Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 118


ketika para kelompok pemakai topeng aneh itu mulai menyerang, mereka sadar kalau yang mereka serang adalah boneka jerami.


si pemimpin melihat keatas atap dan ternyata atap mereka yang terbuat dari jerami banyak yang hilang, ini menimbulkan kemarahan di kelompok itu.


namun ketika mereka pergi untuk mendobrak setiap rumah.


"BRAK.... SLING JLEB"


ketika beberapa orang mendobrak pintu sebuah tombak kayu yang sangat runcing dan di lilit oleh tanaman yang membuat orang lemas melesat dan menancap di perut dan dada mereka.


karena mereka tidak menggunakan armor alhasil tombak itu dengan mudah menembus baju mereka, kalaupun tombak itu tidak menusuk mereka tanaman yang di lilit kan akan membuat mereka lemas tak berdaya.


beberapa orang yang selamat melihat siluet seseorang yang memegang tombak ketika ia menyerangnya ternyata itu adalah boneka jerami yang sama.


"ini jebakan, mereka sepertinya telah kabur! "


kata seseorang yang selamat.


si pemimpin langsung menyanggah.


"mustahil, pengintai kita mengatakan kalau mereka bekerja hingga sore hari, sementara akses masuk dan keluar telah kita blokir!!! "


akhirnya si pemimpin langsung mengeluarkan sihir api dan membakar salah satu rumah.


"kalian bakar semua bangunan yang ada di sini!!"


semua pengikutnya langsung melakukan apa yang suruh, tak satupun berani menyanggah.


kobaran api terlihat sampai puncak bukit yang Arcane tempati sekarang, ia kemudian berbalik dan langsung berkata.


"apa kalian siap? "


di desa setelah semuanya terbakar oleh api tiba-tiba tanah yang mereka pijak bergetar meskipun ringan, semua orang mulai sedikit khawatir dan melihat sekeliling.


lalu beberapa saat kemudian dari arah longsoran terlihat banyak sosok yang mulai keluar dari tanah, mereka keluar begitu saja dan setelah keluar mereka melemparkan semacam bola.


bola itu mengeluarkan asap yang sangat pekat alhasil kini keadaan desa seperti terkurung oleh kabut asap seluruhnya.


jarak pandang kini mulai semakin menipis bahkan kobaran api dari rumah warga pun hanya seperti lampu redup, kini semua orang panik.


kemudian terdengar suara teriakan.


"arck... serangan!! "


"tolong.... aku di serang"


"ada prajurit bersenjata tak terhitung menyelinap"


teriakan demi teriakan terus terdengar anggota si pemimpin kini tampak bingung karena kelompoknya hanya berkisar 30 orang.


namun penduduk desa memiliki lebih dari 50 orang meskipun hanya seorang pekerja namun jika di beri senjata mereka menjadi landak yang mengganggu.


si pemimpin langsung menyuruh mereka mendekat, namun mereka malah membuat beberapa kelompok namun seseorang berkata.


"hei tidak ada serangan di arah sini!! "


semua orang melihat ke satu arah dan mendapati seseorang yang berlari menuju sebuah daerah lapang, awalnya mereka ragu namun salah seorang melihat darah dan mayat langsung menjadi ketakutan.


"sial, ada yang menyerang....


ada serangan"


semua orang kini ketakutan dan langsung mengikuti bayangan itu, terlihat kalau orang itu menuju daerah turunan namun.


"tu.... tunggu.... kenapa jalan ini licin sekali!? "


"aaaah... aku jatuh.... "


"grasak... grusuk"


kali ini lebih banyak terdengar suara orang kesakitan dan terjatuh, semua orang kini menjadi lebih bingung namun suasana tidak menyenangkan itu terus terdengar.


si pemimpin menghentikan langkahnya karena ia tau kalau jika ada seseorang yang jatuh maka erangan atau beberapa orang lain akan berhenti atau melangkah dengan Hati-hati.


namun keadaan ini seperti semua anggotanya terus jatuh seperti orang idiot, ia akhirnya berhenti namun di telinganya menangkap sesuatu yang mengerikan.


"seharusnya kau tetap berjalan mengikuti anak buahmu"


si pemimpin langsung berbalik dan.


"jleb.... "


sebuah kayu menusuk bahunya dan dengan sigap ia langsung mengambil jarak, namun setelah itu ia langsung menjadi lemas tak berdaya.


ia kemudian berusaha menatap ke atas untuk melihat siapa yang menyerangnya, namun ketika ia mendongakkan kepalanya sebuah tendangan langsung melayang.


"duak"