CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 177


Malam ini masih seperti biasanya. Joenathan dan Tania, masih


tidur di dalam kamar yang berbeda. Itu semua dilakuan, Joe, agar ia bisa


mengontrol dirinya. Ya, Tania, juga tau akan hal itu. Tapi, malam ini ia


mempunyai sebuah rencana, dan mau tak mau harus mengganggu, Joe, di kamarnya.


Sebuah dress, Tania, kenakan. Agak longgar, dengan panjang


yang hampir menutupi lututnya. Namun, di bagian atasnya. Bagian yang menutupi


bahunya dibiarkan turun, disertai rambut yang sengaja dikuncir kuda, agak


tinggi naik keatas.


Ya, Tania, sengaja ingin mempertontonkan leher, dan juga


bagian dadanya. Tau, jika itu adalah salah satu titik kelemahan, Joe, yang tak


dapat dilihat darinya. Jika biasanya saat melihat, Tania, yang mengenakan


pakaian seperti itu. Tanpa menunggu, Joe, langsung menyergap dirinya.


“My King’ku, maaf jika malam ini aku akan kembali


merepotkanmu,” seulas senyuman, tampak terpancar dari sudut bibir, Tania.


Di depan cermin. Wanita itu berdiri, sambil menatap diri


sendiri, dengan berbagai rencana yang sudah dipersiapkan sedari tadi. Kini,


Tania, pun telah siap untuk melangkah pergi.


Di dalam kamar, Joenathan.


Terlihat, Joe, sedang duduk disebuah meja sambil menatap


kelayar laptopnya. Pekerjaan, yang tadinya belum sempat, Joe, selesaikan


dikantor. Ia bawa pulang, dan sekarang sedang dikerjakan.


Terlihat, secangkir kopi menemani, Joe, dalam mengerjakan


pekerjaannya. Hampir habis, hanya tinggal dua tegukan saja. Joe, lantas


menyeruput sisanya, setelah apa yang dikerjakannya itu telah benar-benar


selesai.


Dilihatnya, kearah jam dinding yang ada di kamar. Waktu


sudah menunjukkan pukul 22:02 Wib. Sudah larut, dan sekarang waktunya untuk


tidur. Joe, kini sudah berdiri di samping ranjangnya, berencana untuk


mengistirahatkan diri di sana, setelah menekuni berbagai macam hal yang


membuatnya lelah.


Namun, barusaja, Joe, menaikkan sebelah kakinya. Tiba-tiba


saja, ia memikirkan tentang, Tania.


lirih, Joe, dengan pertanyaannya.


Diangkatnya lagi kakinya yang telah menapaki ranjangnya. Tak


jadi, merebahkan tubuhnya di sana, karena teringat akan sosok wanita yang


dicintainya. Joe, berniat keluar dari kamarnya, hendak pergi ke kamar, Tania,


memastikan, apa wanitanya itu sudah tertidur dengan lelap sekarang. Ya, mungkin


setelah itu, Joe, baru bisa tertidur dengan lelap setelah melihat, Tania.


Ceklek!


Pintu terbuka. Telah berdiri didepannya sosok wanita yang


ingin dikunjunginya. “Sayangku,” Joe, membelalakkan matanya menatap wajah,


Tania.


Tania, mengulas senyuman. “Joe, kau mau kemana?” kedua


alisnya, tampak ia naikkan saat melontarkan pertanyaannya.


“A-aku, tadinya berencana untuk mengunjungimu di kamar. Tapi,


sekarang kau—“ Joe, tak melanjutkan lagi kalimatnya. Matanya, terlihat melirik


penampilan, Tania, dari ujung rambut hingga keujung kaki.


Glek!


Terlihat, jakun, Joe, yang bergerak naik turun tak beraturan.


Sedangkan matanya, tampak terus menatap kearah leher yang dibiarkan terbuka.


“Joe,” Tania, menyapanya. Tapi, Joe, sama sekali tak


menjawab. “Joe,” panggil, Tania, lagi. namun, lagi-lagi, Joe, sama sekali tak


menjawab. Matanya, terlihat fokus memandang kearah depan.


Tania, menggeleng dengan seulas senyuman yang kembali


melingkar. Melihat ekspresi, Joe, yang seperti itu, rasanya ingin sekali dia


tertawa. tapi, Tania, tak melakukannya. malah kini, ia kembali memanggil, Joe,


sambil menepuk bahunya.


“Joe!!”


Joe, tersentak. Tepukan tangan yang mendarat di bahunya


membuat, Joe, kembali tersadar. Penampilan, Tania, yang terlihat sederhana


ternyata cukup menarik perhatiannya. Hal itu karena, Tania, yang dengan sengaja


mengekspos bagian lehernya. Sehingga membuat penampilannya yang sederhana


menjadi begitu memikat.