
tania bangun dari tidur nya kini ia mulai mengambil posisi duduk di atas ranjang.
" sayang.. ini yang kamu minta." joe menyerahkan apa yang sudah di beli nya.
tania membuka bungkusan plastik yang di bawa jonathan, ia terkejut saat melihat nya sambil menutup mulut nya.
" apa..!!! dia membelikan ku pembalut sebanyak ini.. hahahaha
gelak tania dalam duduk nya.
" kenapa kau tertawa.?" joe mengerutkan dahi nya.
" oh.. enggak.." sanggah tania.
hahaha.. bagaimana bisa aku mengatakan pada nya kalau aku sedang menertawakan nya.
batin tania.
tania pun mengambil pembalut nya dan ia pergi melangkah ke kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut sambil membayangkan bagaimana ekspresi wajah suami nya saat kebingungan menentukan pembalut seperti apa yang biasa ia kenakan, sehingga harus mengambil semua nya karena tak ingin berpikir lagi, " hahaha " tania kembali terkekeh dengan sendiri nya karena membayangkan wajah suaminya itu.
setelah memakai pembalut nya tania keluar dari sana ia kembali dan duduk di atas ranjang nya kembali.
" udah sayang..?" tanya joe.
" udah.. oya mana minuman ku tadi tolong ambilkan ya.." perintah tania.
joe mengambilkan apa yang di minta oleh tania dan kemudian menyerahkan nya.
" hmm.. sudah berani memerintah kepadaku ya sekarang.." tatap joe tajam.
" memang nya tidak boleh.. aku kan lagi sakit," jawab tania manja.
" jadi kau buat alasan sakit mu itu untuk bisa memerintahkan aku sesukamu." ujar joe semakin mendekat.
apa.. kenapa dia semakin mendekat, apa dia marah padaku lantas ingin menghukum ku.
tania mulai panik, ia pun mundur ke belakang.
joe tersenyum sinis ia menatap tania sangat tajam dan kemudian langsung mengecup bibir nya " cup " tania terkejut dengan mebelalakkan mata nya.
apa yang dia lakukan.. apa dia sudah lupa bahwa aku sedang tidak bisa, aaaa....
joe.. lepaskan aku.
batin tania.
tania meronta memukuli bahu joe yang bidang dan akhir nya joe pun melepaskan ciuman nya.
" itu hukuman untuk mu karena sudah berani memerintah ku.." ucap joe santai.
" aaa... menyuruh nya saja dia menghukum ku.. dasar mesum...
batin tania.
tania mengerutkan dahi nya ia tampak kesal mendengar ucapan pria yang baru saja menjadi suami nya itu.
joe membuka tutup botol obat herbal yang di minta tania dan kemudian menyerahkan nya kembali.
" minumlah.." ucap joe.
tania mengambil dan meminum obat nya sampai habis dan kemudian ia pun berdiri berjalan mengambil air yang berada di meja samping ranjang mereka.
" aku bisa sendiri, lagi pula aku tidak mau memerintah seseorang karena aku takut di hukum oleh nya." ketus tania.
" kau cepat belajar rupanya..haha.." ucap joe di susul gelak tawa nya.
setelah meminum air nya tania pun berjalan kembali ke ranjang nya.
jonathan pun berbaring di atas ranjang dan ia juga menarik tubuh tania untuk berbaring di samping nya.
" tidurlah.." ucap joe seraya memeluk tubuh tania.
tania merasa risih dengan pelukan joe, ia tak terbiasa tidur seperti itu, tak ada kebebasan bagi tubuh nya dengan tubuh yang di dekap oleh joe, ia pun berusaha melepaskan pelukan itu.
" jangan bergerak.. atau aku bisa kehilangan kendaliku karena mu.." ucap joe lirih dengan mata yang tertutup.
" aaaa.... bahkan untuk tidur pun aku tidak bisa bebas, joe... kau memang brengsek..
gerutu tania dalam hati namun ia tak berani menggerakkan tubuh nya, karena takut joe akan dengan tidak waras nya merealisasikan ucapan nya jika dia kembali meronta.
walau tanpa kebebasan akhir nya tania pun terlelap dalam pelukan suami nya.
jonathan membuka mata nya, ia menatap wajah istri nya dengan seksama.
gadis kecil.. kau sungguh imut dengan wajah seperti ini, kau tau.. aku sangat mencintai mu..
batin jonathan.
ia mengelus wajah istri nya itu dan kemudian ia pun kembali memeluk nya dan telelap bersama nya.
***
matahari bersinar cerah sehingga pantulan nya memasuki ruangan kamar hotel tempat tania dan jonathan menginap.
jonathan terbangun dan melihat istri nya yang tertidur dengan pulas nya, ia mengangkat tangan serta kaki istri nya yang kini berada di atas tubuh nya, jonathan memindahkan nya dengan lembut dan perlahan karena ia tak mau tania sampai bangun.
setelah itu, jonathan pun bangkit dari ranjang nya dan berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuh nya pagi itu.
selesai mandi jonathan kembali ke masuk kedalam kamar nya dengan handuk yang ia lilitkan di pinggang nya.
ia berjalan menuju meja dimana ia meletakkan ponsel nya tadi malam, jonathan pun meraih nya dan kemudian ia tampak menghubungi seseorang.
" tut.. tut..tut..
telfon tersambung dan orang yang berada disana pun mengangkat nya.
" ada apa joe.?" tanya pria di balik telfon yang tak lain adalah bayu.
" kirimkan orang untuk mengantarkan pakaian ku kemari, cepat.." ucap joe tanpa basa basi.
" hmm.. baiklah.." jawab bayu
" hai.. bagaimana malam pertamamu?" tanya bayu penasaran.
" cepat.. kirimkan pakaian ku, aku tunggu lima belas menit kalau tidak sampai dalam waktu lima belas menit gajimu akan ku potong.." ucap joe tegas dan memutus sambungan telfon, tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan bayu kepada nya.
" sial.. kenapa emosi tidak baik pagi ini, aku tanya hal seperti itu saja dia langsung marah, hmm... apakah ia tak mendapatkan hak nya tadi malam.. kalau memang benar dugaan ku pantas saja mood nya tidak baik pagi ini .. hahahahaha...
gumam bayu dalam hati di susul gelak tawa dari mulut nya.
bersambung.