
tania naik ke mobil bersama joe, mereka duduk berdampingan di dalam mobil, hari ini pak mun gak masuk kerja, jadi jonathan menyetir sendiri hari ini..
joe menyalakan mobil nya dan kemudian melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, ia menatap ke arah gadis nya itu dengan tatapan lembut seraya mengusap rambut tania..
" sayang.. kamu cantik sekali." ujar joe lembut
" terima kasih.." jawab tania singkat
mobil terus melaju hingga mereka sampai di butik idha, joe turun berbarengan dengan tania mereka melangkah masuk ke dalam butik dengan bergandengan tangan..
" selamat datang.. oh joe.. kamu sudah besar sekarang.." sambut pemilik butik secara langsung ketika melihat jonathan
" hmm... ini pasti tania ya.." tanya tante ida tersenyum ramah
" iya tante.." jawab tania tersenyum
" duh.. cantik banget sih kamu, memang mama kamu gak salah pilih joe ." puji tante ida, tania tersipu ia tersenyum malu mendengar pujian dari tante ida
" tante.. udah..? mana baju kita, kita mau coba pas atau nggak.." ucap joe dingin
" ih... kamu itu ya, ngegemesin banget sih.." tante ida mencubit kecil pipi joe yang mulus
" aaww.. sakit tante.." erang joe
" maka nya.. jangan sok cool deh depan tante, tante gemes tau lihat nya. ." ucap tante ida menatap gemas ke arah joe, tania yang melihat nya senyum senyum sendiri..
" gokil nih tante.. dia berani nyubit pipi mulus nya joe, kalau orang lain mungkin udah habis deh sama joe hehehe
gumam tania disusul gelak tawa dari bibir manis nya
joe menyadari tania yang menertawakan nya ia mendekat dan meraih dagu tania lalu mengecup bibir nya " cup "
tania tercengang ia tak menyangka joe akan seberani itu mencium nya di depan umum dan tante ida, wajah tania memerah menahan malu karena ciuaman itu
" uuh... kalian romantis sekali.. tante jadi iri deh.." goda tante ida
" nih.. gaun pengantin nya kamu tania, bagus kan.." ucap tante seraya menyerah kan gaun mewah berwarna putih kepada tania
" wah.. bagus sekali tante, " ucap tania kagum
" kau pasti cocok mengenakan gaun ini sayang," ujar joe
tante dan joe terkagum kagum saat melihat tania mengenakan gaun nya, tania terlihat sangat cantik saat itu dengan gaun putih menjuntai panjang dengan taburan permata menambah ke anggunan nya saat mengenakan gaun tersebut
joe tampak terpana begitupun dengan tante ida, mereka tampak tersenyum melihat le arah tania..
" kamu cantik sekali sayang.. memang aku gak salah pilih ya.." puji joe
" benar joe.. tania cantik sekali, " tambah tante
tania yang mendengar pujian dari joe dan juga tante ida mulai tersipu malu tanpa berani menatap ke arah mereka..
☆☆☆☆☆
selesai dari butik, joe mengajak tania untuk makan siang di sebuah restoran, sebenar nya udah bukan jam makan siang lagi sih, karena jarum jam udah nunjukkin pukul 3 sore,
mereka masuk ke dalam sebuah restoran yang sangat mewah, joe menggandeng tangan wanita nya tersebut dengan mesra saat memasuki restoran,
'" sayang.. kenapa kamu mengajak ku kesini,.?" tanya tania
" kenapa? ya untuk makan la... kita kan belum makan siang.." ujar joe
" iya.. maksud aku kenapa harus di restoran mewah seperti ini, di kaffe kan juga bisa, makanan disana juga enak enak.." imbuh tania
" kau tidak suka aku bawa kesini.? aku ingin menyenangkan mu sayang.." ujar joe tersenyum
" tapi aku lebih suka makan di kaffe atau warung makan pinggir jalan..'" ucap tania
" ini restoran ku sayang.. jadi kau tak perlu khawatir.." ujar joe, tania terkejut membelalakkan mata nya, ia tak menyangka restoran mewah yang sedang mereka datangi ini ternyata milik pria yang berada di hadapan nya saat ini,
pelayan datang dengan membawakan makanan tanpa diminta, mereka menghidangkan banyak sekali makanan enak, tania sendiri sampai tau harus pilih menu yang mana..
" sayang.. makan lah, semua makanan disini enak, kau pasti suka.." ujar joe tersenyum
" kamu yakin kita bakalan makan semua ini?" tanya tania yang sedikit ragu apakah bisa mereka menghabiskan semua hidangan di meja
" kau pilih saja yang kau suka, dan makanlah" joe sendiri sudah memulai melahap makanan nya dengan elegan..
wah... dia masih terlihat tampan walaupun sedang makan seperti itu, pantas saja banyak sekali wanita yang mengejar nya..
gumam tania sambil melahap makanan nya