Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 92


"dimana Arcane? " kata Blast dengan nada penuh penekanan.


raja James menjawab dengan cuek.


"entah, dia tidak masuk kedalam jangkauan sihir pelindungku"


Blast berbalik dan pandangannya menyusuri mayat-mayat yang bergelimpangan di halaman, merasa belum cukup tiba-tiba dari punggung zirah nya muncul semacam helm besi yang otomatis langsung terpasang kepada kepala Blast.


ia kembali meyusuri mayat itu, di dalam pandangannya kini ia bisa melihat aura dan aliran mana dan berkat helm itu sepertinya ia bisa memperbesar jarak pandang dan memindai ciri fisik setiap Orang.


Blast menghela nafas dan membuka helmnya.


"ia tidak ada di tumpukan mayat itu"


selagi berjalan menuju istana yang masih terdengar ledakan raja James bertanya.


"kenapa ayahanda bertanya tentang anak itu?"


Blast berhenti dan melirik raja James ia kemudian menghela nafas dan berkata.


"hah.....


aku hanya berharap anak itu tidak memiliki kegilaan keluarga Fortis"


raja James memiringkan kepalanya karena tidak paham perkataan Blast.


"apa maksud ay-"


"BOOM... BHAHAHAHHAHA ZIRAH APA ITU!!! AKU INGIN MENELITI NYA, MEMBONGKAR NYA MEMBUATNYA WHAHAHAHA...... BERIKAN... BERIKAN WHAHAHAHA"


belum selesai James selesai menyelesaikan perkataannya suara ledakan besar diikuti oleh suara tawa terdengar, reflek James dan Blast menoleh kearah suara dan mendapati ada seseorang yang terlempar.


terlihat seorang anak kecil seperti terlempar dari kejauhan diikuti oleh zirah bercahaya yang tak lain salah satu anggota Magical knight yang mengikutinya, James dan Blast melebarkan matanya karena sepertinya mereka tau siapa orang yang melayang meskipun mereka ragu.


sosok anak kecil itu terbang hingga mendarat di dekat gerbang dan karena pendaratannya membuat kawah kecil diikuti oleh Magical knight.


James dan Blast mendekati keduanya dan kini mereka bisa melihat jelas kalau ia adalah orang yang tidak mereka duga.


"Arcane!?" kata James dan Blast secara bersamaan.


James heran bagaimana Arcane bisa masuk kedalam kondisi seperti itu, di sisi lain Blast selain terkejut raut wajahnya lebih ke terkejut dan merinding.


"kegilaan keluarga fortis"


---sebelumnya----


begitu Arcane berhasil membebaskan Gray dan Brown ia langsung menarik dan menyeret mereka menuju istana sampai Gray dan Brown bisa berlari sendiri.


"Blue tunjukkan jalannya, Gray Brown ambil ini"


kata Arcane sambil melemparkan beberapa cincin penyimpanan.


Gray dan Brown bingung ketika mereka akan bertanya sebuah cahaya biru datang entah kemana dan terbang melayang di depan Arcane.


"Saya di sini tuan, ikuti Saya" kata cahaya biru itu.


Brown dan Gray terkejut mereka sempat berfikir kalau apa yang di hadapan mereka adalah hantu atau sejenisnya.


Arcane dengan cepat menjawab.


"ia adalah astral soul namanya Blue, mulai saat ini ia adalah rekan kita dan Brown kedepannya kau akan terus bekerja sama dengan dia"


"ba-baik tuan" kata Brown yang masih gugup.


brown tau mahluk sejenis Blue ada banyak seperti ghost, spirit, litch dan sebagainya namun mahluk transparan seperti itu jarang di temui dan saat ini baru kali ini ia menemukan mahluk seperti itu.


mereka terus berlari di antara ledakan ada juga beberapa yang meledak di hadapan mereka, ledakan itu seperti di sengaja dan membuat jalan singkat untuk mereka.


Gray dan Brown sedikit bingung karena semua ledakan seperti di perhitungkan dan ledakan itu juga seperti membuat jalan untuk mereka.


mereka seperti berlari di labirin yang bergerak namun labirin itu membantu mereka melalui jalan yang terpendek.


mereka terus berlari hingga sampai di sebuah percabangan jalan, di sana Arcane langsung memberikan perintah.


"kalian ikuti Blue dan ambil semua yang ada dalam waktu 30 menit, apapun yang terjadi langsung tinggalkan dan ikuti Blue untuk keluar ke jalur aman.


kita akan bertemu di markas! "


Gray dan Brown mengangguk dan kini paham maksud Arcane, mereka kini berpisah dan Arcane langsung berlari kencang dengan memakai sihir anginnya.


pedang biasa sampai pedang besar, tombak, tameng, anak panah zirah semuanya ada disana.


tanpa basa-basi Arcane langsung mengaktifkan sabuk nya dan memasukkan semuanya kedalam, semua senjata dan peralatan seperti terhisap masuk ke dalam sabuk nya.


sesaat kemudian ledakan terjadi kembali dan membuat tembok runtuh, Arcane menoleh dan menemukan sebuah ruangan lain dengan banyak senjata berbagai bentuk dan ukuran disimpan.


Arcane penasaran dan masuk keruangan itu, begitu masuk dan melihat sekeliling ia tersenyum kegirangan karena ia tau kalau ruangan ini adalah ruang koleksi kakaknya.


ia bisa tau karena terdapat lukisan kakaknya di dalam ruangan itu, apalagi ia juga mengetahui kegemaran kakaknya itu.


tanpa basa-basi ia langsung memasukkan semua senjata tanpa pandang bulu, dan karena setiap senjata di tempatkan di etalase dan di pajang agak berjauhan Arcane membutuhkan waktu yang agak lama.


disaat hampir selesai dan akan keluar Arcane menemukan sebuah batu hitam yang berbentuk unik karena batu itu berbentuk pedang yang di letakkan di sebuah rak bersama pedang yang telah rusak.


Arcane tau kalau senjata yang di kumpulkan kakaknya di pajang begitu saja dan membuat mereka menjadi pajangan kosong jika senjata yang di pakai rusak maka ia akan mendaur ulang untuk di jadikan senjata baru.


Arcane mengambil benda itu dan sedikit heran karena beratnya luar biasa tidak masuk akal, karena meskipun terlihat ramping seperti pedang biasa namun batu itu ternyata lebih berat dari yang terlihat.


Arcane tidak ambil pusing dan langsung memasukkannya ke dalam sabuk penyimpanannya, ia juga bersyukur karena sabuknya memiliki kapasitas cukup luas dan berat tidak berpengaruh pada peralatan penyimpanan.


"BRAK.... "


namun setelah Arcane akan pergi keluar tiba-tiba seseorang menerobos reruntuhan dan melihat sekitar.


Arcane melihat kalau orang itu mengenakan zirah yang memiliki cahaya di beberapa bagian, Arcane tau kalau itu adalah Magical knight kartu As setiap kerajaan.


disisi lain Magical knight itu menemukan Arcane yang bengong dengan pakaian lusuh dan menemukan kalau seluruh senjata telah hilang, tanpa basa-basi ia langsung memasang kuda-kuda.


"pencuri kembalikan senjata pasukan khusus kerajaan!!!


atau kau akan menemukan akhir yang tragis!! "kata Magical knight itu.


"BOOM.... " Tiba-tiba ledakan terjadi di samping kiri Magical knight itu, secara refleks ia memasang kuda-kuda pertahanan dan dari lengannya sebelah kiri muncul perisai yang melindungi Magical knight itu.


Arcane melihat kejadian itu kaget dan jantungnya berdetak dengan semangat, tanpa sadar ia tersenyum lebar dan berlari menghambat Magical knight itu.


"hei bagaimana bisa tanpa tekhnologi nano kau bisa membentuk perisai itu, apa kau menggunakan sistem teleportasi benda tapi itu lebih mirip terbentuk dari lenganmu, tapi zirah ku tidak ada yang di korbankan untuk membuat perisai, Jadi bagaimana caranya. " kata Arcane panjang lebar.


Magical knight itu menjadi waspada karena Arcane kini seperti orang gila, Arcane semakin mendekat dan mulai berteriak.


"pinjami aku zirah itu aku ingin mencobanya!!... aku ingin meneliti nya!!!.... aku ingin membuatnya!!! "


"pencuri sialan" kata Magical knight itu.


Magical knight itu kini berfikir kalau apa yang di depannya ada Orang gila yang ingin mencuci sesuatu tepat di depan pemiliknya, dan tidak peduli jika pemilik itu bisa membunuhnya atau tidak.


Magical knight itu langsung menyerang Arcane dengan perisainya ia juga memasang perisai di tangan lainnya, Arcane kini tambah takjub dan semakin liar.


Arcane langsung mengeluarkan beberapa granat dari sabuk nya dan melemparkan kearah Magical knight, granat yang di lempar beraneka ragam seperti granat pembekuan, granat api dan granat kejut.


Arcane bermanuver di sekeliling ruangan dengan bantuan sihir anginnya.


"BOOM... BLAR... BRSS... "


ledakan demi ledakan keras tercipta namun seperti batu karang yang tahan di terpa badai, Magical knight itu tetap berdiri gagah dengan tanpa lecet bahkan pada perisainya.


Arcane menilai kalau perisai itu bisa memantulkan serangan karena granat es dan granat api tidak bisa membekukan ataupun membakar perisai itu malah sebenarnya beberapa proyektil hasil ledakan itu mengenai Arcane.


"lagi... lagi... TUNJUKKAN APALAGI YANG BISA DI LAKUKAN ZIRAH ITU!!!" kata Arcane dengan penuh semangat.


Magical knight itu keheranan dan sedikit merinding karena ia menghadapi orang gila karena Arcane seperti tidak merasakan rasa sakit ketika seluruh tubuhnya penuh luka namun masih bisa bergerak ke sana kemari dengan lincah.


Arcane dari kemudian langsung melemparkan beberapa granat sekaligus dan tentu saja Magical knight itu memasang pertahanannya.


"BOOOM... "


sebuah ledakan besar tercipta, ledakan itu membuat seluruh bangunan hancur dan Arcane sendiri terlempar cukup jauh.


"BAGAIMANA DENGAN GRANAT TERBARU ITU GRANAT GELOMBANG KEJUT TERBARU AKU, WHAHAHAHA!! " kata Arcane yang tertawa liar.


Magical knight itu tak ingin kehilangan jejak pencuri itu dan ia langsung menyusul Arcane dengan melompat.


melihat dirinya di kejar Arcane malah tertawa kegirangan karena melihat zirah itu masih tidak lecet sedikitpun.


"BHAHAHAHHAHA ZIRAH APA ITU!!! AKU INGIN MENELITI NYA MEMBONGKAR NYA, MEMBUATNYA WHAHAHAHA...... BERIKAN... BERIKAN WHAHAHAHA"