"tuan tidak perlu khawatir, meski ada hal semacam itu kekuatannya tidak akan membuat kita rentan karena di istana ini tidak ada hal semacam itu.
meski dikatakan seperti kota namun setiap ruangannya seperti jalur tambang yang memanjang, dan mereka tidak akan berani menggali kedalam bawah istana karena memiliki pelindung khusus..."
arcane mendengar dengan seksama dan mark pun melanjutkan penjelasan nya.
"meski begitu ada beberapa tempat yang berupa ruang bawah tanah yang terbengkalai di beberapa lokasi.
kebanyakan diabaikan karena lokasinya yang tidak strategis"
arcane tersenyum dan membalas.
"lalu apakah kau memiliki informasi tentang tempat itu?"
mark sedikit berfikir kemudian menjawab dengan ragu-ragu.
"aku tidak tau pasti namun ada beberapa tempat seperti itu di daerah kumuh dan kuburan kerajaan"
arcane memikirkan beberapa kemungkinan beberapa saat kemudian ia mengijinkan mark pergi.
"baik trimakasih, kau boleh pergi"
mark pun membungkuk dan meninggalkan ruangan dan tanpa ia sadari arcane tersenyum lebar.