
“ ******! Sudah lewat dari lima menit nih.”
Dengan kecepatan ekstra Wulan berlari hingga menuju kearah pintu restoran. Lalu setibanya disana ia melihat Bayu yang tengah berdiri menunggunya.
“ Ma-maaf Pak! Saya telat!” serunya dengan nafas yang terlihat ngos-ngosan.
Peluh terlihat mengalir didahinya. Padahal suhu ruangan yang ada disana cukup dingin.
“ Kenapa kau berkeringat seperti itu?” Tanya Bayu mengernyitkan dahinya.
“ Sa-saya….”
Belum lagi Wulan sempat menghabiskan kalimat nya lagi-lagi Bayu menyela nya.
“ Suda-sudah, tidak perlu lagi kau ceritakan itu kepadaku. Sekarang yang terpenting adalah kita mencari nomor meja yang akan kita duduki.” Kata nya sembari melangkah melewati Wulan dan berjalan didepan nya.
Sialan! Tidakkah ia tau berlarian dari kamar ku hingga sampai kesini adalah hal yang sangat melelahkan. Bisa-bisa nya dia masih berani bertanya hal seperti itu kepadaku. Huh!
Kesal nya.
Namun ia tetap mengikuti langkah Bayu didepan nya.
“ Pak Bayu sebenarnya mau kemana?” Lirihnya.
“ Kita akan sarapan bersama pagi ini bersama Joe dan juga Tania. Tadi Joe mengirim pesan kepadaku, katanya kita harus tiba disana sebelum mereka sampai.” Jelas Bayu.
“ Ooo, kenapa harus seperti itu?” Wulan mengarukkan kepalanya.
“ Karena dia Bos kita, paham!” Lirik Bayu kearah nya yang saat ini sudah berada disamping nya.
Aku juga tahu jika dia Bos kita.
Gumam Wulan.
Wulan terus mengikuti perjalan Bayu yang terus melangkah kedepan. Dilihatnya ruangan restoran itu terlihat begitu mewah seperti yang ia tonton di film. Hingga akhirnya pada saat Bayu menghentika langkah nya, Wulan pun menabraknya.
Bruuk!
Bayu yang di tabraknya kemudian menoleh kearah nya.
“ Dasar gadis bodoh! Jalan saja bisa menabrak seperti itu!” Kata nya menatap tajam.
“ Ma-maaf Pak!” Wulan menunduk hormat.
“ Hmm,” Tanpa banyak kata Bayu pun kemudian menghampiri meja bulat besar dan duduk disana.
Ooo… sudah sampai.
Angguk Wulan.
Saat Wulan baru saja menapaki kursinya lalu dari arah belakang Joe dan Tania terlihat datang menghampiri mereka.
“ Apa kau sudah memesan makanan untuk kita?” Tanya Joe yang kini melirik kearah Bayu.
“ Tenang saja, aku sudah mengetasinya dengan sangat baik.” Kata Bayu penuh percaya diri.
“ Hmm, bagus.” Joe kemudian duduk dikursinya setelah membantu Tania duduk terlebih dahulu.
Kenapa harus dibantu? Bukankah Tania bisa duduk sendiri? Iya memang itu benar, tapi Joe ingin menunjukkan keromantisan nya didepan khalayak ramai. Seolah membuktikan jika dia begitu memanjakan istrinya.
Joenathan… pandai sekali kau mencari perhatian orang.
“ Tania, kau kenapa?” Tanya Wulan dengan raut kekhawatiran.
“ Tidak apa-apa Lan, hanya sedikit pusing saja.” Jawab Tania santai.
“ Apa kau sudah minum obat?” Tanya Wulan lagi.
Ya, biasanya di kontrakan ketika Tania sakit maka Wulan lah yang selalu merawat nya. Bagaikan saudara kandung, Wulan memperhatikan nya serta menjaganya dengan penuh kasih sayang.
“ Sudah, bentar lagi juga pusing nya hilang.” Ujar Tania.
“ Hmm, syukurlah.” Wulan bernafas lega.
“ Ehm, ada aku disini. Aku akan selalu memperhatikannya.” Decak Joe tak senang.
Memperhatikan apa? Ini semua karenamu yang terus-terus menidasku tanpa memberikan ampunan kepadaku.
Menoleh kearah Joe membuat Tania mengerutkan dahinya.
Di tengan pembicaraan mereka tibalah beberapa pelayang Resto dengan membawa makanan yang di pesan Bayu. Tanpa banyak bicara pelayan-pelayan itu kemudian menghidangkan semua makanan yang dibawanya diatas meja bundar yang ada disana. Setelah semuanya selesai, mereka pun kemudian mengundurkan diri dari sana sembari membungkukkan badan menyatakan kesopanan mereka.
“ Joe, ini sarapan kita?” Toleh Tania kearah Joe.
“ Hmm.” Joe mulai mendekatkan makanan nya kearahnya. “ Ini punyaku namanya Beef Bourguigno hidangan daging sapi paling lezat yang ada disini.” Ucap Joe sembari menunjuk kearah makanan nya. Lalu kini ia menyodorkan sebuah mangkuk kearah Tania. “ Kau makan yang ini.” Kata Joe.
Tania melihat kearah makanan tersebut, dan menatap nya agak lama, lalu ia pun bertanya.
“ Ini apa?”
“ Itu namanya Soupe a l’oignon. Sajian sup hangat yang terbuat dari kuah sapi bertekstur kental dengan tambahan bawang putih, serta daging ayam dan parutan keju gruyere. Ini sangat nikmat jika di santap selagi dalam kondisi hangat seperti ini, cobalah aku yakin kau pasti suka.” Jelas Joe.
Terlihat sekali Joe sangat tau dengan berbagai jenis makanan yang ada disana. Itu semua bisa kita ketahui dari cara nya yang menjelaskan sedetail mungkin tentang makanan yang ada disana.
Tania lalu mulai mencicipi makanan yang disodorkan Joe kepadanya.
“ Hmm, enak!” Serunya.
“ Kau suka? Jika kau menyukainya aku akan memesankan satu porsi lagi untukmu.” Kata Joe penuh perhatian.
“ Tidak usah, aku ingin menghabiskan yang ini saja.” Kata Tania seraya memasukkan kembali makanan nya ke mulut.
Wulan mengambil salah satu makanan yang berbentuk seperti keong dengan garis-garis cokelat di permukaan nya.
Ini apa? Kenapa bentuk roti ini seperti ini?
Gumam nya sembaru menatap serius kesana.
Melihat Wulan yang terlihat serius memperhatikan kelasah satu makanan yang diambilnya. Membuat Bayu akhirnya angkat bicara.
“ Itu namanya Croissant roti yang paling enak didunia. Cobalah, jarang-jarang kan kau bisa menikmati makanan seperti ini. Mungkin sepulang nya dari sini, kau tidak akan pernah lagi mencicipi makanan seperti ini.” Kata Bayu bernada sombong.
Dasar GM sialan! Bisa-bisanya dia berkata seperti itu kepadaku. Jika saja disini tidak ada Joe dan Tania, mungkin sudah ku balikkan meja ini dan menjatuhkan seluruh makanan ini padanya.
Maki Wulan.
“ Makanlah, jangan melamun. Ini kesempatan sekali dalam seumur hidupmu bisa makan enak seperti ini.” Kata Bayu lagi.
Wulan tersenyum tipis, menahan kekesalan yang ada didirinya. Entah mengapa semenjak kejadian ia kabur dari kamar Bayu. Sikap Bayu yang awalnya ramah kini malah berubah ketus terhadapnya, bahkan terkesan sangat menjengkelkan sekarang.
BERSAMBUNG