CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 76


Seusai makan malam kini mereka berniat kembali ke kamar hotel. joe yang kini berjalan sembari merangkul tubuh tania tak henti nya menatap wajah istri nya sembari sesekali tersenyum senang. ya.. iya sangat senang karena malam ini tania menunjukkan pertahanan nya sebagai seorang istri yang menjaga suami nya agar tak bisa di dekati oleh wanita lain.


senyum sumringah terus mengembang di bibir joe di sepanjang perjalanan hingga akhir nya sampailah mereka di depan kamar hotel.


" kau yang buka." ucap joe sembari mengeluarkan kartu kunci hotel yang ia ambil dari saku nya dan kini ia serahkan kepada istri nya tania.


" baiklah." ucap tania sembari mengambil kartu tersebut dan kemudian membuka pintu kamar hotel.


setelah pintu kamar terbuka. joe kemudian masuk kedalam sembari membuka satu persatu kancing kemejanya yang ia kenakan sehingga ketika semua nya sudah terlepas kini ia berjalan ke arah ranjang sembari melemparkan kemeja yang ia pakai ke arah sofa yang tak jauh dari nya.


dengan dada yang telanjang kini ia merebahkan tubuh nya disana sembari membentangkan tangan nya dan kemudian melirik ke arah istri nya.


" sayang, kemarilah. " ucap joe sembari mengulurkan tangan nya mengisyaratkan agar tania mendekat ke arah nya.


tania yang masih berdiri di depan pintu kini melangkah berjalan menuju ke arah ranjang saat mendengar joe memanggil nya.


" ada apa?" tanya tania yang kini sudah berdiri di depan ranjang sembari memperhatikan raut wajah joe yang terlihat sekali sedang bahagia.


" kemari lah, aku ingin memeluk mu." ucap joe lembut sembari menepuk bahu nya agar tania tidur di sana.


" tapi aku ingin ke kamar mandi dulu, baru tidur." ujar tania


" ya sudah. pergi lah tapi jangan lama - lama ya." ucap joe lembut


ada apa dengan nya? seperti nya dia terlihat sangat senang sekali malam ini, apa itu karena jasmine?


gumam nya sembari menebak - nebak alasan di balik raut wajah joe yang tampak begitu bahagia.


tania pun kemudian beralih menuju ke arah kamar mandi sembari terus menerka - nerka dalam fikiran nya.


" tania.. ternyata kau sudah cukup pintar sekarang. bisa mempertahankan ku di hadapan wanita lain yang terlihat dengan sengaja mencoba mendekati ku.


gumam joe sembari menatap kepergian tania.


***


beberapa menit berlalu.


tania yang sudah selesai akhir nya keluar dari sana dengan sudah memakai pakaian tidur nya. ia melihat ke arah ranjang dan mendapati joe yang sedang sibuk dengan laptop nya.


tania kemudian berjalan ke arah joe yang kini sedang serius menatap layar laptop nya. ia kemudian naik ke atas ranjang dan kini telah duduk di samping nya seraya ikut melihat ke arah layar laptop yang sedang di perhatikan joe.


" oh ini, rencana nya empat hari lagi aku akan ke paris untuk bertemu klien disana. dan tadi bayu ngirim e-mail tentang berkas - berkas yang harus aku periksa. jadi aku memeriksa nya sambil menunggu mu keluar dari kamar mandi." ucap joe yang masih serius menatap layar laptop nya.


" Oh, emang nya kamu berapa hari disana?" ucap tania menanyakan.


" Satu minggu." jawab joe sembari terus fokus dengan pekerjaan nya.


" Apa!! satu minggu!! apa itu tidak terlalu lama?" ujar tania yang seakan tak rela jika harua berpisah terlalu lama dengan joe.


" andai saja aku boleh ikut dengan mu.


gumam tania.


" Kenapa? kamu nggak rela jika harus berlama - lama jauh dariku? " tanya joe yang kini sudah menutup laptop nya dan kini ia pun membalikkan tubuh nya menghadap ke arah tania yang saat ini berada di samping nya.


" Enggak, siapa bilang. " jawab nya sembari memalingkan muka.


" Yang benar? tapi dari nada bicara mu seperti nya kau seolah tak rela jika harus terpisah begitu lama dari ku. " ucap joe sembari terus menggoda tania hingga kini wajah nya tampak memerah akibat menahan malu nya.


" Pergilah, aku juga tak perduli seberapa lama kamu mau pulang. karena aku juga akan pergi bersenang - senang dengan teman - teman ku jika kamu tidak ada disini. " ucap tania yang kini seolah memasang wajah tak peduli nya namun itu semua sia - sia karena joe seperti nya tau apa yang sebenar nya di inginkan istri nya itu.


" sejujurnya aku akan lebih senang jika kamu mau mengajak ku ikut kesana.


gumam tania di sela - sela duduk nya.


joe kemudian merebahkan tubuh nya sembari menarik tangan tania dan kini ia pun telah jatuh kedalam pelukan joe.


" Kau tidak boleh pergi kemana - mana karena kau juga akan ikut dengan ku." ucap joe lembut sembari memeluk erat tubuh tania.


" Bernarkah? " ucap tania seolah masih tak percaya.


" ya " jawab joe singkat


wajah tania yang awal nya terlihat kesal kini berubah menjadi ceria. ia benar - benar tak menyangka bahwa joe akan mengajak nya untuk pergi ke paris bersama nya.


" Apa kau senang? " tanya joe sembari mengecup lembut kening tania.


" Hmm, lumayan. " sahut tania yang tak ingin terlalu menunjukkan kebahagiaan nya.


Sesungguh nya sekarang ini ia ingin sekali melompat - lompat dan tertawa kegirangan. namun hal itu di tahan nya karena ia tak mau joe menertawakan diri nya saat melihat nya yang bertingkah seperti anak kecil.