
hari pernikahan sebentar lagi, tania berniat mengundang semua teman2 nya di kaffestar. ia berdandan rapi untuk mengunjungi kaffestar, sebelum berangkat tak lupa ia mengirim pesan kepada jonathan.
isi pesan:
" sayang.. hari ini aku mengunjungi kaffestar untuk mengundang teman teman ku di pernikahan kita, kamu jangan marah ya.."
send..
setelah mengirim pesan ia pun menaiki taksi yang di pesan nya secara online, tania duduk dengan rapi dan setelah itu menyuruh supir taksi nya untuk berjalan
di satu ruangan.
jonathan sedang mengadakan rapat dengan beberapa staff kantor, ponsel nya bergetar menandakan ada pesan masuk, ia melihat pesan tersebut dari " gadisku " nama tania yang tertera di ponsel nya, ia membuka pesan itu dan membaca nya.
tampak raut wajah nya berubah tak senang setelah membaca pesan singkat dari tania.
" tania.. berani sekali kau pergi kesana tanpa mengajak ku, apa kau ingin bernyanyi lagi dan membiarkan para lelaki disana mengagumi mu..
joe tak senang saat mengetahui tania pergi ke kaffestar tanpa diri nya, ia tak ingin kejadian kemarin terulang lagi, saat tania bernyanyi dan para lelaki tak berhenti menatap nya, ia tak mau orang lain menatap gadis nya karena bagi nya gadis nya hanya milil nya dan orang lain tidak boleh tersenyum atau pun menatap nya.. kecemburuan nya memang mengerikan.
" bayu.." jonathan memanggil bayu, dan menyuruh mendekati nya kedepan dengan sorot mata nya.
bayu yang mengerti akan maksud dari sorot mata tersebut pun melangkah maju ke depan
" ada apa tuan.. ada yang bisa saya bantu" ucap bayu sopan di depan para staff lain nya, karena suasana siang itu memang sedang metiing.
" kau suruh orang mu mengawasi tania, berikan info padaku apapun yang dilakukan tania hari ini." perintah jonathan yang membuat bayu sedikit terkejut, namun ia tak berani menanyakan langsung karena mereka sedang meeting.
" baik tuan" ucap bayi seraya menuju ke arah pintu keluar untuk menelfon seseorang.
tak lama berselang bayu pun kembali masuk dan mereka kembali menjalankan meeting nya.
***
tania sampai di depan kaffe ia turun dari taksi tanpa lupa membayar ongkos nya
" kembalian nya ambil saja pak " ucap nya seraya melangkah masuk kedalam kaffe.
ia membuka pintu melihat begitu banyak nya pengunjung hari ini, lalu kemudian ia pun pergi menuju ke arah dapur.
" hai kk roy.." sapa tania saat melihat roy sedang menumis masakan nya.
ia menoleh dengan senyum sumringah
" tania.. kapan kamu datang?" tanya roy
" barusan nyampe, trus langsung kesini deh hehehehe" jawab tania
" kk roy sedang sibuk ya? maaf ya tania ganggu" ucap tania
" kakak gal terlalu sibul kok, santai aja" ujar roy lembut
" tania boleh bantu?" tanya nya berharap karena memang sudah lama sekali ia memendam bakat nya dalam mengolah makanan karena di rumah joe iya sering di masakin bik asni.
" apa nggak ngerepotin ni..? " tanya roy
" enggak kok, tania malah senang sekali kalau kk roy ngijini tania buat masak disini hari ini." ujar roy.
merekapun berbincang bincang sambil memasak bersama.
" kk roy.. sebentar lagi tania nikah, " ucap tania polos menjelaskan
" app... appa...!!" seru roy yang tampak terkejut mendengar pernkatan tania.
" sebentar lagi tania nikah kk... kk roy kenapa? kok terkejut gitu? " tanya tania yang heran melihat perubahan raut wajah roy saat ia mengatakan tentang pernikahan nya
ada apa dengan kk roy? kok terkejut gitu saat mendengar pernikahan ku.
apa jangan jangan yang di katakan wulan benar ya, kalau kk roy menaruh hati pada ku..
aah... tania... kau tak boleh berfikir macam macam..
tania menatap tajam ke arah roy.
" bu.. bukan gitu nia.. kakak terkejut karena sebelum nya kakak belum pernah mendengar mu menjalin hubungan dengan pria, dan sekarang kamu bilang kamu akan menikah.." ujar roy menutupi keterkejutan nya.
" iya sih kk... tania juga belum sepenuh nya percaya dengan semua ini, karena kami belum lama menjalin hubungan " tutur tania
bersambung