CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 102


Keesokan harinya.


Sebuah tangan melingkar erat di pinggul Wulan. Wulan yang saat itu ingin berbalik kini terhambat karena Bayu yang tak memberi ruang untuknya berputar, bahkan kini pria itu memeluknya dengan mesra. Bayu sama sekali tak mengingat jika disana ia sedang berbaring dengan seorang wanita. Dalam mimpinya saat ini adalah, ia sedang tertidur pulas dengan sebuah bantal guling besar yang sedang di peluk nya. Bantal guling itu sangat nyaman, sehingga membuatnya tak ingin melepaskan-nya.


Wulan tak bisa bergerak, untuk berputar saja ia tidak bisa. Karena kini tangan Bayu melingkar erat di pinggang nya, membuat gadis itu tak bisa bergeraak leluasa dalam tidur nya. Dirabanya tangan Bayu dan Wulan pun merasakan hal yang aneh.


Apa ini? Semakin diraba, benda ini semakin terasa seperti jari-jari manusia.


Gumam nya dalam hati.


Perlahan Wulan membuka matanya, lalu ia mengalihkan pandangan nya kearah bawah dana melihat sebuah tangan melingkar di pinggang nya.


“ Aaaa…!” Jeritan Wulan memecah seluruh isi kamar.


Ia melihat sebuah tangan yang ia yakini adalah tangan seorang pria sedang melingkar erat di pinggang nya.


Siapa ini? Kenapa bisa ada tangan seorang pria di pinggang ku?


Wulan menggigit bibir nya, lalu kemudian dengan segenap tenaga ia mendorong tubuh Bayu ke belakang hingga membuat nya tersungkur ke bawah.


“ Aduh!” pekik Bayu.


Pria itu yang awalnya tidur dengan pulas nya kemudian terjaga, saat tubuhnya terbentur di lantai.


“ Sial! Siapa yang telah berani mendorong ku?” Bayu bertanya dengan suara lirih.


“ P-pak Ba-Bayu.” Suara Wulan terdengar begitu gemetar saat melihat sosok pria itu adalah Bayu sang General Manajer.


“ Dasar gadis bodoh, berani-beraninya kau mendorongku hingga jatuh ke bawah!” Bayu menggertakan giginya.


“ Ke-kenapa Ba-bapak bisa ada di ranjang ku?” Tanya Wulan masih dengan suara yang terdengar begitu gemetar. “ Mungkinkah, Ba-Bapak mengambil ke-kesempatan dariku?” Tanya nya lagi.


Wulan lalu melihat keseluruh tubuhnya, pakaian yang di kenakan nya masih terlihat lengkap menempel disana. Hanya saja saat ini kemeja lengan panjang yang di pakainya telah tanggal hingga menyisakan tantop nya saja saat ini. Sehingga kini gadis tersebut dengan cepat menarik selimutnya.


Bayu seraya memegangi kepalanya kemudian bangkit dari sana dan kembali menaiki ranjang. Dilihatnya kearah Wulan, gadis itu terlihat sangat pucat sekarang.


Ada apa dengan nya? Apakah dia takut kepada ku?


“ P-pak Ba-Bayu, an-anda telah me-menodai saya?” Tanya Wulan terbata-bata.


“ Hah, menodai? Lihat ke seluruh tubuhmu, pakaian mu masih utuh tidak!” Seru Bayu di balik pertanyaan nya.


“ An-anda telah naik ke ranjang saya, dan sekarang pakaian yang saya kenakan….”


“ Kau sendiri yang membukanya tadi malam, dan ingat bukan aku yang naik ke ranjang mu. Tapi kau yang saat ini sedang  naik ke ranjang ku!” Sanggah Bayu yang kemudian mengatakan kebenaran nya.


Wulan seketika mengerjap keseluruh isi kamar, memastikan ucapan yang baru saja terlontar dari mulut Bayu, dan hasilnya adalah benar.


 


 


 


Ya Tuhan, kenapa aku berada di kamar nya? Mungkinkah apa yang di katakana olehnya itu benar jika akulah yang sudah naik ke ranjang nya?


 


 


Sementara Baayu kembali menarik selimut nya dan memejamkan matanya. Hari ini Bayu bebas dari tugas, karena tadi malam mereka sudah menandatangani kontrak kerjasamanya. Jadi hari ini Bayu bebas berleha-leha didalam kamar, berniat tidur hingga waktunya makan siang.


Sungguh memalukan! Bagaimana mungkin aku bisa bersikap serendah ini.


Pikirnya.


Seolah tau tentang apa yang sedang di pikirkan Wulan saat ini membuat Bayu kemudian mengatakan akan apa yang terjadi tadi malam.


“ Semalam kau dan Tania minum sampai mabuk, kalian bahkan naik keatas panggung dan menari-nari dengan ria disana. Kau bahkan membuka baju mu hingga yang tersisan hanya tantop mu. Untung saja aku ada disana, dan segera membawamu pulang. Jika tidak, maka kau akan habis di makan oleh pria-pria asing itu.” Jelas Bayu. “ Dan lagi, karena mengingatmu yang saat itu sedang mabuk. Maka aku memutuskan untuk membawamu ke kamar ku, dan juga membiarkanmu tidur di ranjang ku. Tapi tenang saja, aku sama sekali tak menyentuh mu, karena kau buka selera ku.” Sembari memejamkan mata, ia mengucapkan semua kalimat itu.


Wulan terdiam, kini ia berusaha kembali mengingat akan apa yang di terjadi tadi malam. Lalu, saat ingatan itu samar-samar mulai terlintas di pikiran nya, gadis itu kemudian menutup mulutnya dan menyadari kan kesalahan


nya.


Dasar Bodoh! Seharusnya aku sama sekali tidak menyentuh minuman itu.


Gumam nya.


Kini Wulan mulai merasa bersalah dengan karena tadi ia telah salah menuduh Bayu, sehingga kini Wulan pun berterimakasih kepadanya.


“ P-pak Ba-Bayu, tolong maafkan saya yang telah salah dalam menilai Bapak. Saya kira, Bapak dengan sengaja mengambil keuntungan dari saya. Padahal sebenarnya, Pak Bayu lah yang telah menolong saya. Sekali lagi saya


mohon maaf dan juga terimakasih yang sebesa-besar nya. Entah apa yang harus saya lakukan untuk membalas semua kebaikan Bapak terhadap saya.” Ucap Wulan.


Dalam tidur Bayu menyeringai.


“ Heheheh, tidak masalah.” Kata Bayu,” Sebenarnya tadi malam aku sudah menikmati bibir mu, jadi aku menganggap ini semua impas.” Ucap nya kemudian.


Mendengar ucapan Bayu membuat Wulan terbelalak, baru saja ia merasa jika Bayu adalah dewa penolong nya. Namun kini saat ia tau kenyataan yang sebenarnya jika Bayu telah merenggut ciuman pertamanya, seketika api


amarah naik hingga ke kepalanya.


“ Dasar Bayu berengsek!” Pekik nya sembari memukul kepala Bayu dengan sebuah bantal. “ Lelaki sialan! Baru saja aku merasa kau bagaikan dewa penolongku, tapi sekarang nyata nya kau tak lebih buruk dari pria berengsek yanga ada di luar sana!” Seru Wulan lagi


Tak tahan dengan pukulan yang terus di hantamkan oleh Wulan, membuat Bayu bangkit dari tidurnya.


 


 


Saat Wulan ingin menghantam kembali bantal itu ke wajahnya, Bayu lalu dengan segera menepis nya hingga jatuh ke lantai. Kemudian kini ia menyergap tubuh Wulan dan menindihnya dari atas.


“ K-kau!”


Cup!


Bayu kembali mendaratkan ciuman di bibir Wulan, membuat gadis itu bungkam tak mampu melanjutkan makian nya.


Dasar pria sialan!


Wulan mengumpat dalam hati.


“ Aku masih lebih baik daripada pria di luar sana. Jika pria lain yang membawamu, maka bukan cuma ciuman pertamamu saja yang mereka ambil. Bahkan ke perawanan mu juga akan mereka renggut darimu.” Bisik Bayu di telinga Wulan.


BERSAMBUNG


 Jangan lupa tekan Vote nya ya kaka, agar novel ini bisa naik rangking teraras. Terimakasih^^