CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 112


Malam itu, terlihat bintang-bintang bertaburan di langit Paris. Di temani Bulan yang berbentk sabit, membuat pemandangan langit menjadi begitu indah.


Sementara itu di kamar hotel, dimana Joe dan Tania menginap. Kini terdengar jelas suara erangan dari sana. Sepertinya Joe benar-benar melancarkan hukuman nya malam itu. Bayu, yang lewat sekilas saja sampai berdiri


di depan pintu kamar mereka. Memastikan, bahkan ingin mendengar lebih jelas akan suara itu.


“ Hah, dasar Joe. Dari dulu tak pernah berubah, bahkan sekarang semakin liar semenjak ia telah menikah. Kasihan Tania, di hajar terus-menerus oleh Joe setiap malam.” Lirih Bayu.


Lalu setelah itu, ia pun pergi berlalu dari sana.


Ke esokan hari nya.


Tania yang kini telah selesai membersihkan tubuhnya, kini kembali masuk kedalam kamar. Langkah nya terlihat lamban, seperti orang yang sedang menahan sesuatu sekarang. Ya, itu semua karena memang bagia bawah perut


nya terasa perih saat ini. Sehingga membuat nya harus sedikit menahan diri untuk melangkah lebih cepat.


Setelah berpakaian dengan rapi dan juga berdandan dengan cantik. Kini ia menolehkan wajah nya kearah ranjang, dimana suaminya masih tertidur pulas sekarang. Terlihat otot bahunya yang bidang, karena posissi tidur yang sedang telungkup.


Dasar Joe mesum! Bisa-bisa nya ia memberikanku hukuman seperti itu semalam. Sungguh sangat mengerikan.


Gumam nya.


Tania lalu melangkah dari tempat nya, berniat menuju kearah dapur, mengambil sebotol susu disana. Namun di saat ia ranjang tempat nya tidur bersama Joe, tiba-tiba saja suara ponsel berdering.


Kini Tania mulai menghentikan langkah nya dan menoleh keara suara.


“ Sepertinya itu suara ponsel nya Joe.” Lirih nya. “ Ah, sudahlah. Biarkan saja.” Berniat tak mengindahkan dan ingin pergi dari sana. Namun, hal itu tak jadi ia lakukan karena ponsel Joe yang kembali bordering tanpa henti. “ Angkat saja lah! Mungkin itu penting.” Pikir nya.


Kini Tania pun kembali membalikkan badan nya dan berjalan kearah ranjang.


Di sana, atau lebih tepat nya di samping ranjang. Tania berdiri memperhatikan dimana letak ponsel Joe saat ini. Mengikuti lantunan melody yang ada, kini Tania akhirnya menemukan ponsel Joe yang berada tepat di samping bantal nya.


Ya tuhan, segitu pulas nya dia tidur. Bahkan suara ponsel yang sedari dari berbunyi terus pun tak terdengar oleh nya?


Tania kini melirik kearah Joe yang masih terbaring pulas


disana. Hingga saat ketika deringan ponsel yang kembali berbunyi menyadarkan


nya dan langsung  mengambil ponsel nya.


“ Bayu?” Tania bertanya-tanya saat  melihat panggilan itu yang ternyata adalah Bayu. “ Ada apa ya Bayu nelfon terus. Apa ada terjadi sesuatu kah?” kembali bertanya pada diri sendiri. Malah kini mulai berasumsi yang tidak-tidak di dalam hati nya.


Di usapnya jempol tangan nya ke layar ponsel milik Joe, sehingga kini otomatis panggilan mereka terhubung.


“ Hallo, Bay.” Sapa Tania.


“ Eh, ternyata Nyonya Joenathan yang menjawab telepon.” Senda nya di balik ponsel.


“ Ada apa Bay? Kenapa terus menelfon Joe dari tadi? Apakah ada hal yang sangat mendesak?” beberapa pertanyaan terlontar begitu saja.


“ Joe nya mana?” Tanya Bayu tanpa menjawab pertanyaan Tania.


“ Dia masih tidur.” Tukas Tania.


“ Wah-wah, sepertinya ia benar-benar mengerahkan seluruh tenaga nya tadi malam.” Celetuk Bayu.


Mendengar hal itu, membuat Tania mengerutkan dahinya.


“ Jika tidak ada sesuatu hal yang penting aku tutup sekarang juga!” seru Tania.


Jujur saja. Candaan yang di lontarkan Bayu barusan berhasil membuat nya jengkel.


“ Eh, tunggu-tunggu!” seru Bayu. “ Hari ini kita akan kembali ke Indonesia. Cepat bangunkan Joe, suruh di bersiap-siap. Karena dua jam lagi kita akan segera terbang.” Ucap Bayu menjelaskan.


“ Apa! Dua jam lagi! Kenapa begitu mendadak?” Tanya Tania.


“ Ya, karena ada urusan mendadak disana. Jadi kita pulang lebih awal.” Jelas Bayu.


“ Baiklah, aku mengerti. Sekarang juga aku membangunkan Joe dan juga berkemas-kemas.” Tania menurut.


Setelah penggilan terputus. Kini ia menghampiri Joe dan menepuk bahu nya pelan.


“ Joe,” panggil nya, namun taka da sahutan dari sana. “ Joe, Joe, bangunlah.” Kali ini tepukan nya agak sedikit terasa sehingga membuat Joe terjaga dan membalikkan badan nya.


“ Hmm, ada apa?” Tanya Joe dengan kondisi mata yang masih separuh terpejam.


“ Tadi Bayu telpon. Katanya kita akan terbang dua jam lagi.” Jelas Tania.


“ Apa! Mendadak sekali?” tanya Joe yang perlahan bangkit dari tidur nya.


Kini ia memposisikan dirinya dengan duduk dan bersandar di sandaran ranjang. Joe lalu terlihat memegangi kepalanya yang terasa agak berat.


“ Kenapa? Apa kau sakit?” Tania terlihat sedikit khawatir melihat Joe yang memegangi kepalanya.


“ Hmm, tidak. Aku hanya sedikit pusing karena baru terjaga.” Ujar Joe.


“ Ooo.”   Tania menganggukan kepalanya pelan, seolah mengerti dengan apa yang di katakana Joe.


“ Siapkan air hangat untukku mandi sekarang. Karena tubuhku terasa agak lelah karena melayani permintaan mu semalam.” Ucap nya tanpa rasa bersalah.


Apa! Jelas-jelas tadi malam itu dia yang menghajarku, dengan dalih hukuman karena terlalu dekat dengan pria lain. Tapi sekarang, dia malah mengatakan jika aku yang meminta nya. Dasar Joe sialan!


Rungut nya.


Kini wajah Tania terlihat berubah, mengerutkan dahinya menahan kesal karena Joe.


“ Tersenyumlah sedikit. Tidak baik merengut seperti itu di pagi hari, apalagi di depan suami.” Kata Joe seraya menyunggingkan senyum nya.


Diulurkan nya kedua tangan nya kearah wajah Tania. Lalu memegangi pipinya, lantas kemudian mencubit nya pelan, menarik garis senyuman di wajah Tania.


         “ Kau terlihat jauh lebih cantik jika tersenyum seperti ini.” Ucap Joe.


Tania mulai tersipu, kulit wajah nya yang di baluti make up tak mampu menutupi kemerahan-nya. Sehingga membuat Joe tertawa melihat nya.


“ Baru di puji sedikit pipimu mulai merah seperti tomat. Bagaimana jika aku menyanajungmu setinggi langit, bisa-bisa tubuh melayang dengan sendiri nya, hehehe.” Joe tertawa kecil. Sementara Tania semakin tersipu karena nya.


Membuat Tania segera bangkit dari sana.


“ Sudahlah, sekarang aku akan segera menyiapkan air mandi untukmu.”


Tania lalu membalikkan badan nya dan segera pergi dari sana.


Hahaha! Sungguh istriku imut sekali jika sedang tersipu seperti itu.


Joe tergelak.


Sementara Tania.


Aaaa… Joe, sungguh kau selalu bisa membuatku jatuh kedalam perangkapmu.


BERSAMBUNG


Hi guys! Apa kabar kalian semua, Ra do'akan semoga semuanya sehat dan juga di perlancar rezeki nya amin🤲🏼 Hari ini Ra mau promosiin Novel Ra yang lainnya nih.👇



Jangan lupa mampir yah! Ra tunggu kehadiran nya, dan jangan lupa Krisan nya😉😘