
Setelah kepergian Tania. Joe kemudian merogoh saku celananya. Lalu ia mengambil ponselnya yang ada dan menghubungi seseorang.
Ketika panggilan telah tersambung.
"Bay, cari tahu tentang Tania sekarang juga. Apakah dia punya hubungan dengan Roy!" Perintah Joe dengan suara tinggi.
"Apa! Tania! Haha, nggak salah nih!" Bayu tergelak di tempat nya.
"Apa kau menertawakan ku? Baiklah, jika hari ini kau tidak bisa mencari tau semua tentang Tania. Maka besok bersiap-siaplah berangkat ke kota KL untuk mengurus proyek kita disana." Ujar Joe dengan nada ancaman.
Glek.
Bayu menelan ludah nya. Yang benar saja, kota KL itu kan sangat jauh dari tempat nya sekarang dan juga sangat terpencil. Mana sanggup Bayu jika harus di pindah tugaskan kesana. Sehingga kini mau tidak mau ia harus segera mengerahkan tenaganya untuk mencari info tentang Tania.
"Baiklah-baiklah, aku akan segera mencari tahu tentang Tania. Besok aku akan memberi kabar kepadamu." Ucap Bayu. Lalu ia pun menutup ponselnya.
Kini setelah mendapatkan sedikit ancaman dari Joe. Bayu jadi bersedia untuk mencari tahu tentang Tania dan juga, mengerahkan seluruh anak buahnya.
"Pak Min jalan!" Perintah Joe.
Kini mereka sudah berada didalam mobil.
Setelah mendapatkan pesan singkat dari Mamanya. Joe bergegas untuk segera pulang menemui Mama.
Pak Min melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kearah rumah orang tua Joe. Sementara Joe dengan wajah dingin nya, ia menatap kearah kaca mobil dan membayangkan apa yang tengah dilakukan Tania dengan Roy.
"Sial!" Umpat nya seraya mengepalkan tangan nya.
***
"Terima kasih kak Roy," Tania tersenyum lembut.
Kini Roy telah mengantar Tania hingga tiba didepan gang rumh nya.
"Sama-sama, yaudah aku pamit dulu ya Nia. Da.." Roy bergegas pergi dari sana. Karena mengingat malam semakin larut.
"Da kak, hati-hati ya."
Tania melambaikan tangan kearah Roy yang telah pergi meninggalkan nya di pinggir jalan.
Lalu setelah melihat Roy menghilang dari pandangan nya. Ia kemudian bergegas pulang ke kontrakan.
Roy dan Tania sudah saling mengenal selama hampir dua tahun ini. Sejujurnya selama ini Roy memendam perasaan nya terhadap Tania. Baginya membuat Tania senang dan tersenyum bahagia membuatnya juga bahagia.
Ceklek.
Tania membuka pintu. Setelah pintu terbuka, dengan segera ia langsung masuk kedalam. Disana diruang tengah terlihat Wulan tengah duduk didepan televisi sembari membaca sebuah Novel.
"Wah.. kelihatan nya lagi asik nih!" Sapa nya seraya duduk disamping Wulan.
"Nia, kamu sudah pulang?" Tanya Wulan.
"Yah, seperti yang kamu lihat." Sahut Tania.
"Wah,, kamu beli kalung baru? Cantik sekali," Wulan merasa takjub saat melihat kalung baru yang dipakai Tania di lehernya.
"Oh, ini, tadi dikasih sama kak Roy." Ucap Tania.
"Apa! dikasih kak Roy!" Wulan seketika terkejut mendengarnya.
"Iya,"
"Hmm, aku yakin sekarang. Firasat ku mengatakan jika selama ini kak Roy memang memendam perasaan sama kamu." Ujar Wulan.
"Apaan sih Lan! Aku sama kak Roy itu udah seperti kakak dan adik. Jadi mana mungkin dia jatuh cinta sama aku," Tania mengerutkan dahinya.
"Kamu aja nggak peka. Selama ini kak Roy terus perhatian sama kamu, jika kak Roy nggak cinta terus apalagi." Tambah Wulan.
"Kak Roy perhatian itu karena dia sudah menganggap ku adik nya." Sangkal Tania, "Uda ah! Aku mau mandi dulu. Oya, nih tadi kak Roy beliin Pizza,"
Tania menyerahkan kantong yang berisi sekotak Pizza yang di belikan Roy kepada Wulan. Lalu setelah itu ia pun beranjak dari tempat nya dan masuk kedalam kamar. Namun sesaat kemudian ia kembali keluar dengan handuk yang ia letakkan di bahunya dan berjalan menuju kearah kamar mandi.
Beberapa menit kemudian. Tania yang telah selesai membersihkan tubuhnya kemudian segera keluar dari kamar mandi. Ia berjalan melewati ruang tengah dan melihat kotak Pizza yang masih berantakan diatas meja.
"Ya ampun Wulan,, tuh anak memang ya. Udah dikasih makanan eh habis makan bukan nya di bersihin malah ditinggal begitu aja."
Tania menggelengkan kepalanya. Ia tak habis pikir melihat sahabat nya Wulan yang tak selalu meninggalkan pekerjaan tambahan untuk nya. Kini Tania membersihkan sisa-sisa makanan yang ada diatas meja. Lalu setelah itu ia pun berjalan masuk kedalam kamar nya.
Didalam kamar. Setelah memakai pakaian tidur nya. Tania lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Ia lalu menatap langit-langit kamar dan membayangkan kembali kejadian di Mall tadi. Dimana Joe yang tiba-tiba saja menariknya dan mencium nya dengan kasar.
"Kenapa tiba-tiba dia tadi bisa ada disana ya. Apa jangan-jangan ia dengan sengaja membuntuti ku saat pergi dengan kak Roy. Tapi apa maksudnya? Kenapa ia harus membuntuti ku. Apalagi sampai mencium ku seperti itu disana. Untung saja tadi disana nggak ada orang yang datang. Kalau tidak, habislah aku. Pasti akan sangat memalukan untukku jika sampai orang lain melihat nya." Lirih Tania. "Ah, sudahlah. Lebih baik sekarang aku langsung tidur. Karena besok kan ada pertemuan penting dengan klien" Lirih nya lagi. Kini ia pun mulai memejamkan matanya dan mulai hanyut kedalam negeri mimpi.
BERSAMBUNG