CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 59


mama tersenyum - senyum melihat tingkah putra nya itu sedangkan tania berusaha mendorong tubuh jonathan dan hingga pada akhirnya jonathan melepaskan sendiri ciuman nya pada tania.


dan dengan rasa tidak bersalah nya ia mengatakan.


" kau jangan suka menasehati ku, karena hanya aku yang benar disini, dan untuk mama aku akan tinggal disini karena aku tak bisa jauh dari nya." ucap nya tegas dan kemudian berlalu tanpa bersalah.


apa..!!! dia pergi begitu saja tanpa merasa bersalah dengan apa yang di lakukan nya padaku barusan, dan tadi dia bilang apa? hanya dia yang paling benar disini? dan mama cuma tersenyum melihat tingkah putra nya yang hampir seperti orang gila ini..? OMG...


bisa gila aku terus terusan seperti ini..


tania menggerrutu di dalam hati.


mata nya menatap sinis kepergian jonathan, dan ia menatap heran ke arah mama yang tersenyum sambil menggelengkan kepala menatap kepergian putra nya.


" ma.. kok mama cuma senyum sih? mama nggak marah joe ngomong seperti itu ke mama barusan?" ucap tania protes.


mama menepuk bahu tania dan kemudian duduk di atas ranjang tania.


" tania.. mama senang akhir nya joe mau nginap disini, kamu tau sudah lama sekali joe tidak mau tidur di rumah mama semenjak kepergian ayah nya, dan sekarang dia mau nginap disini meskipun itu karena kamu, tapi mama cukup senang nak.." mama tersenyum menjelaskan.


" untuk sikap nya, itu memang karakter nya yang seperti ayah nya, selalu merasa benar dan over protektif, kamu yang sabar ya.." ibu mengusap lembut pundak tania.


tapi ma... sikap nya yang merasa paling benar dan over protektif nya itu udah overdosis ma.. huhuhu..


batin tania tanpa berani mengungkap kan kepada mama karena percuma saja menurut nya mama joe pasti akan membela anak nya.


_________


beberapa hari berlalu..


hari pernikahan yang di tunggu - tunggu pun telah tiba, tania dan jonathan sudah sahenjadi suami istri, mereka berdiri di pelaminan dengan sangat bahagia, begitupun mama.


mama sangat bahagia karena akhir nya putra nya bersanding di pelaminan dengan gadis yang di cintai nya, meskipun tania dari kalangan biasa, namun mama tidak pernah mempermasalahkan hal itu.


bagi nya yang terpenting adalah melihat putra nya menikah dengan gadis pilihan nya dan meninggalkan titel buruk nya yaitu playboy.


roy, wulan, siti dan para karyawan serta boss kafe dimana tempat tania bekerja dahulu pun ikut hadir dalam pesta pernikahan mereka tak lupa juga bayu dan miska yang datang dengan membawa pasangan mereka masing2.


roy berdiri dari kejauhan menatap sedih ke pelaminan, melihat gadis yang di cintai nya telah bersanding di pelaminan, ia sedikit menyesal karena hingga sekarang ia belum menyatakan cinta nya.


roy berjalan perlahan menghampiri kedua mempelai pengantin.


" taniaa.. selamat ya.. semoga kamu berbahagia.." ucap menyalami tangan tania.


ia menatap agak sedikit lama ke pada tania dan jonathan rupanya memperhatikan mereka.


" ehhm.... apa kau hanya mengucapkan selamat kepada nya" tatap nya sinis ke arah roy.


roy memalingkan badan dan kini ia berdiri tepat di hadapan jonathan.


" selamat.. kamu telah menikahi tania, jaga dia baik - baik, jangan sampai kamu mengecewakan nya, karena dia sangat berarti untuk ku." menyalami sambil menepuk kecil bahu jonathan.


" kk roy.." tatap tania penuh haru.


" tanpa kau suruh pun aku akan menjaga nya dan mencintai nya dengan sepenuh hati ku." ucap joe membalas menepuk pelan bahu roy.


" hai tania.. selamat ya.." wulan datang menghampiri dan dengan sigap memeluk sahabat nya itu.


roy pun berlalu saat melihat kedatangan wulan.


mata jonathan kini beralih ke arah wulan yang tak kunjung melepas pelukan nya dari tania.


" hei kau.. sudah berpelukan nya?" ketus joe.


" hei.. aku rindu pada sahabat ku, memang nya nggak boleh..?" wulan mempelototi jonathan.


tania melepas pelukan wulan dan berbisik di telinga nya.


" sst.. wulan, jangan bicara seperti itu kepada nya. jaga sikap mu.." bisik nya di telinga wulan.


bersambung