
" oh.. ini cabe hijau yang di goreng, enak lo kalo di makan sama nasi goreng, aku aja makan, gak pedes kok.." ujar tania menjelaskan seraya mengambilkan cabe hijau goreng dan menaruh nya di piring jonathan
" yakin.. kalau di makan sama nasi goreng bakalan enak?" joe ragu
" coba aja deh, kalau gak suka tinggal di pinggirin.." ucap tania seraya mengambil nasi goreng untuk nya sendiri
jonathan mulai memakan makanan nya, ia memakan nasi goreng dengan cabe hijau goreng sesuai yang di sarankan tania
" hmmm... lumayan, " ucap joe seraya mengunyah makanan nya,
tania tersenyum melihat joe, jonathan memakan makanan nya dengan lahap pagi itu, ya walaupun cuma nasi goreng
" hmm... kau pintar juga memasak ya.." puji joe
" ya lumayan lah.." jawab tania singkat,
kring ... kring ... kring ...
ponsel joe berdering, dan itu mama nya yang menelpon,
" hallo ma.." ucap joe
" hallo sayang.." balas mama lewat sambungan ponsel
" kamu ada luang hari ini kan sayang.." tanya mama kepada anak nya,
" ya.. aku sedang bersantai dirumah? ada apa ma?" tanya joe
" kalau gitu ntar siang kamu pergi ke butik idha ya untuk lihat baju pengantin kalian, kata tante ida baju nya sudah siap.. oh ya ajak tania juga, supaya kalian bisa mengetes nya sama sama.." ucap sang mama
" baiklah ma.. udah dulu ya ma, joe lagi makan ne, da.." ucap joe sambil memutuskan panggilan nya
jonathan melahap habis semua makanan nya hingga tak tersisa, tania tersenyum lembut melihat nya, dan seperti nya joe menyadari itu
" ehm... tania nanti siang kau ikut dengan ku" ucap joe
" kemana?" tanya tania penasaran
" kita akan melihat baju pengantin untuk acara pernikahan kita," ujar joe menjelaskan
" ooh... ternyata kita jadi ya nikah minggu depan" tania seraya mengunyah nasi nya
" apa kau tidak ingin menikah dengan ku.?" joe berjalan mendekati tania dan kini ia sudah berada pas didepan nya
cih... baru ngomong gitu aja, reaksi nya sudah seperti ini, tidak bisa kah aku sedikit bergurau dengan nya..
gumam tania
" apa kau memikirkan untuk menikah dengan pria lain?" tanya joe menatap tajam
" mana mungkin.. kamu lah satu satu nya pria yang ku suka, jadi mana mungkin aku memikirkan yang lain nya.." ucap tania sedikit memuji
joe memegang dagu tania dan mencium bibir nya " cup " joe melumat habis mulut tania
lagi lagi dia mencium bibir ku.. apa dia sangat terobsesi dengan bibir ku sekarang..
gumam tania dalam hati
joe melepaskan ciuman nya
" hmm... manis.." ujar nya lembut
joe pun pergi meninggalkan ruang makan, sedangkan tania melanjutkan sarapan nya..
☆☆☆☆☆
siang nya.. tania bersiap siap untuk pergi bersama joe ia menggenakan drees selutut berwarna putih siang itu, memakai riasan make up yang natural dengan rambut di sisir rapi dan di biarkan terurai membuat penampilan nya sangat manis siang iti
" kau sudah siap.? " tanya joe seraya menghampiri tania, kini ia sudah tepat berada di belakang tania, dan menatap ke arah cermin
" kau cantik sekali sayang.. " ucap joe yang menatap ke arah cermin
" terima kasih.. kamu juga sangat tampan.." ucap tania membalas
" yuk pergi.." ajak tania namun tangan nya di tahan oleh joe dan merengkuh pinggang tania kemudian ia kembali menciumi bibir tania,
tuh kan.. dia sangat terobsesi dengan bibir ku, kalau di cium seperti ini terus lama lama bisa dower bibirku..
gumam tania
jonathan melepaskan ciuman nya,
" sayang.. yuk kita pergi.. " ajak joe seraya menggandeng mesra tangan tania,
tania mengikuti, merekapun berjalan keluar dari dalam kamar dengan mesra nya sambil bergandengan tangan, bik asni yang melihat tuan nya tersenyum bahagia terlihat sangat senang
*hmm... begitu bahagia nya bisa melihat mereka seperti ini.. jarang jarang kan tuan bisa tersenyum bahagia seperti itu, nona tania memang benar benar sudah membuat tuan berubah..
gumam bik asni sambil terus mengerjakan pekerjaan nya..
bersambung*