
setelah makan malam tania memilih kembali ke kamar nya yang berada di lantai bawah rumah mama nya joe.
sedangkan kamar jonathan disana ada di lantai atas yang membuat tania sedikit bisa bernafas lega karena kamar mereka yang tak berdekatan.
tania duduk di atas ranjang nya sambil memainkan ponsel nya melihat lihat nomor kontak yang ada telfon genggam nya dan berniat untuk menghubungi wulan sahabat nya.
" tut tut tut..
panggilan tersambung
" hallo.." jawab seseorang disana.
" hallo wulan, kamu sedang sibuk?" tanya tania memastikan agar panggilan nya tidak mengganggu wulan.
" enggak kok tania, ni aku juga udah di asrama." ucap wulan.
" kamu apa kabar?" tanya wulan.
" baik lan.. ni aku lagi di rumah nya mama joe. tadi dia menjemputku di rumah." ucap tania.
" wah... mertua mu baik sekali ya.." ucap wulan.
" ya begitulah. . oya lan, aku mau nitip pesan nih!! kamu kasih tau siti sama semua pelayan di kaffe ya untuk datang di pernikahan ku dan jangan lupa sama si boss juga ya.." ucap tania yang menitipkan amanah menyebar undangan kepada wulan.
" oh ok.. kalau teman kampus?" tanya wulan.
" nggak usah deh, kamu tau sendiri kan mereka nggak suka sama aku, dan aku kan cuma dekat nya sama kamu jadi nggak usah lah.." ucap tania.
" baiklah.. oya acara nya dimana?" tanya wulan lagi.
" ntar aku kirim undangan nya ya biar kalian bisa masuk, maklum lah biasa nya kan kalau pesta orang kalangan atas harus ada undangan baru bisa masuk, nanti kamu bagikan kepada semua teman kita di kaffe dan si boss juga, oya jangan lupa juga untuk kk roy ya." ucap tania.
" siap..!! tapi kamu yakin mau undang kk roy? kasian tau dia pasti bakalan nyesseek banget saat melihatmu di pelaminan bersama joe nanti, kan dia suka kamu tania." ucap wulan mengingat perasaan roy terhadap sahabat nya.
"itu cuma perasaan mu aja wulan.. kk roy itu cuma nganggap aku adik, begitu juga sebalik nya dia sudah seperti kakak ku sendiri." ucap tania yang merasa apa yang di katakan wulan itu salah.
" kreeeak "
suara pintu terbuka.
" tap tap tap
suara langkah seseorang memenuhi isi kamar nya tania menoleh dan seketika ia mematikan ponsel nya yang terhubung dengan wulan.
jonathan berjalan ke arah nya dengan wajah dingin sedangkan tania mulai merasa gugup saat jonathan mulai mendekati nya.
" joe.. " sapa nya memberani kan diri.
" siapa kau telfon tadi?" ucap nya dingin dan tanpa basa basi.
" oh.. tadi aku sedang menelfon wulan" jawab tania jujur namun gugup.
" kenapa? apakah kamu merasa aku membohongi mu?" tania mulai kesal mendengar jawaban jonathan yang seolah olah tak mempercayai nya.
" aku tidak berkata seperti itu, tapi melihat gugup dan mendengar jawaban mu tadi, aku rasa seperti nya kau sedang membohongiku." ucap nya dingin.
ya tuhan.. apa dosa ku di masa lalu sehingga aku bisa mencintai pria super posesif seperti nya.
tania menghela nafas panjang.
" yasudah.. nih lihat saja hp ku apakah aku berbohong padamu." tania menyerahkan ponsel nya.
jonathan mengambil nya dan memeriksa panggilan yang barusan keluar dan ia sedikit merasa lega saat melihat nomor wulan yang tertera disana.
ting...
satu pesan masuk.
hp tania masih di tangan jonathan dan ia dengan cepat membuka pesan tersebut.
" tania.. apa kabar mu? semoga baik disana sudah beberapa hari ini kakak tidak melihat mu. kalau kamu sudah tidur selamat tidur ya semoga mimpi indah."
(pengirim " kak roy ")
" bisa kau jelaskan apa maksud dari pesan ini?" menunjuk kan isi pesan yang baru di buka nya.
" aaaa... matilah aku, kenapa kk roy mengirim pesan di saat yang tidak tepat, walaupun itu biasa bagiku karena aku sudah menganggap nya kakak ku, tapi tidak dengan nya..
tuh kan.. tatapan nya saja se akan akan sudah ingin membunuh ku.
" sayang.. ini cuma pesan biasa," elak tania.
" biasa? menurut mu ini biasa?" tatap nya tajam.
" menurut ku tidak, isi pesan ini sangat menunjukkan bahwa dia sangat mencintai mu" ucap joe.
" tapi aku tidak..." berusaha meyakinkan.
" cup "
jonathan membungkam mulut tania dengan mencium nya, ia tak mau mendengar lagi penjelasan yang ingin di sampaikan tania.
deg...
walau sudah terbiasa dengan ciuman tiba tiba jonathan namun tania masih merasa kan kegugupan.
setelah cukup menurut nya, jonathan pun melepaskan ciuman nya dan kembali menatap lekat lekat gadis nya itu.
" besok ganti nomor mu, aku tidak ingin mendengar lagi ada pria lain yang menghubungi mu selain aku, mengerti..!!" ucap nya tegas.
bersambung