
mobil sampai di halaman rumah, tania turun dan bergegas masuk ke dalam rumah sepanjang perjalanan tadi tak ada satu kata pun yang mereka bicarakan.
jonathan hanya menatap nya dengan senyum licik
kira kira apa yang akan di lakukan nya kali ini
tania terperanjak dalam fikiran nya, ia tak mau membayang kan lagi sikap apa yang akan dilakukan jonathan saat mereka tiba di rumah.
tania memilih bergegas masuk ke dalam dapur untuk menyiapkan makanan, ia memilih masuk ke dapur dari pada harus berlama lama dengan jonathan.
" non.. mau ngapain?" tanya bik asni saat melihat tania yang dengan tergesa gesa nya memasuki dapur.
" mau masak bik, mau bantuin nggak?" seru tania.
" boleh non.. eh kok tumben nih non tania masak jam segini? " bik asni.
" tania masak untuk tuan bik.. tadi juga orang nya udah pulang, " tania.
" tumben ya tuan jam segini udah pulang, tapi ya suka suka tuan juga sih, kan dia raja nya hihihi" ucap bik asni dengan sedikit tertawa.
" udah bik, ntar orang nya dengar, lanjut masak aja yuk.." ujar tania sambil melanjutkan pekerjaan nya.
tania pun membuatkan makanan dengan di bantu bik asni di dapur, dan mereka bisa dengan begitu cepat menyelesaikan nya.
makanan telah tersedia, bik asni menata nya di meja, dan setelah itu ia pergi membersihkan dapur yang telah di pakai untuk memasak tadi. sedangkan tania pergi memanggil jonathan yang sedang berada di dalam kamar nya.
deg...
jantung tania berdegup kencang saat berada di depan pintu kamar jonathan, ia merasa takut untuk mengetuk pintu kamar nya apalagi sampai harus masuk kedalam,
bisa habis aku oleh nya kalau aku memasuki kamar nya.
tania menarik nafas lalu membuang nya secara perlahan, ia mengumpulkan segenap keberanian untuk langsung mengetuk pintu kamar jonathan.
tok tok tok
jonathan berjalan mendekati pintu dan membuka nya.
" kreek...
" kau.." jonathan menarik tania ke dalam kamar nya,
astaga..
aaaaa..... tania... sadarlah....
" kau menyukai nya?" bisik jonathan lembut.
" apa!!" seru tania yang tak mengerti maksud dari perkataan jonathan.
" maksud ku, apa kau menyukai tubuh ku.." seringai joe dengan senyum licik.
lihat itu, bahkan wajah nya saja sampai merona begitu, tania... aku tau kau sedang menatap tubuh ku... hahahaha
jonathan tergelak dengan sendiri nya, sedangkan tania mulai salah tingkah saat ia sadar bahwa jonathan mengetahui saat ia menatap tubuh nya.
" a..a..ku, tidak.." wajah tania mulai merona, jonathan seperti tau betul ap yang ada di fikiran nya sekarang, dan " cup "
untuk kesekian kali nya sebuah kecupan lembut kembali mendarat di bibir nya.
tuh kan.. dia mencium ku lagi.
tania mendorong tubuh jonathan menjauh agar terlepas dari nya.
" makanan mu sudah siap, sekarang turun lah untuk makan " wajah tania merona, dan ia tak berani menatap joe secara langsung, dan kemudian ia pun langsung pergi dari sana tanpa menunggu jonathan.
joe tersenyum puas, ia senang bisa menggoda gadis nya seperti itu. ia pun melangkah kan kaki menuju lemari pakaian nya dan mengambil satu setelan pakaian nya untuk ia kenakan di rumah.
***
jonathan turun dengan santai nya ia berjalan menuju ruang makan yang tak jauh dari dapur, ia melihat tania yang sudah dengan rapi nya duduk menunggi diri nya disana.
jonathan tersenyum tipis sambil terus mendekat.
" ini kau semua yang memasak nya?" tanya joe yang menatapi beberapa menu makanan yang tersajikan.
" iya.. di bantu bik asni juga" jawab tania.
" hmm... kelihatan nya enak, ambilkan untukku." ucap joe.
tania mengambil piring yang ada di depan joe dan kemudian mengambilkan nasi serta lauk pauk nya yang di tunjukkan joe, ia dengan sabar melayani joe hari itu.
jonathan memakan semua makanan nya dengan lahap nya, tanpa banyak berkomentar dan seperti nya dia menyukai masakan yang di buatkan oleh tania.