CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 85


“ Hooaamm!” Tania menepuk-nepuk mulutnya yang terbuka dengan sebelah telapak tangan nya.


Perlahan ia membuka matanya yang terlihat sedikit merah.


“ Hmm.” Tania terlihat mengeliat diatas tempat tidur nya. Tubuhnya berguling kesana-kemari mengitari seluruh kasur yang terlihat saangat empuk itu. “ Eh, kemana Joe?” lirihnya sembari melirik kearah samping nya. “ Tidak ada.”  Katanya kemudian.


Tok! Tok! Tok!


Ditengah pencarian nya akan suaminya tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar.


“ Siapa ya?” Ucap nya sembari bertanya-tanya didalam hatinya.


Tania lalu menurunkan kakinya dari atas ranjang. Saat ia berusaha bangkit dari sana, seketika ia tersadar jika saat ini tubuhnya tidak memakai apapun.


Oh tuhan.. hampir saja aku lupa.


Tania kemudian bangkit dari sana dan berjalan menuju kearah lemarinya. Diambilnya satu steel sembarang pakaian, lalu dikenakan nya. Setelah itu ia pun beralih kearah cermin memerika kondisi rambutnya. Terlihat


acak-acakan, sehingga membuat nya meraih salah satu karet ramput yang ada disana lalu mengikatnya bun.


Tok! Tok! Tok!


Suara ketukan itu terdengar lagi.


“ Ya Tuhan.. tidakkah orang itu bersabar sebentar.” Lirihnya.


Kini dengan segera ia pun melangkah kearah pintu kmar untuk membukanya.


Ceklek!


Terlihat dua orang sedang berdiri didepan pintu kamarnya dengan membawa kereta makanan disamping nya.


“ Nona, saya membawakan makanan untuk anda.” Kata seorang wanita yang ada disana.


Apa? Wanita ini bisa berbahasa Indonesia?


Tania terkesima dibuatnya.


“ Maaf, tapi saya tidak merasa memesan makanan.” Ujar Tania.


“ Tuan Joenathan yang memesan ini, katanya untuk istrinya Nona Tania. Apakah anda Nona Tania?” Ucap seorang lelaki yang berdiri disamping wanita tadi.


“ Ya, saya Tania.”


“ Oh, tentu saja! Silahkan.”


Perlahan Tania mundur dari tempat nya berdiri, lalu mempersilahkan kedua pegawai hotel yang mahir berbahasa Indonesia itu masuk kedalam kamarnya.


Merekapun kemudian masuk kedalam kamar secara bersamaan. Lalu dengan segera berjalan kearah meja makan dan menghidangkan makanan nya. Sangat gesit dan lincah, sehingga tak butuh waktu lama kini makanan dan juga


minuman itu sudah tertata rapi diatas meja makan.


“ Makanan dan minuman sudah selesai kami hidangkan. Semuanya tertata rapi disana.” Ucap pegawai wanita.


“ Buah-buahan segar dan juga beberapa susu juga sudah saya masukkan kedalam kulkas. Beberapa saya hidangkan diatas meja, dan juga semua buah-buahan itu sudah kami cuci bersih. Sehingga Nona tidak perlu lagi mencucinya.” Sambut pegawai lelaki.


“ Untuk yang lainnya, apa ada yang bisa saya bantu Nona?” tanya pegawai wanita.


“ Hah, oh, ti-tidak ada.” Ucap Tania dengan sedikit gugup.


Ke profesionalan kedua pegawai itu membuatnya takjub.


“ Tapi Nona, saya melihat kamar anda berantakan sekali. Biarkan saya membersihkannya.” Kata pegawai wanita yang kini sedang menatap keseluruh isi kamar.


“ Hah! Ti-tidak perlu. Aku bisa membereskannya sendiri, kalian pergilah. Bukankah pekerjaan kalian begitu banyak diluar sana.” Kata Tania.


Yanga benar saja, mereka ingin membersihkan kamar itu. Baju yang berterbangan entah kemana dan juga pakaian dalam yang tercecer dimana-mana, mana mungkin dia membiarkan orang lain memungutnya.


Mengetahui mereka melihatnya saja sudah membuatnya malu, apalagi membiarkan mereka yang mengambilnya. Mau ditaruh dimana muka nya. Meskipun mereka tidak saling kenal, tetap saja Tania malu. Dilihatnya kearah


dua orang pegawai yang berlainan jenis itu terlihat tersipu sendiri saat memperhatikan pakaian yang berceceran dimana-mana. Membuat raut wajah Tania memerah seketika.


“ Bukankah tugas kalian sudah selesai, sekarang keluarlah.” Tegas Tania.


“ Baiklah Nona, kami permisi.” Ucap pegawai wanita.


“ Hmm.”


Kini kedua pegawai itupun keluar dari kamar Tania.


“ Hufft! Syukurlah.. akhirnya mereka pergi juga.” Tania bernafas lega. “ Ya Tuhan.. bagaimana aku bisa melupakan tentang kamar ku yang masih berantakan seperti ini sebelum mengizinkan orang lain masuk. Sungguh memalukan sekali.” Lirihnya. “ Ini semua karena Joe, dia yang membuat semuanya berantakan seperti ini.” Katanya lagi.


BERSAMBUNG


Hi guys . . Joe dan Tania update lagi nih! bagi kalian yang sudah lupa dengan alur ceritanya, silahkan di baca lagi ya dari awal. Ra nggak apa-apa kok! Hehehe^^ jangan lupa juga tinggalin jejak kalian dengan cara Like dan Komen dibawah sini ya. Terimakasih^^