
kring.. kring.. kring..
ponsel joe berbunyi, ia menatap ke layar ponsel nya, ternyata bayu..
bayu menelfon joe untuk membicarakan masalah kantor dan joe pun memilih keluar dari dalam kamar, ia berjalan menyusuri lorong menuju kamar nya
di dalam kamar tania melihat lihat pakaian yang di belikan miska, semua nya bagus bagus dan seperti nya mahal, miska menatap tania sambil tersenyum senyum sendiri dan ternyata tania menyadari itu
" kenapa mba.. senyum senyum sendiri? kesambet di mall tadi ya.." ledek tania yang masih melihat lihat barang nya
" enak aja.. CEO playboy tu yang kesambet cinta kamu..hahaha.." balas miska sambil tertawa
" iiih.... mba miska bisa aja..." sanggah tania sambil mencubit pelan tangan miska
" sakit tau.. " miska mengusap pelan tangan nya yang di cubit oleh tania
" ngomong ngomong kapan jadian ne? kok tiba tiba udah sayang sayangan hihihi" goda miska seraya mencari tau apa yang terjadi terhadap tania dan ceo nya, kenapa mereka tiba tiba udah tinggal serumah terus ngomong nya pake sayang sayangan yang membuat nya mati penasaran
" baru kemarin.." ucap tania memasang muka agak malas, ya karena dia memang sedikit malas membahas hubungan nya saat ini
" kok gitu sih... ceritain dikit lah, kan aku juga penasaran seorang ceo playboy seperti jonathan alexandre bisa sebegitu lembut nya terhadap wanita dan itu kamu tania.. sebelumnya memang banyak wanita yang dekat dengan nya tapi baru kali ini aku melihat nya begiti lembut memperlakukan seorang wanita.." ujar miska panjang lebar menceritakan bagaimana kedekatan joe dengan para wanita nya yang terdahulu,
" kelihatan nya saja lembut, tapi sebenar nya dia itu terlalu kasar loh mba.." ucap tania dengan raut wajah sewot
" itu memang tabiat nya, kamu harus bisa memahami dia cepat atau lambat, karena tempramen nya memang seperti itu, tapi dari cara dia berbicara dengan mu dan sikap nya yang terlalu perhatian kepadamu itu menunjukkan bahwa ceo benar benar jatuh cinta kepadamu.." ujar miska
" mba gak tau aja kali.. kan mba baru dua tahun juga kerja di perusahaan, lagian kalau joe mau bawa cewe kerumah mesti ijin dulu sama mba, gak kan.." tania masih tak percaya dengan apa yang dikatakan miska,
" kalau kamu gak percaya , tanya bik asni deh, dia itu udah lama banget disini, dan aku juga tau semua ini dari bayu, bayu kan sahabatan sama presdir.." ujar miska meyakinkan tania
" mungkin apa yang mba miska katakan itu ada benar nya, aku harus bisa memahami sikap nya yang terkadang tempramental, karena beberapa hari lagi kami akan menikah.." ujar tania dengan duduk menyandar di atas sofa
" apa.!!! kalian akan menikah?" miska tampak terkejut mendengar pernyataan tania
" iya mba.. jangan lupa datang ya.." ucap tania santai
" kok bisa secepat itu tania.. kamu gak lagi hamil kan..?" tanya miska serius
" ya enggak lah mba.. hubungan ku dengan joe belum sampai kesitu, kami menikah itu karena mama nya joe udah ngatur semua nya, jadi mau gak mau aku harus nikah sama tuan ceo " ujar tania jujur, di sela sela pembicaraan mereka tiba tiba ponsel miska berdering ia melihat ke layar ponsel nya dan ternyata itu bayu yang menelfon nya
" hallo bayu.. ada apa?" tanya miska melaluia panggilan ponsel nya
" kamu dimana? kita akan ketemu klien sore ini, presdir katanya gak bisa pergi jadi kamu dan aku yang akan pergi menemui klien hari ini.. cepat lah kembali.." ucap bayu dari seberang ponsel
" baiklah.." miska pun menutup panggilan tersebut ia mengambil tas nya dan permisi kepada tania
" nona tania.. aku balik ke kantor dulu ya, karena masih banyak pekerjaan disana, jaga kesehatan mu ya .." miska bangkit dari duduk nya
" baiklah.. terima kasih ya mba untuk semua ini, dan hati hati di jalan" ucap tania, miska pun melangkah pergi meninggalkan tania sendiri di kamar nya tanpa lupa menutup pintu kamar itu kembali, tania dudul ia memandang semua baju yang di belikan jonathan untuk nya, ia berfikir jonathan memang begitu baik terhadap nya akhir akhir ini, namun tempramen nya memang susah sekali untuk di tebak