CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 197


“Dasar wanita yang kejam!” kecam sang pria.


“Kejam? Heh!” wanita itu melipatkan kedua tangannya. “Ini


semua karena ulahmu! Jika saja kau mendengarkanku untuk tidak membuang hal


menjijikkanmu itu ke dalam rahim ku, maka saat ini aku tidak harus menanggung


semua hal ini,” tunjuknya kini ke  arah


wajah si pria.


Pria itu tak tinggal diam. Ditangkapnya tangan si wanita,


lalu  kini memegangnya dengan erat.


“Aku sudah bilang, jika aku akan bertanggung jawab. Jadi,


kau tidak perlu menyebutkannya sebagai hal yang menjijikkan, karena kini


sesuatu yang kau sebut dengan kata ‘jijik’ itu telah menjadi sebuah nyawa yang bersemayam


di dalam rahimmu!”


Pria itu lantas melepaskan tangan si wanita dengan cara


menghempaskannya di udara.


“Dan sekarang aku peringatkan! Jika saja kau berani membunuh


anakku, maka aku Kevin tidak akan segan-segan untuk mempermalukanmu!” tunjuknya


ke arah wajah sang wanita. “Kau harus ingat, jika aku menyimpan begitu banyak


kenangan adegan percintaan kita. Dan kau sendiri juga tau ‘kan, bagaimana jika


aku menyebarkannya? Harga diri yang selama ini kau banggakan, serta usaha


turun-temurun yang di wariskan oleh orangtuamu itu semuanya akan hancur hanya


dalam beberapa menit saja,” ancam Kevin.


Sang wanita terdiam, terpaku di tempat nya. Ancaman yang


baru saja terlontar dari mulut seorang pria muda yang saat ini telah menyandang


status sebagai ayah dari anak yang dikandungnya itu membuatnya tak berkutik,


diam tanpa suara.


“Ingatlah ucapanku, karena aku Kevin tidak akan tinggal diam


jika sesuatu yang buruk terjadi kepada anakku,” kecamnya kembali seraya berlalu


pergi meninggalkan si wanita yang saat itu berdiri terpatung di tempat nya.


Sementara itu di dalam mobil.


Tania mengatup mulutnya dengan menggunakan sebelah tangan


nya. Rasanya, saat ini ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja


didengarnya. Menggugurkan bayi yang saat ini tengah di kandung, sungguh itu


adalah sebuah dosa besar yang seharusnya tidak dilakukan. Apapun alasannya, hal


itu tidak boleh terjadi karena bayi itu tidaklah berdosa. Yang salah adalah


anak itu, sama sekali tak tau menahu tentang hal itu. Dirinya tetaplah seorang


bayi yang terlahir suci ke dunia.


“Astaga … Joe, sungguh aku sama sekali tidak menyangka jika


Katty adalah wanita yang seperti itu.”


Tania mulai menggeleng-gelengkan kepala nya pelan.


“Bukankah tadi aku sudah mengatakannya? Hidupnya bebas


sedari dulu, dan mengenai apa yang terjadi saat ini. Menurutku ini adalah


konsekuensi yang harus dihadapinya. Cepat atau lambat, sebagai seorang wanita


yang sama sekali tidak bisa menjaga dirinya, ia pasti tetap akan berada di


posisi ini,” timpal Joe yang juga ikut mengomentari.


“Namun, aku juga sungguh tidak menyangka, jika Katty bisa melakukan


hal sekejam itu.”


Joe terlihat seolah masih tak percaya dengan apa yang baru


saja didengarnya tadi.


“Ya, kau benar. Dia berniat menggugurkan kandungannya,


padahal sudah jelas pria itu mau bertanggung jawab atas anaknya,” Tania


menimpali.


“Itu semua karena Katty merasa jika pria itu tidak layak


bersanding dengannya, hanya pantas menjadi teman tidur saja, bukan untuk


pendamping hidup,” Joe kembali menyahuti. “Katty tidak akan mau menikah dengan


pria yang berstatus jauh di bawah nya. Baginya, seorang lelaki harus lebih maju


darinya, unggul dalam segala hal. Ya … meskipun tak cinta, tapi setidaknya ada


sedikit hal yang bisa dibanggakan olehnya,” ujar Joe yang berbicara seraya


mengangkat kedua bahunya.


“Hmm … sayang,” Joe menolehkan pandangannya, menatap sosok


cantik yang duduk di samping nya. “Jadi, bisakah kita pulang sekarang?” tanya


nya.


“Hmm … ya.” Tania mengangguk. “Semoga Katty bisa


mempertimbangkan semuanya, tidak jadi mengambil jalan pintas yang nantinya akan


merugikan diri sendiri,” ujar Tania.


“Hmm … ya, semoga.”


Joe mulai menghidupkan mesin mobilnya, menginjak pedal gas


nya dan kemudian mengendarai mobilnya pergi meninggalkan tempat itu.