CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 67


" apa kau sudah tidak betah lagi disini.? atau kau mau aku kirim pulau kalimantan untuk mengurusi anak perusahaan kita yang ada disana.." ketus joe dengan tatapan tak senang.


dia marah sekali aku goda seperti itu.. apa jangan - jangan benar dugaan ku bahwa dia tak mendapat jatah nya di malam pertama.. kalau memang iya kasian sekali kau bro... hahahahaha...


gumam bayu dalam hati, dan mulai senyum - senyum sendiri membayangkan malam pertama joe yang gagal.


joe menyadari perubahan ekspresi dari bayu yang sedang ada di depan nya ini dan seperti nya joe pun bisa membaca apa yang sedang di pikirkan bayu sehingga membuat nya senyum - senyum sendiri seperti itu.


" apa kau berpikir sesuatu tentang ku.. membayang kan malam pertamaku yang gagal dengan istri ku.." ketus joe dengan nada tak senang dan kini menggebrak meja nya dengan telapak tangan nya " plaam "


membuat bayu tersadar bahwa joe bisa membaca isi hati nya.


marah sekali dia..


" maaf - maaf .. aku nggak bermaksud seperti itu kok.." sanggah bayu sambil menenangkan joe yang berdiri dengan menopang telapak tangan nya di atas meja dan wajah nya kini memerah menahan kesal.


" seperti nya.. kau benar - benar ingin mengurus anak perusahaan kita yang ada di pulau kalimantan ya. " ucap joe lagi dengan tatapan sinis.


" aku masih betah disini kok joe.. lagi pula perusahaan kita disini masih membutuhkan ku.. hehe.." jawab bayu dengan sedikit candaan.


jonathan tak menggubris kini ia duduk di kursi kebanggaan nya itu.


" kau bersiap - siap lah.. aku akan mengurus keberangkatan pemindahan kerja mu kesana." ucap joe tanpa candaan bayu tadi.


" boss.. apa kau sudah tidak sayang padaku lagi.." jilat bayu saat melihat ekspresi joe seolah tak main - main dengan perkataan nya.


" aku hanya sayang pada istri ku.. bukan kepadamu.." ketus joe.


dasar jonathan.. di canda in dikit langsung ngambek gini..


" tapi boss aku sayang kepada mu, aku mohon jangan pindahkan aku ya." rengek bayu seperti anak kecil.


baru tau rasa kau.. berani nya kau membayang kan malam ku dengan tania..


gumam joe.


joe tak merespon perkataan bayu, ia kini duduk dengan santai nya sambil menyilangkan kaki nya di kursi kebanggan nya itu.


" boss.. ku mohon.." rengek bayu lagi.


" kau urus pertemuan rapat kita hari ini dengan boss besar jepang dengan baik, buat mereka mau bekerjasama dengan kita. kalau kau berhasil kau akan tetap tinggal disini." ucap joe dengan wajah dingin.


" baiklah.. akan ku usahakan." ucap bayu sedikit lesu.


***


" aaa.... apa ini? apa aku sakit.. kenapa leher dan dadaku lebam seperti ini..


tania panik, namun seketika ia teringat dengan apa yang dikatakan joe tadi malam.


" tanda kepemilikan " ya.. itu yang di ucapkan nya tadi malam saat ia dengan bernafsu nya menggerayangi leher serta dada nya.


joe... kau lah yang membuat ku seperti ini..


gumam nya.


tania pun kemudian memakai pakaian nya dan kemudian menyisir rapi rambut nya namun tetap membiarkan nya tergerai ke bawah.


tok tok tok


suara ketukan pintu dari luar menandakan bahwa seseorang sedang berdiri disana.


tania pun melangkah mendekati pintu kamar nya dan kemudian membuka nya.


" mama.." ucap nya lembut dengan senyum hangat yang mengembang di bibir nya.


tania sangat senang saat melihat sang mama yang datang, itu berarti ia tak akan bosan hari ini di kamar.


" hai sayang.." peluk mama.


" udah rapi aja nih.. mau kemana sayang.." ucap mama seraya masuk kedalam kamar.


" enggak kemana - mana kok ma.." jawab tania lembut.


namun mama tiba - tiba senyum - senyum sendiri saat melihat ke arah nya.


wah.. seperti nya joe bernafsu sekali tadi malam sehingga begitu banyak tanda yang di buat nya di leher tania.


gumam mama.


" ma.. ada apa.? kok mama senyum - senyum gitu sih liatin tania." tanya nya penasaran.


" ah nggak.. mama hanya senang aja.." ucap sang mama.


hai guys . . itu gambar tania yang ada dalam bayangan author, kira - kira begitu lah kecantikan nya.. heheheπŸ€—πŸ€—


silahkan berimajinasi sendiri ya readers.. salam pembaca 😘😘😘😘😘


bersambung