
Perlahan-lahan Tania berjalan dengan cara berjinjit melangkah menyusuri kamar. Ia berjalan
melewati ranjang menuju kearah lemari yang terletak diujung sana. Berniat mengambil handuk terlebih dahulu untuk mengeringkan badan dan juga rambutnya. Dengan tubuh polos ia melangkah sembari menutupi dadanya dengan kedua telapak tangan nya. Hingga akhirnya saat ia hampir tiba disana tiba-tiba saja tubuhnya di sergap dari belakang.
“ Ah!” Seru Tania.
“ Sayang… kamu sengaja memancingku ya.” Kata Joe sembari mempererat dekapan nya.
“ Ti-tidak, bu-bukan seperti itu. Ta-tadi itu a-aku sudah memanggilmu dari dalam kamar mandi, ta-tapi tak ada sahutan apapun darimu. Ku kira kau sudah keluar dari kamar, jadi aku memutuskan untuk masuk kedalam dan mengambil handukku sendiri.” Jelas Tania.
Terlihat gurat ketakutan dari raut wajahnya.
Bagaimana tidak, mengingat bagaimana Joe yang seperti hewan buas yang sedang kelaparan saat bertempur diatas ranjang, membuatnya Tania takut sendiri karena nya. Jika saja Joe bisa mengontrol dirinya sedikit, mungkin Tania tidak akan setakut ini.
Ya, walau bagaimanapun Joe pria pertamanya dan juga ini pengalaman pertamanya bercinta. Tania sungguh tidak menyangka jika suaminya bisa se-agresif ini, ditambah lagi gairah nya yang menggebu-gebu membuat Tania sulit untuk mengimbanginya.
“ Sayang, tubuhmu harum sekali.” Perlahan Joe mencium pundak Tania mengitari pinggang nya dengan jemarinya, membuat gadis itu bergidik karena nya.
“ Joe, aku geli.” Kata nya.
Tangan Tania juga berusaha melepas tangan Joe yang kini mengikat pinggang nya.
“ Joe, lepas! Aku ingin mengambil handukku dan memakai nya.” Ujar Tania.
“ Untuk apa memakainya? Aku lebih suka melihatmu yang seperti ini.” Joe kini mulai menggerayangi belakang leher Tania. Tangan nya juga mulai bergerliya manja kearea-area yang membuat Tania menggigit bibir nya. “ Hmm, bukankah kau juga menginginkan nya.” Seringai Joe.
Terlihat senyum licik dari sudut bibirnya. Merasa puas karena aksinya berhasil menarik perhatian Tania. Lalu kini tanpa menunggu lama diangkat nya tubuh polos itu dan di hempaskan nya keatas ranjang, dan akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi.
Sementara itu diluar.
Wulan kini sudah berdiri layaknya patung yang sama sekali tak bergerak. Kepalanya menunduk tak berani menengadah keatas, mengingat akan kesalahan yang telah ia lakukan. Wajahnya terlihat sangat pucat karena ketakutan yang kian melanda.
Bagaimana tidak, hari ini karena kelalaian nya Tania di peluk oleh lelaki asing. Bahkan lelaki tersebut juga berani mencium tangan Tania didepan suaminya yang tak lain adalah Ceo dari perusahaan tempatnya bekerja.
Bagaimana pun ini memang salahku. Andai saja aku tidak mengiyakan ajakan Tania untuk berjalan keluar, pasti kejadian nya tidak akan sampai seperti ini.
Gumam nya.
“ Ehm.” Bayu memasang tatapan dingin saat melirik kearah Wulan.
Habislah sudah… Pak Bayu saja yang biasanya tersenyum dan suka bercanda hari ini benar-benar memasang wajah yang amat sangat menakutkan seperti itu.
Gumam Wulan.
“ Kenapa kau menunduk? Angkat kepala keatas dan lihat kearahku.” Tegas nya.
Perlahan Wulan pun mengangkat kepalanya pelan, menatap kearah Bayu.
“ Ma-maafkan saya Pak! Ini semua kesalahan saya yang tak bisa menahan Tania untuk tidak keluar.” Wulan memelas.
“ Kau sudah tahu dimana letak kesalahanmu?”
“ Ya, sa-saya tau.” Ujar wulan. “ Dan saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi.” Ucap nya dengan pasti.
“ Hmm, baiklah. Aku harap ini akan jadi yang pertama dan juga yang terakhir kalinya kau bertindak bodoh seperti ini. Lain kali jika tidak ada perintah untukmu, jangan pernah melakukan nya meskipun itu Tania sendiri yang minta, mengerti!” Ucap Bayu sembari menyerukan suaranya yang membuat Wulan semakin gugup karena nya.
“ Me-mengerti Pak!”
“ Hehehehe.” Lirih nya.
Gadis ini benar-benar polos, hahahah!
Gelaknya dalam hati.
“ Sekarang kau ikut denganlu untuk mendapatkan hukuman mu.” Kata Bayu sembari berjalan melewati Wulan.
Hukuman? Aaa… Tania! Semua ini salahmu!
Pekik Wulan dalam hati.
BERSAMBUNG