Kesatria, Sihir, Dan Teknologi

Kesatria, Sihir, Dan Teknologi
chapter 26


pagi hari yang cerah seperti biasanya di mansion black rose, yang berbeda adalah lapangan latihan yang kini di isi oleh 4 orang.


mereka tidak bertarung seperti biasa atau menguras mana, namun mereka lebih melakukan gerakan yoga atau sejenisnya.


dengan di pimpin arcane mereka melakukan gerakan sederhana namun tidak ada yang di antara mereka yang lancar mengikuti, kebanyakan gerakannya lebih kaku dan melakukan kesalahan.


untuk sesi ini arcane sebelumnya untuk tidak mengikuti dirinya namun mereka tetap kekeh untuk mengikuti pelatihan arcane, dan kini mereka bertiga merasakan kalau latihan ini adalah hal konyol.


arcane masih fokus namun ini bukan gerakan biasa, gerakan ini arcane dapatkan dari internet ketika ia sedang bosan dalam penelitiannya di kehidupan yang lalu.


gerakan simpel, sederhana namun memiliki sisi misterius nya sendiri dimana kata pelatihnya selalu mengucapkan bersatu dengan alam atau mengalir dengan alam.


arcane mengikutinya karena dalam caption di video itu bisa memberikan inspirasi jadi karena itu arcane mempelajarinya.


namun entah kenapa ketika arcane fokus dalam gerakan ia bisa merasakan sebuah aliran tak kasat mata melalui dirinya, ia seperti dalam sebuah air yang mengalir atau di sebuah gunung yang memiliki angin yang menyejukkan.


arcane melakukan beberapa gerakan meski sebagai besar lupa dan ia karang sendiri namun perasaan itu menuntun seluruh tubuhnya untuk bergerak sesuai aliran.


ia mulai nyaman dengan perasaan itu namun.


"BOOM"


sesuatu jatuh dari langit atau lebih tepatnya seseorang mendarat di lapangan latihan, membuat debu beterbangan dan menutupi pandangan,gray dan brown waspada dan memasang badan di depan arcane dan selena.


ketika debu itu mulai memudar bisa dilihat ada sesosok pria dengan rambut panjang.


"hmmm..... apa yang kalian lakukan? "


suara serak seperti pria berumur muncul dari bayangan itu, arcane dan selena menyadari kalau itu bukan suara yang asing untuk mereka dan mereka telah menebak.


"kakek.... bisakah kau datang dengan lebih sopan?"


selena memulai percakapan mendengar itu brown dan gray menurunkan kewaspadaan mereka, sesaat setelahnya debu telah menghilang dengan sendirinya dengan begitu sosok blast terlihat.


blast tersenyum ramah dan menghampiri selena dengan gemas.


"hohoho.... kakek di minta untuk melatih beberapa hal kepada si pengacau itu"


selena sedikit tidak senang karena dengan kejadian sebelumnya, dan melihat bagaimana pelatihan arcane yang sangat menyiksa ia bisa tau kalau kekuatannya dimasa depan pasti sangat luar biasa.


apalagi ia bisa tetap sadar selama beberapa menit ketika mananya habis, ia tidak bisa melakukan hal seperti itu jadi selena kini lebih memandang arcane dengan lebih hormat.


ya, ketika mana seseorang habis ia akan pingsan saat itu juga namun dalam beberapa kesempatan arcane mempertahankan kesadarannya dengan paksa meski tidak bisa bertarung namun ia masih bisa bergerak, itu memerlukan pelatihan yang menyakitkan dan pastinya lama.


"apakah kakek lupa kalau si pengacau itu adalah kakakku!?"


selena menjawab dengan perasaan kesal.


mendengar itu blast hanya menghela nafas dan ia langsung memandang arcane.


"baik bocah, aku-"


"kau datang untuk melatih ku kan...... kakek...... jika itu benar, kita langsung saja"


arcane memotong pembicaraan blast, karena tidak mungkin seorang grand king yang merupakan salah satu pelindung kerajaan akan datang menyapa cucunya.


blast sedikit kesal dengan perkataan arcane, blast memandang gray dan brown kemudian berkata.


gray dan brown pergi dan mereka mempersiapkan diri untuk berlatih, namun di sana tidak ada yang menyadari kalau debu yang jatuh di sekitar arcane memiliki pola seperti aliran air berbeda dengan bebu di sekitarnya yang menutupi seluruh lantai secara merata.


_______________________________________________________


pelatihan di mulai dengan mengajarkan arcane beberapa pengetahuan paling mendasar dimana ternyata seseorang hanya bisa mengendalikan 1 elemen dan jika mengendalikan lebih dari sebuah elemen itu akan di sebut sebagai jenius.


seperti contohnya kakak arcane yang pertama atau pangeran pertama yang bisa mengendalikan angin dan api, dengan kedua kekuatan itu ia bisa mengkombinasikan menjadi tornado api yang sangat besar.


namun kini arcane sadar dan ia memilih untuk menyembunyikan kekuatannya sampai ia bisa melindungi dirinya sendiri, siapa tau ada yang iri dan menyewa pembunuh untuk membunuh dirinya.


blast juga memulai dengan peluncuran bola angin yang sederhana, meski blast adalah seorang kesatria namun ilmu sihirnya tidak bisa di anggap remeh jadi marina pasti sudah memikirkan seseorang yang setidaknya bisa menerima untuk mengajari arcane.


arcane dan selena melakukan dengan mudah, sementara gray dan brown melakukan dengan caranya sendiri dimana gray sedikit kesulitan melakukan peluncuran mana namun brown membentuk bola cahaya terang.


blast melanjutkan beberapa pelatihan lain seperti pisau angin, tornado angin, dan sebagainya.


ia terus melakukan apa yang penyihir lakukan dan arcane mengetahui kalau latihan kali ini di maksudkan untuk selena seorang karena beberapa mantra sulit blast langsung memberi pengarahan tanpa memperdulikan arcane, gray, dan brown.


menjelang sore mereka istirahat namun arcane dan gray masih tengah di lapangan pelatihan karena gray meminta beberapa petunjuk kepada arcane.


gray berani memintanya karena sudah menganggap arcane adalah tuan sekaligus sahabat dan saudaranya arcane pun menganggap hal yang sama meski tak sempat terucap namun kedekatan mereka menunjukkan hal itu jadi itu adalah hal yang wajar jika mereka saling berbagi.


"pejamkan matamu rasakan aliran mana pada dirimu, bayangkan dunia sebagai bola berada di genggaman mu......"


arcane memberi petunjuk dengan simpel, gray mengikuti arahan arcane lalu mengulurkan tangannya dan mulai berusaha membentuk bola.


beberapa saat berlalu sebuah bola hitam muncul, gray membuka matanya dan melihat kalau itu berhasil ia tersenyum namun bola itu langsung menghilang.


gray memasang wajah sedih namun arcane menghiburnya.


"tenang, aku akan memuliakan beberapa petunjuk untukmu.


fokus saja apa yang kau bisa"


"baik tuan"


gray mengangguk namun ekspresi nya masih sama, ia merasa gagal karena meskipun sudah berada di tingkat merah ia masih belum bisa mengeluh serangan berelemen.


padahal kebanyakan orang bisa melakukan dengan naluri namun ia tidak, lalu blast datang dan berkata dengan tegas.


"kita lanjutkan latihan dengan praktek bertarung"


blast tiba-tiba dengan selena dan brown di belakangnya, sementara arcane dan blast hanya mengangguk.


pelatihan dimulai bergiliran satu lawan satu untuk arcane dan gray, sementara selena dan brown bertarung bersama melawan blast.


selena mengeluarkan beberapa mantra seperti panah angin bilah angin dan sebagainya kepada blast, sementara brown memberi dukungan seperti meledakkan bola cahaya di dekat blast untuk mengganggu pandangannya.


pelatihan itu berakhir cepat karena selena kehabisan mana, dan tentu saja Lagi-lagi blast hanya memberi koreksi kepada selena seorang sementara brown di hiraukan dan tak di anggap.


malah brown mendapatkan tatapan hinaan dari blast padahal sesungguhnya blast tau kalau brown cukup hebat karena bisa memberi dukungan perlindungan, buff kepada rekan maupun sihir, dan mantra gangguan.


di lubuk hati terdalam blas sebenarnya mengakui kalau brown adalah mage tipe suporter paling berpotensi yang pernah ia temui.


disisi lain perilaku blast berhasil membuat arcane menunjukkan tatapan kebencian kepadanya.