CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 128


Berbagai menu makanan kini sudah terhidang. Semua yang tersajikan adalah menu makanan western. Tania kini terlihat melahap makanan nya dengan sangat lahap. Nasi putih di makan nya dengan lobster dan juga jamur fricassee yang tersaji disana.


Benar-benar nikmat, entah berapa uang yang akan di rogoh oleh Joe sekarang. Mengingat tempat ini bukanlah tempat makan sederhana. Pasti Joe harus mengeluarkan uang yang cukup banyak hanya untuk makan siang saja.


Terus, Tania melanjutkan makan nya.


Satu poris telah habis, namun lidah nya masih sangat menginginkannya. Lobster yang di masaka oleh koki disana rasanya sungguh lezat, dan Tania ingin menambahnya lagi. Di lirikkan nya matanya kearah Joe, berharap Joe mengerti dengan keinginan nya.


Joe tersenyum, melihat bibir Tania yang di tempeli nasi putih, sisa-sisa santapan nya tadi. Di ulurkan nya tangannya, menyentuh permukaan bibir Tania, lalu di sapunya nasi itu dari sana menggunakan jemarinya. Sisa-sisa


saus Lonster kini menempel di jari tangan nya, dan Joe mengecap nya.


“Hmm, enak juga ya.” ucap Joe setelah merasai sedikit saus yang menempal di ujung jarinya. “Pantas saja kau begitu lahap memakan-nya.” ujar Joe lagi.


“Ya, makanan disini sungguh lezat. Sangat sayang jika sampai harus di lewatkan. Jadi, bolehkah kau memesankan satu porsi lagi Lobster nya?” bertanya dengan raut wajah penuh harap. Tania juga memasang wajah imut nya


sekarang, tatapan matanya juga berkali-kali ia kedipkan, menambah kesan imutnya sekarang.


“Makan terlalu banyak akan membuatmu gemuk.” Kata Joe mengalihkan pandangan nya. Jujur saja, ia tak tahan melihat ekspresi imut Tania sekarang. Yang membuat wajah nya bersemu merah sekarang.


“Makan satu porsi lagi tidak akan membuatku gemuk.” Nada Tania terdengar kesal. Namun dia masih ingin Lobster nya, maka saat ini ia pun berusaha membujuk Joe. “Kau kan orang kaya, se-porsi Lobster tidak akan membuatmu bangkrut, jadi boleh ya.” menampakkan kembali wajah imutnya di depan Joe.


Tania, jika saja ini bukan di restoran, maka aku akan memakanmu saat ini juga. Taukah kau, ekspresi yang kau tunjukkan saat ini sungguh membuatku sangat ingin memakanmu.


Wajah Joe semakin bersemu merah.


Yeyey! Joe kelihatan nya tak tahan dengan godaan ku.


Tania menahan tawanya.


“Baiklah, karena aku adalah pria kaya yang baik hati. Maka aku akan mentraktirmu banyak siang ini, pelayan!” joe tersenyum, lalu sesaat kemudian ia memalingkan wajah memanggil seorang pelayan yang sengaja berdiri diujung


sana, menunggu perintah dari mereka.


Pelayan itu pun segera datang, membungkukkan badan nya begitu tiba disana.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan.” Menundukkan kepala.


“Hmm, bawakan satu porsi lagi Lobster Thermidor sekarang.” Titah Joe kepada pelayan itu.


Pelayan mengangguk, lalu sesaat kemudian membalikkan badan, bergegas pergi dari sana.


“Mbak, Es Teh Manis nya juga ya!” seru Tania yang juga meminta tambahan untuk minuman nya.


Sang pelayan mengangguk, mencatat pesanan tambahan nya. Lalu kini segera pergi meninggalkan mereka bertiga disana.


“Sayang, makanan disini harganya sangat mahal loh. Jadi sebagai balasan nya, aku mau nanti malam kau melayaniku dengan baik ya.” bisik Joe di telinga Tania.


Hembusan nafas yang sengaja Joe lakukan berhasil membuat wajah Tania memerah sekarang.


“Dasar pria kaya pelit!” dengus Tania.


“Nggak ada yang gratis di dunia ini. Semua itu ada timbal balik nya, aku pria pebisnis tak ingin rugi begitu saja.” Ujar Joe di susul senyum setelah nya.


Sementara itu Angeline.


Sial! Sial! Sial! Bagaimana bisa mereka bersikap seperti itu, padahal masih ada aku disini. Tidakkah mereka menganggap kehadiran ku disini, bisa-bisa nya mereka begitu mesra sekarang.


Sedari tadi, dari cara duduk dan juga cara makan. Angeline selalu bersikap elegan, agar bisa mengalihkan perhatian Joe padanya. Namun, seolah kalah pamor. Joe malah sama sekali tak melirik kearah nya, pandangan nya selalu kearah Tania yang dari cara makan saja tidak ada elegan-elegan nya.


Cih! Apa sebenarnya daya tarik dari si ****** ini. Bisa-bisanya Joe begitu tertarik padanya, padahal jelas-jelas jika di bandingkan denganku, Tania si gadis kampung ini tidak apa-apanya. Makan nya saja benar-benar rakus, sampai tidak ada elegan-elegan nya sampai berani kinta tambah.


Umpat Angeline lagi di dalam hati.


Angeline kini menatap sinis kearah Tania dan Joe. Yang semakin menunjukkan kemesraan di hadapan nya. Sungguh, siang itu Angeline sama sekali tak di anggap oleh Joe, di mata Joe hanya Tania lah seorang yang dapat


mencuri perhatian nya.


Dan hari itu makan siang pun berlalu dengan kejengkelan untuk Angeline. Sementara Tania dan Joe, terlihat semakin mesra dan bahagia. Hal itu terlihat jelas, dari bagaimana cara Joe memperlakukan Tania, memanjakan nya.


Membuat Angeline mati kutu disana.


***


Sore itu sepulang nya dari kantor. Joe dan Tania duduk berdampingan di kursi belakang, sementara Pak Min terlihat fokus mengemudikan mobil nya.


“Sayang, jangan lupa malam ini mandi yang bersih ya dan juga pakai sabun yang wangi.” Joe memutar-mutar rambut Tania yang di biarkan tergerai begitu saja.


“Joe, ada Pak Min di depan.” Tania menampik tangan Joe, menggeser posisi duduk nya agar lebih dekat dengan pintu mobil. Karena bagaimana pun ada orang lain disana yang melihat dan mendengar mereka.


“Pak Min itu tidak akan mendengar kita, apalagi melihat kita sekarang.” Joe kembali mendekatkan dirinya kearah Tania sekarang. Bahkan kini wajahnya sudah terlihat maju kedepan, mendekati wajah Tania.


“Joe, jaga batasan mu. Jika kau masih berani juga, malam ini kau tidur di luar!” Suara Tania terdengar pelan, namun nada nya menekan. Menunjukkan ketegasan di setiap kalimat nya. Sorot matanya yang tajam seolah juga ikut


menegaskan ucapan nya sekarang.


Joe beringsut, balik ke tempat duduk nya. Tak berani bertindak lebih jauh sekarang, jika tidak jatah malam nya akan hilang. Tania benar-benar berhasil membuat Joe bertekuk lutut sekarang, membuatnya benar-benar patuh akan apa saja yang di ucpakan nya.


Namun bukan Joe namanya jika dia tak bisa ikut mendominasi sikap tegas Tania. Dengan memberi isyarat melalui kedipan matanya, Joe kini kembali mengingatkan Tania akan apa yang di janjikan nya tadi di restoran.


“Baiklah, kali ini aku mengalah. Namun kau harus ingat akan perjanjian mu tadi siang di restoran, nanti malam kau harus bersikap baik dengan ku.” Seringai Joe dengan senyum licik nya.


Tania mendelik, memikirkan apa yang akan terjadi nanti malam. Tatapan Joe yang mengerling kearah nya, memperhatikan setiap lekuk dirinya, sungguh membuatnya geli sekarang. Di tambah lagi kedipan mata Joe yang


sengaja ia buat.


Dasar Joe! Suami cabul!


Umpat Tania.


Di palingkan nya wajah nya dari Joe, melirik kearah jendela menyaksikan pemandangan sekitar. Tak berani jika harus membayangkan fantasi apa yang akan di lakukan Joe nanti malam.


Apa yang akan kalian lakukan, jika kalian ada di posisi Tania. Sikap apa yang akan kalian ambil untuk menghadapi kegilaan suami seperti Joe.


A.      Berlari sejauh mungkin.


B.      Melayani dengan sepenuh hati.


C.      Kalian silahkan isi sendiri dengan jawaban semenarik mungkin. Nanti Ra akan pilih salah satu, bagi yang beruntung komentar nya terpilih. Ra akan menghadiahi kalian 100 poin di GC Fakrullah.


Selamat berimajinasi, Ra tunggu jawaban komentar yang paling menarik^^


TBC.