
tania sudah selesai memakan makanan nya, begitupun dengan joe, masih banyak makanan di meja yang belum tersentuh oleh mereka
" joe.. apakah kamu tidak sayang melihat makanan makanan ini?" tanya tania lembut
" memang nya kenapa sayang? apa lau ingin membawa nya pulang? kita bisa menyuruh koki untuk membuatkan yang lain untuk mu.." jawab joe santai,
" bukan begitu maksud ku, aku memang ingin membungkus semua makanan yang belum kita sentuh, tapi bukan untuk kita bawa pulang, aku ingin membagikan nya kepada anak anak yang ada di jalanan.." tania berharap
" baiklah... " jawab joe singkat, ia kemudian memanggil pelayan restoran nya, dengan satu jentikaan jari, pelayan tersebut sudah berada di samping nya sekarang..
" kalian bungkus beberapa kotak makanan sekarang dan masukkan ke mobil ku" perintah joe kepada pelayan nya, sang pelayan pun pergi melaksanakan perintah tuan nya
" ayo kita tunggu di mobil saja," joe mulai berdiri dari duduk nya disusul dengan tania yang kini sudah berada di samping nya,
" apa kau tidak ingin menggandeng ku?" ujar joe sambil melenggangkan tangan nya,
tania pun menggandeng joe dengan mesra,
" bagus.. kau cukup penurut sekarang " ujar joe seraya tersenyum puas,
mereka pun keluar dari restoran dan menuju ke mobil, saat tiba disana pelayan joe sudah ada disana, mereka memasukkan kotak kotak makanan kedalam bagasi mobil dengan rapi
" joe... cepat sekali mereka?" tania terkejut saat mendapati pelayan restoran yang sudah selesai dengan tugas nya
" hmmm..." ucap joe singkat
hmmm... apa itu? apa itu sebuab jawaban
gumam tania
ia mulai sedikit kesal saat mendengar jawaban joe barusan,
" sudah tuan... apa ada yang harus kami lakukan lagi?" tanya salah seorang pelayan
" tidak.. kembalilah bekerja" ucap joe tegas
merekapun kembali ke restoran melanjutkan pekerjaan mereka, joe memasuki mobil nya, begitu juga dengan tania..
" sekarang kemana kita harus pergi sayang.?" tanya joe seraya mengemudikan mobil nya
" jalan aja, ntar aku tunjukkin arah nya" ucap tania yang mulai memperhatikan jalan
" joe.. ayo turun" ajak tania
" kau saja aku tunggu di mobil" ucap joe yang seakan enggan untuk turun
" mana bisa seperti itu, apa kamu mau lihat aku bersusah payah sendiri dengan membawa makanan makanan itu?" tania ingin joe turun bersama nya
" kau panggil saja beberapa orang disana untuk membawa makanan itu, dan kita akan memberinya bayaran.." joe menunjukkan beberapa orang yang sedang nongkrong di seberang jalan
" joe.. aku mau kamu ikut bersama ku, mari kita lakukan ini semua bersama sama sampai tuntas.. please.." bujuk tania dengan memohon
" baiklah... tapi ada syarat.." senyum joe licik
" apakah untuk beramal pun harus memiliki syarat?" tania tampak tak setuju
" iya.. karena aku tak pernah terjun langsung seperti ini, jadi aku mempunyai syarat untuk mu agar aku mau turun kesana, " sanggah joe santai
" yasudah katakan saja syarat nya" tania mulai kesal
" sekarang kau cium bibir ku.." seringai joe
" apa?" tania terkejut, wajah nya memerah saat mendengar syarat yang di ajukan jonathan kepadanya
" kenapa sayang? bukankah kita sudah sering melakukan itu?" goda joe sambil mendekatkan diri dengan tania
" mau atau tidak..?" tanya joe memastikan
" yasudah.. tapi kamu saja yang mencium ku.." ucap tania..
" aku tidak mau, aku mau kau yang melakukan nya.." seringai joe, kini tubuh tania sudah di dekap oleh joe wajah mereka saling berhadap hadapan, joe menatap tajam ke arah tania
deg....
jantung tania berdebar kencang saat wajah mereka saling bertatapan, ia tak tau harus memulai dari mana karena memang sebelum nya dia tak pernah mencium seorang laki laki, dan sekarang ada seorang laki laki yang ingin di cium oleh nya, keringat tania mengalir dari dahi nya, joe yang melihat itu semakin bergairah di buat nya,
" ayolah.. sayang.." bisik joe di telinga tania yang membuat tania sedikit merinding,
tania memberanikan diri, mengarahkan bibir nya ke bibir joe secara perlahan sambil menutup mata " cup " bibir nya kini telah beradu dengan bibir joe, namun ia tak merasa bahwa ia yang mencium nya, melainkan joe yang kini telah melumat habis bibir nya, tania hanya terdiam menikmati ciuman mereka..
bersambung