CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 69


angel mengerutkan dahi nya seraya menatap kesal ke arah tania yang sedang di pilihkan tas oleh sang mertua. ia tidak senang melihat tania yang diperlakukan secara lembut serta tampak di manja oleh mama joe, angel mengepalkan tangan nya dengan wajah yang tampak memerah menahan emosi nya.


" hai tania, mau aku pilih kan juga nggak tas nya seperti punya tante," ucap angel yang kini kembali mendekati tania dan juga mama joe


ngapain juga di sok - sok an baik gitu sama aku, pasti itu karena mama disini, dasar cewek licik


umpat tania dalam hati.


sebenar nya ia juga sangat kesal saat melihat kedatangan angel yang seolah ingin mencari muka di depan mama mertua nya, dan lagi saat angel berusaha memprovokasi nya tadi. sebenar nya ia ingin membalas ucapan angel namun untunglah mama mertua datang sehingga ia pun mengurungkan niat nya.


" nggak usah ngel, aku bisa pilih sendiri kok, lagian nanti jika kamu yang pilih kan untuk ku takut nya itu nggak akan cocok dengan ku." ucap tania seraya tersenyum.


" ma, tania mau yang ini aja ya," tania menunjukkan sebuah tas berwarna dongker yang ada di lemari kaca.


" wah tania, itu bagus sekali, terlihat sederhana namun sangat - sangat elegan." puji sang mertua


" mba, ambilkan yang itu ya," pinta nya mama kepada penjaga toko yang kemudian segera bergegas mengambil kan tas yang ada di lemari kaca.


" ini nyonya," ucap sang penjaga seraya menyerahkan tas berwarna biru dongker kepada mama joe


" wah, benar - benar bagus ya," ucap mama kagum setelah memegang langsung tas yang di pilih tania.


" nia, ternyata selera mu nggak kalah bagus nya sama angel ya," puji mama lagi.


" mama terlalu memuji, mana pantas tania yang anak kampungan ini di sejajar kan dengan angel yang elegan berpendidikan tinggi dan juga wawasan nya yang luas." ucap tania merendahkan diri


" nia, kamu memang sangat rendah hati mama semakin kagum kepada mu." ucap mama seraya mengelus lembut bahu tania.


" cih, pandai sekali dia dalam berbicara. seperti nya dia tidak terlalu polos seperti yang ku pikir kan, aku sudah salah besar dalam menilai nya.


gerutu angel dalam hati.


ia semakin kesal saat mendengar mama joe yang terus memuji - muji tania di hadapan nya .


" angel, tante dan juga tania sudah dapat tas yang kami inginkan, kamu tidak jadi membeli?" ucap mama seraya menunjukkan tas nya dan juga tania


" jadi donk tante, ini juga angel lagi milih - milih," ucap nya seraya tersenyum kecut.


ia kemudian mulai melirik tas - tas yang terpampang di lemari kaca khusus dan kemudian ia pun mulai menemukan tas yang di inginkan nya.


" mba, yang ini ya," ucap nya seraya menunjukkan tas berwarna merah di lemari kaca paling atas.


sang penjaga toko pun kemudian datang mengambilkan tas yang di inginkan nya dan kemudian menyerahkan nya kepada angel.


" total nya tiga puluh juta nyonya." ucap sang penjaga kasir setelah mentotalkan jumlah harga tas mama dan juga tania.


" saya bayar pake ini ya mba," ucap mama seraya menyerahkan kartu debit berwarna gold tanpa batas milik nya kepada penjaga kasir.


wah.. tante ini punya kartu gold tanpa batas, pasti kaya raya ni, hmm pasti bahagia sekali kalau bisa punya mertua seperti ini.


gumam sang penjaga kasir


setelah selesai menggesek kan kartu nya sang penjaga kasir kemudian kembali menyerahkan nya kepada mama.


" terima kasih tante, sering - sering belanja disini ya," ucap penjaga kasir seraya tersenyum ramah.


" wah.!! tiga puluh juta hanya untuk dua buah tas yang ukuran nya pun tidak terlalu sedang, biasa nya juga aku beli tas yang harga nya seratus ribuan aja udah terlalu mahal bagi ku, dan sekarang aku di belikan tas yang harga nya bisa di bilang puluhan juta, ya tuhan.. apa memang begini kehidupan orang kaya.


gumam tania takjub saat mendengar harga dari dua buah tas yang di beli sang mertua. namun ia tetap menjaga lidah nya untuk tak mengucapkan kata yang akan membuat nya terlihat begitu kampungan di hadapan angeline.


setelah mama membayar jumlah dari dua buah tas yang di beli nya, kini giliran angel yang membayar jumlah dari tas yang di inginkan nya.


" total nya dua puluh lima juta nona," ucap penjaga kasir setelah mengecek harga dari tas merah milik angel.


apa.!! dua puluh lima juta


angeline sedikit terkejut saat mendengar harga dari tas yang di pilih nya, ia tak menyangka kalau harga dari tas tersebut bisa semahal itu. angeline sebenar nya tak berniat membeli tas hari ini, namun saat ia sedang berjalan - jalan di mall tersebut i tak sengaja melihat mama joe masuk kedalam toko tas tersebut dan ia pun mengikuti mereka masuk bermaksud ingin menyapa serta mencari perhatian dari mama joe. ia memakai alasan sengaja datang untuk membeli agar mama joe merasa pertemuan mereka memang secara kebetulan. ia juga tak menyangka jika mama joe akan menanyakan diri nya jadi atau tidak nya membeli tas yang ada disana dan karena itulah kemudian membuat nya terpaksa membeli tas yang ada disana demi menjaga rasa gengsi nya di hadapan tania.


" oh, ini mba," angeline kemudian menyerahkan kartu debit milik nya kepada penjaga kasir.


sang penjaga kasir kemudian menggesek kan kartu tersebut secara perlahan dan kemudian tanpa di sangka ternyata kartu debit milik angeline tak bisa di gunakan.


" mba, nggak bisa nih, mba nya ada kartu yang lain?" tanya sang penjaga kasir.


" kok nggak bisa sih? mungkin ada kesalahan, coba lagi deh mba gesek dengan benar pasti bisa," ucap nya mulai khawatir.


penjaga kasir kemudian kembali menggesek kan kartu milik angeline dan hasil nya masih sama kartu itu tidak bisa di gunakan. ia pun kemudian menyerahkan nya kembali kepada angeline.


" nona, kartu ini memang nggak bisa, nona lihat sendiri kan tadi saya menggesek nya udah sampai tiga kali, apa nona masih punya kartu yang lain nya?" tanya sang penjaga kasir.


" yaudah deh mba, nih," ucap angeline seraya menyerahkan tiga kartu lain nya yang ia miliki.


penjaga kasir kemudian kembali menggesek kan satu persatu kartu milik angeline secara berulang namun hasil nya tetap sama. tak ada satu kartu pun yang bisa di pakai untuk membayar harga dari tas nya.