CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 110


Tania semakin resah, sepertinya penjelasan nya tentang Sam percuma saja. Api kecemburuan yang sudah menyala ternyata sulit untuk di padamkan. Ucapan Joe memang terdengar lembut, namun tersirat begitu makna


disana.


“ Kak Sam, kami pamit dulu ya. Mungkin di lain kesempatan, kita akan bertemu lagi.” Tania kini bangkit dari duduk nya. Diraih nya tangan Joe untuk ikut bersamanya.


“ Ya Tania, hati-hati.” Sam tampak mengerutkan dahinya. Di tatap nya kearah Joe yang kini berdiri di hadapan nya.


“ Mungkin lain kali itu kita bisa ngopi bareng.” Joe tersenyum sinis.


Sementara Sam, bermuka datar.


“ Haha, ya.” Tania tersenyum kaku.


Harus bisa sesegera mungkin pergi dari sini. Jika tidak, aku takut Joe akan menggila disini.


“ Sayang, mari pulang!” ajak nya seraya menatap kearah Joe.


“ Hmm.” Joe pun menuruti keinginan Tania.


Kini mereka berbalik badan dan melangkah pergi meninggalkan tempat itu.


Tania, sejak kapan kau menikah? Kenapa aku sama sekali tidak mengetahuinya. Sungguh, hatiku begitu sakit mengetahui akan hal ini. Andai saja dulu aku tidak mendengarkan ucapan orang tuaku dan memilih pergi denganmu, mungkin sekarang yang ada disana adalah aku bukan dia.


Tersirat kesedihan dari raut wajah Sam kala itu.


Di kamar hotel.


Wulan terlihat memakai sebuah celemek di badan nya. Tangan nya kini sedang memegang sebuah spatula. Sementara itu di hadapan nya kini terlihat sebuah masakan sedang di masaka di atas wajan. Wulan kemudian dengan ragu mengangkat makanan nya, di letakkan nya makanan tersebut kini diatas sebuah piring yang berukuran sedang.


Apa ini bisa di makan ya?


Wulan terlihat ragu.


Ah, sudahlah. Yang penting sekarang aku sudah memasak sesuatu sesuai perintah nya. Enak tak enak itu urusan nanti, lagipula siapa suruh harus aku yang membuatkan makanan untuknya. Bukankah ini adalah hotel berbintang, pasti ada banyak koki-koki terkenal disini.


Dengan penataan seadanya, kini Wulan membawa makanan tersebut kearah meja makan yang ada disana. Disana, sudah terlihat Bayu sedang duduk di kursi menunggu nya. Menunggu masakan buatan nya.


Kini setibanya disana, Wulan pun lantas menyajikan hasil masakan nya itu di atas meja.


“ Hmm.” Angguk Bayu.


Di tariknya makanan yang sajika Wulan agar mendekat kearah nya. Dengan sebuah garpu dan juga sendok makan, Bayu kini mulai mengambil makanan tersebut dan memasukkan nya ke mulut.


“ Piuuhh!” Bayu menyemburkan makanan yang baru saja singgah di mulut nya.


Mati aku, sekarang harus bagaimana? Lagipula siapa yang menuruhku untuk memasak. Aku kan tidak sejago Tania, yang bisa memasak apapun.


“ Wulan! apa-apaan ini? Kenapa rasa masakan mu tak karuan seperti ini! Sebenarnya kau itu bisa masaka nggak sih!” bentak Bayu.


“ Bi-bisa Pak.” Sahut Wulan gugup.


“ Jika bisa kenapa masakan mu rasanya aneh seperti ini!” seru Bayu lagi.


“ Saya hanya tidak bisa memasak makanan sesuai keinginan anda.” Jawab Wulan.


Bayu merapatkan alis nya. Di letakkan nya kembali kedua sepasang sendok tersebut di atas piring.


“ Jika begitu makanan apa saja yang bisa kau masak untukku?” Tanya nya seraya mengalihkan pandangan.


“ Saya bisa masak nasi, goreng telur, sambal lado, sama bikin Mie Instant Pak.” Jawab nya jujur.


Cuma beberapa masakan biasa, karena Wulan pun berasal dari keluarga sederhana. Selain itu, semenjak dia kuliah disini, Tania lah yang sering memasak untuk nya.


Mendengar kejujuran Wulan, membuat Bayu menepuk jidat nya. Ia lantas bangkit dari duduk nya dan meraih tangan Wulan, mengajak nya kedapur bersamanya.


“ Setidaknya kau bisa memasak beberapa makanan meskipun itu anak kecil juga bisa melakukan nya. Maka dari itu, kini aku akan menunjukkan padamu bagaimana caranya orang dewasa dalam memasak.”


Di tarik nya tangan Wulan, lalu kini di bawa nya kearah dapur untuk menunjukkan keahlian nya dalam memasak.


BERSAMBUNG


Mau cerita yang bagus namun nggak ngebosenin. Silahkan mampir ke novel yang satu ini👇. Dijamin ngakak dan buat kegalauan kalian hilang seketika.



Jangan lupa mampir ya😉