
Waktu kembali berputar. tanpa terasa beberapa hari sudah terlewat kan. kini tania dan joe sudah berada di rumah semenjak dua hari yang lalu.
bik asni pun juga sudah kembali masuk kerja seperti biasa saat kedua nya kembali dari hotel dan pagi ini bik asni juga sudah membuatkan sarapan berupa sandwich untuk joe dan juga tania. tak lupa juga dua gelas susu ia buatkan sebagai pendamping sandwich di atas meja.
Sementara itu di dalam kamar.
Tania keluar dari dalam kamar mandi setelah sebelum nya membersihkan tubuh nya disana. ia kini memasuki kamar dan langsung berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian yang akan di kenakan nya pagi ini.
Setelah mengambil pakaian yang akan di kenakan nya. di lirik nya ke arah ranjang tampak joe masih dengan selimut nya. ia semakin menarik nya ke atas hingga kini yang tampak hanyalah ujung kepala nya.
Sinar mentari terlihat cerah sehingga cahaya nya masuk kedalam kamar melalui celah - celah angin dan jendela kamar mereka.
Joe tampak tak menghiraukan itu. ia sama sekali tidak merasa terganggu dengan cahaya mentari yang kini memasuki ruang kamar nya.
apa dia tidak pergi ke kantor nya hari ini
gumam tania saat melihat joe yang masih tertidur pulas. di pegang nya pakaian yang ingin di pakai nya lalu ia pun pergi berlalu ke arah ruang ganti untuk memakai pakaian nya.
bukan tanpa alasan tania mengganti pakaian nya disana. itu semua di sebab kan karena sikap joe yang terlalu agresif saat melihat sedikit celah di tubuh nya. ia tak mau kejadian yang lalu di kamar hotel terulang kembali, maka dari itu ia memilih cara aman untuk mengenakan pakaian nya di ruang ganti.
Setelah selesai mengganti pakaian nya. tania kemudian keluar dari sana, di lihat nya joe masih tak bergeming di kasur nya. ia kemudian melangkah kan kaki nya menuju ke arah ranjang dan berniat membangun kan joe yang masih tertidur pulas disana.
" Joe, bangun. " ucap tania sembari menepuk pelan lengan joe.
Tak ada reaksi. joe masih tertidur dengan pulas nya sehingga tania berusaha kembali untuk membangunkan nya.
" Joe, bangun sudah siang. " ucap tania lagi namun kali ini iya mulai mengoyang - goyang kan tubuh suami nya sehingga membuat joe membalikkan badan.
" Hmm " ucap joe yang masih memejamkan mata.
" Joe, apakah hari ini kamu tidak masuk kerja? " ucap tania.
" Tidak " jawab joe sembari menarik lengan tania hingga terjatuh di atas nya.
" Auuww!! " pekik tania karena merasakan sakit pada lengan nya saat joe menarik nya dengan kasar.
" Bisakah kamu lebih lembut sedikit joe. " ucap tania yang mulai kesal terhadap joe yang menarik tangan nya dengan kasar.
" Kenapa? sakit? " joe kini mulai membuka mata saat mendengar pekikan tania yang lumayan keras sehingga membuat telinga nya sedikit sakit sehingga mata nya pun terbuka dengan sendiri nya.
" Lihat saja sendiri, tangan ku sampai merah begini. " ucap tania yang mengulurkan tangan nya menunjukkan bahwa ada bekas merah disana.
" Cuma merah " ucap joe santai
" duduk lah disini aku akan mengobati mu. " ujar nya lagi sembari bangkit dari tempat tidur lalu pergi ke arah lemari karena di samping lemari pakaian ada lemari khusus untuk kotak p3k disana.
Dari arah lemari joe sedang berjalan ke arah tania dengan membawa obat salep berwarna putih di tangan nya. ia melangkah dengan pasti menuju ke arah tania yang kini sedang menunggu nya di atas ranjang hingga tak lama berselang tiba lah joe disana.
" Masih sakit? " tanya joe sembari mengambil tangan annisa dan melihat bekas merah akibat tarikan nya.
" Sedikit. " jawab tania singkat.
Joe kemudian mengoleskan obat nya dengan sangat lembut di lengan tania yang memerah. di lihat nya lengan tersebut dengan sangat teliti. dia seperti mengamati ada dimana saja bekas merah di tangan tania, dan dari raut wajah nya joe terlihat seperti sangat khawatir dan tanpak menyesal atas tindakan yang di lakukan nya barusan.
" Apa kau sering menahan semua ini? " tanya joe yang kini sudah selesai mengoleskan obat nya di lengan gadis nya itu.
" Ya, dan itu karena kamu. " ucap tania sembari memasang wajah yang cemberut.
" Oh ya, tapi kenapa kau tak pernah bilang kepadaku? " ucap joe sembari mengerutkan kening nya seakan ia tidak terima dengan sikap tania yang tak memberitahukan tentang keadaan nya kepada nya.
" Apa kamu pernah menanyakan nya? bukankah setiap kali aku mengeluh sakit kamu seolah tak menghiraukan nya. jadi untuk apa aku memberitahukan nya kepada mu. " ujar tania sembari menarik tangan nya dan kini mulai merangkul bantal yang ia ambil di sebelah nya.
" Maaf jika selama ini aku membuat mu terluka, bahkan aku tak menghiraukan mu saat kau mengaduh sakit di depan ku. " ujar joe yang terlihat begitu menyesal atas sikap kasar nya selama ini terhadap tania.
kasihan joe. iya tampak begitu menyesali perbuatan nya selama ini, mudah - mudahan saja ia bisa bersikap lembut seterus nya seperti ini.
gumam tania sembari menatap joe dengan raut wajah penuh kasih.
" Sudahlah, ini juga sudah terobati. " ucap tania.
" Oya, kenapa kamu tidak masuk kerja hari ini? " tanya tania yang masih penasaran kenapa suami nya pagi ini tidak berangkat ke kantor nya.
" Aku boss, jadi terserah aku mau masuk atau tidak kan. " ujar joe dengan sombong nya sembari menyenderkan badan nya di sandaran tempat tidur milik nya.
aku tau kamu boss tapi nggak usah gitu juga kali jawab nya.
gumam tania
" Memang sih, tapi tidak seperti biasa nya seorang presiden direktur sepertimu tidak masuk kantor. biasa nya sesibuk apapun dirimu pasti tetap meluangkan waktu untuk pergi ke kantor di pagi hari. " ucap tania panjang lebar yang menjelaskan seperti apa joe jika menyangkut urusan kantor nya. karena selama ini yang tania ketahui adalah sesibuk apapun joe, ia selalu menyempatkan waktu jika itu menyangkut urusan pekerjaan nya.
" Hari ini aku nggak masuk kerja karena aku ingin berleha - leha dengan mu di rumah. " ucap joe dengan santai nya sembari memainkan tangan nya mengisyaratkan agar tania mendekat ke arah nya.
apa maksud tangan nya seperti itu. apa dia mengisyaratkan aku agar mendekat ke arah nya.
gumam tania sembari menerka - nerka maksud dari gerakan jari suami nya itu.
BERSAMBUNG