CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 199


“Sial! Sial! Sial!!”


Sebuah teriakan menggema memenuhi isi ruangan. Tas yang


tadinya tersandang dengan indah di sebuah bahu seorang gadis cantik, sekarang


terlempar dengan sangat keras ke atas sebuah sofa yang ada di ruang tamu sebuah


apartemen yang di huni nya itu.


Buk!


Setelah menghempaskan tas nya di sana, wanita itu yang tak


lain adalah Katty lantas ikut mengempaskan dirinya ke sofa yang sama, di mana


tadi ia melemparkan tas nya. Tubuhnya ia sandarkan dengan posisi kepala yang


menengadah ke atas, menatap langit-langit apartemen nya.


“Aaaaa!!!” suara lengkingan keras kini terdengar, menggema


ke seluruh ruangan. Katty berusaha meluapkan segala emosinya yang saat ini


tengah melanda jiwanya. Dikatupkannya kedua telapak tangannya menutupi wajah


nya, dan beberapa saat kemudian…


“Sial! Bagaimana bisa aku mengandung anak ini!” pekik Katty


dengan cengkraman kuat di perut nya. “Aku tidak menginginkannya!” mulai


memukul-mukulkan tangannya kea rah perut ratanya. “Anak ini, aku sama sekali


tidak menginginkannya, tidak ingin!!” lagi, hantaman itu dengan keras mendarat


di perut nya. “Aku tidak ingin anak ini! Tidak ingin! Tidak ingin! Tidak


ingin!!!” lengkingan itu kembali terdengar, hingga akhirnya…


“Hiks… hiks… hiks…” Katty menangis.


Perlahan-lahan, buliran air mata pun mulai jatuh membasahi


pipinya, sungguh tak tertahankan. Cairan bening yang sedari tadi terus memenuhi


pelupuk matanya sekarang ini semakin tak dapat di tahan, jatuh keluar tak


terkontrolkan.


Katty menangis sejadi-sejadinya menumpahkan segala


kesedihannya. Sedih akan nasib yang saat ini menimpa dirinya, hamil dengan pria


yang sama sekali tak dicintainya. Pria dengan latar belakang rendah, yang sama


sekali tak layak untuk berdiri di samping nya.


yang sudah terjadi tidak dapat di putar kembali. Jika saja waktu boleh


berputar, mungkin malam itu ia tidak akan melakukan hal itu kepada Joenathan.


Niat hati ingin menghancurkan hubungan pernikahan antara


Joenathan dan Tania, serta obsesi yang ingin membuat Joenathan kembali bertekuk


lutut kepadanya, memohon akan belas kasih serta cintanya. Kini, malah Katty


sendirilah yang terjerumus ke dalamnya. Ke dalam lembah hitam yang paling


dalam. Hal buruk yang dilakukannya, hendak memisahkan pasangan suami istri yang


saat ini tengah berbahagia merajut rumah tangga mereka sekarang ini seolah


menjadi sebuah karma untuk Katty. Karma atas niat buruknya.


Apa yang harus dilakukannya sekarang? Mempertahankan anak


ini, sungguh itu hal yang sangat tidak mungkin terjadi. Kevin adalah seorang


pengantar makanan, yang mengingat profesinya saja sudah tidak pantas jika


disandingkan dengan Katty. Jika orangtuanya sampai bertanya, apa yang harus


dijelaskannya, haruskah ia berkata jujur jika ayah dari bayi yang dikandungnya


itu adalah seorang pengantar makanan?


“Aaaahhh! Itu tidak mungkin terjadi. Aku, Katty, tidak akan


sudi memiliki seorang suami yang berprofesi sebagai tukang antar makanan. Mau


di taruh di mana mukaku nanti?!”


Jiwa Katty semakin bergelut. Bergelut dengan batinnya,


rasanya ingin sekali ia menggugurkan anak itu sekarang juga. Namun, jika ia


sampai melakukannya, Kevin sudah mengancam jika ia akan menyebarkan koleksi


video mereka yang tengah berhubungan badan. Sungguh, hal itu akan lebih sangat


memalukan untuk dirinya.


“Aaaahhhh!! Sial! Sial! Sial!” Katty mengehentak-hentakkan


kedua tangannya. “Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa yang harus aku


lakukan sekarang… hiks.”


Air mata Katty terus mengalir, meratapi kesedihannya.