
Tania tersentak hingga jatuh kedalam pelukan seseorang yang telah menarik nya. Di pegang nya pergelangan tangan nya, lalu di elus nya perlahan.
“ Auuw! sakit.” Lirihnya sembari terus mengusap lembut pergelangan tangan nya.
Hingga tanpa disadari olehnya, kini seseorang tengah menatap nya dengan sangat tajam layaknya seekor serigala yang hendak menerkam.
Wulan sang sahabat, kini perlahan mundur saat melihat kedatangan Joe. Menjaga jarak jauh darinya karena takut akan murka yang kian terpancar jelas di wajah nya.
Habislah kau Tania… jangan salahkan aku. Jika nanti Joe melampiaskan kemurkaaan nya kepadamu tolong jangan bawa aku.
Gumam Wulan.
Ditelan nya ludah nhya sendiri sembari menatap kearah Tania dan Joe.
Dasar wanita bodoh! Bisa-bisa nya kau terus mengelus tanganmu tanpa memperdulikan kehadiran Joe disisimu.
Gumam Wulan lagi.
“ Hei kau!” Seru Bayu yang entah kapan sudah berdiri disamping nya kini.
Dengan segera Wulan menoleh.
“ Pa-pak Ba-bayu.” Ucap Wulan gugup.
“ Sedang kalian disini?” Tanya Bayu. “ Dan juga sejak kapan kalian janjian dengan lelaki yang berdiri disana?” Tanya nya kemudian.
Seketika keringat tampak didahi Wulan.
“ A-aku ti-tidak….”
Belum lagi Wulan menghabiskan kalimat nya Bayu dengan cepat menimpalinya.
“ Habislah kau.” Bayu terkekeh kecil dibuat nya.
Sementara itu.
“ Hai Joe, lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?” Sapa pria yang barusan bertabrakan dengan Tania. Membuat gadis itu seketika terhenyak di tempat nya.
Tania kini menoleh kearah Joe yang saat ini masih mendekapnya.
Ya Tuhan, Joe!
Batin Tania.
Glek!
Di telan nya air ludah nya sendiri sembari menatap kearah suaminya itu.
Joe kini menoleh kearah Tania.
“ Sayang?” Saat Joe melepaskan kalimat itu wajah nya juga terlihat berubah menjadi lebih menakutkan.
Sungguh itu membuat Tania merinding karenanya.
Habislah aku… tatapan nya itu bagaikan serigala yang siap menerkam mangsanya.
Gumam Tania.
Diliriknya kearah Wulan. Terlihat gadis itu menyembunyikan wajah nya dibalik tubuh Bayu sehingga membuat wajahnya tak terlihat oleh Tania.
Wulan, sahabat macam apa kau! Bisa-bisanya membiarkan ku menghadapi masalah besar seperti ini sendiri.
“ Kelihatan nya kalian sangat dekat ya?” Tanya pria itu lagi sembari melirik kearah tangan Joe yang masih melekat di tubuh Tania.
Joe pun menoleh kearah pria itu.
“ Hai Louis apa kabar?” Sapanya sembari tersenyum masam.
Tania kini menoleh kearah keduanya secara bergantian.
Mereka saling kenal?
“ Yah, seperti yang kau lihat. Aku sangat baik bukan?” Ucap Louis. Lalu kini ia pun melirik kearah Tania. “ Gadis cantik ini siapa? Sepertinya kalian begitu dekat?”
“ Dia istriku.” Ucap Joe lugas, seolah mempertegas jika taka da yang boleh mengganggu nya.
“ Hmm, Tuan Joe benar-benar sudah bosan ya bermain wanita. Sehingga kini kau memutuskan untuk menikahi gadis cantik yang ada didepan kita ini.” Kata Louis sembari menatap sinis kearah Tania.
Pria ini kenapa menatapku seperti itu?
Tania dibuat bertanya-tanya didalam hatinya.
“ Apa kau yakin bisa setia dengannya?” Tanya Louis yang kini mengalihkan pandangan nya kearah Joe.
“ Hmm, Tuan Louis. Bisakah kita membicarakan tentangmu? Sudahkah kau move on dengan pacarmu Jasmine? Jika belum, maka sangat pas sekali. Karen Jasmine juga sedang berada disini, jad kalian berdua bisa bernostalgia dan memulai kembali masa lalu yang pernah rusak itu.” Ucap Joe.
Louis tersenyum tipis.
“ Tuan Joe masih saja mengingat tentang hal itu.” Katanya sembari mengusap rambutnya ke belakang. “ Ngomong-ngomong, jika saja waktu itu Tuan Joe tidak datang mungkin hubungan kami tidak akan berantakan kan?” Ujarnya kemudian.
Apa maksud dari ucapan Louis ini? Mungkinkah Joe Pepanor(perebut pacar orang)?
BERSAMBUNG