CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
kaffestar


tania masuk ke dalam kamar, ia merebahkan tubuh nya di atas ranjang sambil memandang langit langit kamar yang cukup mewah baginya, ia termenung sejenak dan kemudian teringat sesuatu.. WULAN sahabat nya, yang sekarang sangat mengkhawatir kan keadaan nya, tania meraih ponsel nya yang ia letakkan di atas meja di samping ranjang nya berniat untuk menghunbungi sahabat nya itu, ia melihat le layar ponsel nya, dan begitu terkejut nya tania, saat melihat seratus panggilan tak terjawab dari wulan dan juga roy, ia duduk terpaku menatap layar ponsel nya


" bagaimana aku bisa tak mendengar begitu banyak panggilan ini, tania... dasar bodoh.." gumam nya, ia kemudian mengambil tas nya dan bergegas keluar dari kamar nya,


" nona.. anda mau kemana.?" tanya bik asni yang sedang menyapu di ruang tamu


" tania.. mau ke kaffe bik, ada urusan sebentar" jawab tania lembut


" nona tania.. tapi tadi tuan titip pesan kata nya nona gak boleh kemana mana." ucap bik asni menyampaikan pesan tuan nya


" emang nya tania tahanan bik, gak boleh kemana mana..?" ucap tania yang mulai mengerutkan dahi nya karena tak senang dengan mendengar pesan dari joe


" tapi non.. kalau nona keluar terus tuan pulang nona tania gak ada di kamar, bisa bisa bibik di marahi.." ucap bik asni khawatir


" gini aja deh bik.. tania keluar gak bakalan lama kok, tania bakalan pulang sebelum tuan pulang oke.." ucap tania meyakinkan bim asni, karena ini adalah satu satu nya cara agar dia bisa pergi ke kaffe menemui wulan sahabat nya.


" tapi janji ya non gak boleh lama lama.." ucap bik asni memperingat kan


'" oke bik.." ucap tania seraya melangkah keluar dengan terburu buru, ia tak mau kalau sampai wulan dan roy semakin khawatir terhadap nya dan memasukkan nya ke daftar pencarian orang hilang di kantor polisi, begitu fikir nya.. ya.. itu karena tania sangat polos..


" taksi..." kali ini tania memilih untuk naik taksi agar lebih cepat sampai ke kaffestar,


taksi pun berhenti, tania bergegas masuk kedalam nya..


.☆☆☆☆☆


sesampai nya di kaffestar, tania bergegas turun dan tak lupa membayar taksi nya sebelum ia masuk tentu nya,


tania melangkah kan kaki untuk masuk ke dalam kaffestar, saat ia membuka pintu kaffe dan kemudian masuk


" mba tania...!!" panggil seseorang, tania menoleh ke arah panggilan tersebut ia melihat dan ternyata itu siti yang memanggil nya, siti yang bergegas berjalan saat melihat tania langsung menghampiri tania yang masih berdiri di depan pintu


" siti... kok kamu kamu jadi khawatir gitu sih.." ucap tania yang memandang siti, yang menatap nya dengan tatapan khawatir sejak tadi.


" mba tania kemana saja.. wulan sama kk roy khawatir sekali dengan mba.. kata nya mba menghilang sejak kemarin.." imbuh siti yang masih menatap nya dengan tatapan khawatir


" mba baik baik saja kan.." memperhatikan tania dari atas hingga ujung kaki.


" siti... kamu ini apa sih.. mba baik baik saja kok, cuma semalam kaki mba memang sedikit sakit, tapi sekarang sudah gak apa2, kamu lihat sendiri kan.." ucap nya menenangkan siti


" tapi mba kemana saja, kok gak pulang, mba wulan sama kk roy nyariin mba terus loh.." ucap siti memberitahukan


" wulan nya mana sekarang?" tanya tania pada siti tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan siti tadi


" oh iya.. sebentar ya mba.. biar siti panggilin" ucap siti bergegas pergi untuk memanggil wulan, siti juga sadar karena sekarang wulan juga sangat khawatir dengan tania karena tak melihat nya sejak kemarin


" mba wulan.. ada mba tania tuh, di depan.." ucap nya kepada wulan


" oh ya.. aku kesana dulu ya ti, tolong antarkan ini sebentar " wulan menyerah kan nomor meja yang harus di antarkan siti, dan kemudian bergegas ke depan menemui sahabat nya tersebut, hati nya sedikit lega saat mendengar tania datang ke kaffestar


" tania...!! kemana saja kamu.." kata kata pertama yang keluar saat ia baru sampai menemui sahabat nya itu.


" maafin aku ya wulan.. aku jadi buat kamu khawatir," tania meminta maaf kepada wulan dengan raut wajah menyesal


" aku dari semalam ngubungin kamu, tapi kamu gak menjawab panggilan ku, terus aku ngehubungin kk roy, bilang kamu hilang gak pulang2.. dan sekarang kk roy juga nyuruh orang buat nyariin kamu.. kamu kemana aja sih.. kami khawatir tau..." ujar wulan menjelaskan panjang lebar tentang kekhawatiran mereka


" maaf ya wulan udah buat kamu khawatir" tania kembali meminta maaf


" kelihatan nya, kamu baik baik aja.. terus kamu pergi kemana kemair.." wulan melihat tania dan menatap nya dengan tatapan curiga