
“Dasar wanita yang kejam!” kecam sang pria.
“Kejam? Heh!” wanita itu melipatkan kedua tangannya. “Ini
semua karena ulahmu! Jika saja kau mendengarkanku untuk tidak membuang hal
menjijikkanmu itu ke dalam rahim ku, maka saat ini aku tidak harus menanggung
semua hal ini,” tunjuknya kini ke arah
wajah si pria.
Pria itu tak tinggal diam. Ditangkapnya tangan si wanita,
lalu kini memegangnya dengan erat.
“Aku sudah bilang, jika aku akan bertanggung jawab. Jadi,
kau tidak perlu menyebutkannya sebagai hal yang menjijikkan, karena kini
sesuatu yang kau sebut dengan kata ‘jijik’ itu telah menjadi sebuah nyawa yang bersemayam
di dalam rahimmu!”
Pria itu lantas melepaskan tangan si wanita dengan cara
menghempaskannya di udara.
“Dan sekarang aku peringatkan! Jika saja kau berani membunuh
anakku, maka aku Kevin tidak akan segan-segan untuk mempermalukanmu!” tunjuknya
ke arah wajah sang wanita. “Kau harus ingat, jika aku menyimpan begitu banyak
kenangan adegan percintaan kita. Dan kau sendiri juga tau ‘kan, bagaimana jika
aku menyebarkannya? Harga diri yang selama ini kau banggakan, serta usaha
turun-temurun yang di wariskan oleh orangtuamu itu semuanya akan hancur hanya
dalam beberapa menit saja,” ancam Kevin.
Sang wanita terdiam, terpaku di tempat nya. Ancaman yang
baru saja terlontar dari mulut seorang pria muda yang saat ini telah menyandang
status sebagai ayah dari anak yang dikandungnya itu membuatnya tak berkutik,
diam tanpa suara.
“Ingatlah ucapanku, karena aku Kevin tidak akan tinggal diam
jika sesuatu yang buruk terjadi kepada anakku,” kecamnya kembali seraya berlalu
pergi meninggalkan si wanita yang saat itu berdiri terpatung di tempat nya.
Sementara itu di dalam mobil.
Tania mengatup mulutnya dengan menggunakan sebelah tangan
nya. Rasanya, saat ini ia sungguh tidak percaya dengan apa yang baru saja
didengarnya. Menggugurkan bayi yang saat ini tengah di kandung, sungguh itu
adalah sebuah dosa besar yang seharusnya tidak dilakukan. Apapun alasannya, hal
itu tidak boleh terjadi karena bayi itu tidaklah berdosa. Yang salah adalah
anak itu, sama sekali tak tau menahu tentang hal itu. Dirinya tetaplah seorang
bayi yang terlahir suci ke dunia.
“Astaga … Joe, sungguh aku sama sekali tidak menyangka jika
Katty adalah wanita yang seperti itu.”
Tania mulai menggeleng-gelengkan kepala nya pelan.
“Bukankah tadi aku sudah mengatakannya? Hidupnya bebas
sedari dulu, dan mengenai apa yang terjadi saat ini. Menurutku ini adalah
konsekuensi yang harus dihadapinya. Cepat atau lambat, sebagai seorang wanita
yang sama sekali tidak bisa menjaga dirinya, ia pasti tetap akan berada di
posisi ini,” timpal Joe yang juga ikut mengomentari.
“Namun, aku juga sungguh tidak menyangka, jika Katty bisa melakukan
hal sekejam itu.”
Joe terlihat seolah masih tak percaya dengan apa yang baru
saja didengarnya tadi.
“Ya, kau benar. Dia berniat menggugurkan kandungannya,
padahal sudah jelas pria itu mau bertanggung jawab atas anaknya,” Tania
menimpali.
“Itu semua karena Katty merasa jika pria itu tidak layak
bersanding dengannya, hanya pantas menjadi teman tidur saja, bukan untuk
pendamping hidup,” Joe kembali menyahuti. “Katty tidak akan mau menikah dengan
pria yang berstatus jauh di bawah nya. Baginya, seorang lelaki harus lebih maju
darinya, unggul dalam segala hal. Ya … meskipun tak cinta, tapi setidaknya ada
sedikit hal yang bisa dibanggakan olehnya,” ujar Joe yang berbicara seraya
mengangkat kedua bahunya.
“Hmm … sayang,” Joe menolehkan pandangannya, menatap sosok
cantik yang duduk di samping nya. “Jadi, bisakah kita pulang sekarang?” tanya
nya.
“Hmm … ya.” Tania mengangguk. “Semoga Katty bisa
mempertimbangkan semuanya, tidak jadi mengambil jalan pintas yang nantinya akan
merugikan diri sendiri,” ujar Tania.
“Hmm … ya, semoga.”
Joe mulai menghidupkan mesin mobilnya, menginjak pedal gas
nya dan kemudian mengendarai mobilnya pergi meninggalkan tempat itu.