
Tania tampak memunguti satu persatu pakaian nya yang tercecer dilantai. Setelah itu ia memasukkan nya kedalam keranjang pakaian kotor yang tersedia disana.
“ Hmm, seharusn ya tadi aku menyerahkan kain kotor ini kepada kedua pegawai itu untuk membawanya ke laundry.” Lirihnya.
Setelah selesai memasukkan seluruh pakaian kotor itu, ia kemudian kembari beralih kearah ranjang dan membereskan nya.
“ Huufft! Akhirnya selesai.” Senyum manis terlihat di bibir Tania saat ia telah selesai membereskan ranjang nya.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu kembali terdengar.
“ Siapa lagi sih! Apa jangan-jangan kedua pegawai tadi. Jika benar, maka aku harus meminta tolong kepada mereka untuk membawa kain-kain kotor ini.” Lirihnya.
Lalu ia pun kembali berjalan menuju kearah pintu kamar untuk membukanya.
Ceklek!
Terlihat sosok wanita yang sangat dikenalnya berdiri disana.
“ Wulan!”
“ Tania!”
“ Ayo masuk!” Ajak Tania sembari menarik tangan sahabatnya itu.
“ Apa kabarmu?”
“ Seperti yang kamu lihat. Aku baik-baik saja.” Kata Wulan.
Lalu kini tanpa sengaja ia menyoroti leher Tania yang dipenuhi tanda merah disana.
“ Wah-wah! Tania, kamu pasti habis bersenang-senang ya semalam.” Ujarnya sembari menggelengkan kepala.
“ Hah, apa maksudmu? Bukankah kamu yang tadi malam bersenang-senang diluar bersama Bayu.” Jawab Tania.
“ Kami hanya duduk di Café saja sambil mengobrol. Sedangkan kamu, tapi malam pasti sanagat bersenang-senang kan bersama suamimu disini.” Goda Wulan. “ Jika melihat dari leher serta pundakmu yang dipenuhi tanda itu, aku bisa membayangkan bagaimana indahnya percintaan kalian semalam, hahaha!” Godanya lagi yang kini disusul gelak tawanya.
“ Ahai! Sahabatku akhirnya melepas keperawanan nya, hihihi!” Wulan terlihat tertawa cekikikan. “ Pantas saja tadi malam Joe sama sekali tak ingin keluar, ternyata kalian sedang asik melakukan nya ya.” Tambahnya lagi.
“ Wulan!”
“ Apa? Aku tidak menyangka, ternyata Joe cukup ganas diatas ranjang ya.” Goda nya lagi.
Tania pun tak sanggup lagi menahan malunya. Kini ia melempar semua bantak kearah Wulan yang sedari tadi berusaha menggodanya.
***
Sementara itu.
Setelah selesai membahas tentang bagaimana kerjasama nya dengan klien. Kini Bayu dan Joe akhirnya keluar dari gedung tersebut. Tanpa sengaja mereka bertemu kembali dengan Jasmine yang saat ini terlihat sedang menunggu kedatangan mereka diluar.
“ Joe, akhirnya kau keluar juga.” Ucap Jasmine yang kini menghampiri Joenathan.
“ Ehm.” Bayu tampak melirik kearah keduanya.
“ Kenapa Bayu? Apa tenggorokan mu sakit?” Tanya Jasmine.
“ Hanya sedikit gatal.” Balas Bayu.
“ Ada apa kau menungguku disini?” Tanya Joe langsung kepada intinya.
“ Sepertinya Tuan Ceo sangat mengerti aku.” Ujar Jasmine. “ Joe, karena aku telah lama menunggumu disini, bisakah kau pergi minum kopi bersamaku?”
“ Boleh, dengan senang hati.” Ucap Joe. “ Dan kau Bayu, tidak keberatan kan jika ikut ngopi bareng kami.” Kata Joe sembari melirik kearah samping.
Bayu tersentak kaget saat Joe mulai menepuk-nepuk bahunya.
“ Oh, tentu saja. Dengan senang hati, apalagi jika itu Nona Jasmine sendiri yang mentraktirnya.” Ucapnya kemudian.
“ Hmm, tentu saja.” Jasmine memasang senyum semanis mungkin. Padahal didalam hati ia merutuk kesal karena Bayu yang tak tahu malu malah ikut bersamanya.
BERSAMBUNG