CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 134


Malam nya.


Setelah membersihkan tubuhnya, Tania kini melangkah masuk kedalam kamar dengan memakai jubah handuk, sertaa handuk yang di lilitkan di kepalanya.


“Hmm, seger.” Katanya seraya memantapkan langkah.


“Udah selesai?” tanya Joe yang kini terlihat duduk dengan menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang miliknya.


Sebuah laptop juga terlihat di pangkuan nya. entah apa yang di kerjakan nya, yang pasti sedari tadi sebelum Tania melangkah masuk kedalam kamar mandi, Joe sudah memangku laptopnya, menatap serius ke layar.


 


“Joe, kau belum selesai?” tanya Tania, berjalan menghampiri Joe ke ranjang.


“Belum, sedikit lagi.” Jawab Joe santai.


“Ooo.” Tania mengangguk pelan, dan duduk di samping Joe.


 Sudah berapa lamu ia menatap laptopnya itu. Namun masih belum selesai juga. Benar-benar pekerja keras.


 


Kakinya ia selonjorkan, sementara tubuhnya juga ikut ia sandarkan seperti yang Joe lakukan sekarang. Cuma yang membuat beda adalah, Tania kini sibuk memainkan ponsel nya. Membuka sosial media nya.


“Hahahah!” Tania tetawa saat melihat sebuah video lucu yang ada di ponsel nya.


Seorang publick figure yang ia ikuti mengunggah video bayinya. Bayi yang tengah bercuap-cuap, merespon setiap kalimat yang di lontarkan Ibunya. Entah apa yang ia katakan, namun Bayi itu terlihat begitu serius saat mengeluarkan suaranya.


“Ya Tuhan, lucu sekali.” Tania memegangi sebelah pipi kanan nya.


“Apa yang sedang kau lihat sehingga membuat mu begitu senang?” tanya Joe yang kini sudah menutup laptopnya.


Pekerjaan yang ia lakukan telah selesai, dan kini ia melirik kearah ponsel Tania, penasaran dengan apa yang dilihat nya.


“Ini!” Tania menunjukkan video yang ada di ponsel nya kepada Joe sekarang.


“Bayi?” Joe mengerutkan dahinya. “Kau tertawa hanya karena melihat itu?” Tanya Joe dengan wajah heran.


“Ya.” Tania tersenyum sumringah seraya melihat kembali ponsel nya.


“Sini ponselmu.” Joe menarik ponsel Tania dari tangan nya.


“Joe! kenapa kau mengambil ponsel ku? Apa aku ada berbuat salah padamu?”


“Salah, tentu saja kau bersalah.”  Joe kini telah mematikan ponsel Tania. Lalu ia bergerak mendekatkan diri kearah Tania. “Kau bersalah karena sudah melihat Bayi itu tadi.” Tekan Joe.


“Apa! Cuma melihat Bayi yang tengah berceloteh dengan Ibunya saja, kau sampai segitu mempermasalahkan nya?” tania sungguh tak habis fikir dengan jalan pemikiran Joe saat ini. “Please Joe, kontrol dirimu. Tempatkan porsi cemburumu itu di tempat baik dan benar. Masa kepada Bayi yang tak berdosa dan tau apa-apa pun kau begitu.” Jelas Tania dengan nada rendah, berharap Joe mengerti sekarang.


“Kau tau Tania, jangankan Bayi orang lain. Bayi kita sendiri pun aku tidak akan rela berbagi dirimu dengan nya.” Ucap Joe.


“Joe, kau benar-benar gila!”


“Ya, dan kau lah yang telah membuatku seperti ini sekarang.” Bisik Joe.


Joenathan kini menyelipkan rambut Tania kebelakang. Menciumi leher nya yang begitu harum sekarang. Sementara itu tangan yang lainnya terlihat menyusup kedalam jubah mandi yang di kenakan Tania. Menari-nari dengan suka hati disana.


Tania tersentak, reflek menepis kasar tangan Joe, bahkan mendorong nya ke belakang.


“Joe, apa yang akan kau lakukan?” Tania menatap serius.


“Apa yang akan aku lakukan, seharusnya kau paham betul kan.” Kata Joe kembali mendekatkan diri kearah Tania.


“Aku tidak mau.” Tania menutup jubah mandi nya, memalingkan muka.


Joe merengut, menatap tajam kearah Tania.


“Kenapa? Apa kau kesal kepadaku karena mengambil kesenangan mu melihat Bayi itu?”


“Bukan, bukan itu.” Tania menggeleng pelan.


“Terus kenapa?”


“Itu karena kau yang tak menginginkan Bayi.” Jelas Tania.


“Hufffttt!”


Joe menarik nafas nya lalu membuang nya kasar, menyisir rambutnya ke belakang dengan tangan nya.


“Hanya karena itu?” tatap Joe tajam.


“Ya.” Jawab Tania cepat.


TBC.