
Hari semakin sore. Tania yang saat ini sedang menonton salah satu acara telivisi disana kini terlihat mulai bosan. Kaki jenjang miliknya terlihat menari-nari diatas dengan posisi tidur tengkurapnya. Ia juga terlihat menopang wajahnya dengan kedua telapak tangan nya. Rambut nya yang tergerai panjang kini mulai terlihat acak-acakan.
“ Kamu kenapa Nia?” Wulan terlihat memasukkan keripik kentang kedalam mulutnya.
“ Aku bosan! Semenjak kedatanganku kesini, aku sama sekali belum keluar dari dalam kamar ini.” Ujar Tania.
Dengan wajah yang yang terlihat kusut, Tania menoleh kearah Wulan.
“ Lan, kita keluar yuk!” Ajak nya.
Wulan terlihat menyatukan kedua alisnya.
“ Keluar?”
“ Ya.” Kata Tania. “ Aku sudah bosan berada di tempat ini.” Ujarnya lagi.
“ Tapi Nia, kemana kita akan pergi?” Tanya Wulan.
“ Kemana aja, yang penting kita keluar dari sini.” Terlihat ekspresi Tania kini mulai berubah.
“ Tapi Nia, kita kan belum tau tempat ini.” Kata Wulan.
“ Aku tidak tahu, tapi kamu tahu.” Kata Tania sembari memegang tangan Wulan.
“ Aku? Mana mungkin aku tahu. Bukankah kamu tahu sendiri, jika ini adalah kali pertama bagiku berkunjung keluar negri.” Ujar Wulan.
“ Ya,walaupun begitu. Setidaknya tadi malam kau sudah keluar bersama Bayu kan. Jadi, pasti kau tau sedikit banyak nya dengan wilayah ini.” Ucap Tania.
Kini terlihat Wulan yang sedang menarik nafas panjang, lalu membuangnya secara perlahan.
“ Nia, tadi malam itu aku dan Bayu hanya berjalan disekitaran sini saja.” Jelas Wulan.
“ Kalau begitu, aku juga tidak keberatan jika kita berjalan kaki di sekitaran sini saja.” Sambut nya dengan cepat.
“ Tapi Nia….” Wulan tak meneruskan kalimatnya.
Sehingga kini Tania dengan cepat menyambarnya.
“ Nggak ada tapi-tapian! Sekarang juga kita keluar dari sini!”
Tania kini bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kearah lemarinya. Mengambil rompi yang akan dikenakannya.
“ Nia, nanti aku nggak tanggung jawab ya jika suamimu marah.” Tersirat kegelisahan dari raut wajah Wulan. Ia merasa cemas, takut jika sampai Joe suami sahabatnya itu melimpahkan kesalahan Tania kepadanya nanti.
“ Tenang saja, itu urusanku dengannya. Sekarang, kau bersiaplah untuk menemaniku keluar.” Ujar Tania.
Ia kini terlihat mulai menyisir rambutnya dengan rapi. Lalu di kuncir nya rambut itu, sehingga kini rambut panjang miliknya mulai berkumpul disana.
Dengan hanya memakai lipbalm saja Tania kini mulai meraih tangan Wulan dan menyeretnya pergi dari sana. Diraihnya pintu kamar nya, lalu dibukanya dan setelah itu ia pun pergi meninggalkan kamar hotel tanpa lupa menutup pintunya kembali.
Meskipun hari sudah menjelang sore. Namun suasana di kota paris bisa di bilang masih cukup terik. Tania terlihat memandang kesana-kemari memperhatikan setiap sudut kota disana.
“ Hahaha! Akhirnya, aku bisa keluar juga dari sangkar.” Ujar nya sembari tersenyum puas.
“ Lan, ternyata disini jalanan saja terlihat begitu rapi ya.” Ujarnya sembari berjalan mundur.
“ Kalau kita keluanya malam. Aku yakin, kamu pasti akan jauh lebih suka melihat jalanan sekitar sini.” Kata Wulan.
“ Hah, benarkah?”
Sementara itu Tania masih bicara sembari berjalan mundur.
“ Iya, tapi Nia. Jalanmu itu loh yang benar, takutnya entar kamu nabrak orang.” Kata Wulan mengingatkan.
“ Syukur-syukur jika yang ku tabrakn itu adalah seorang pria tampan. Maka aku akan merasa sangat beruntung meskipun dimarahi olehnya.” Sambung Wulan sembari terus melangkah mundur.
Mendengar ucapan Tania, membuat Wulan mengelengkan kepalanya. Ia sungguh tak habis pikir dengan sahabatnya itu, yang baru saja menikah eh sekarang malah ingin memikirkan pria lain.
Sungguh suami dan istri sama saja
Begitu gumam Wulan.
Sesaat ia mulai menegakkan kepalanya tiba-tiba saja Wulan melihat seseorang tampak berjalan dengan sangat tergesa-gesa. Sehingga kini apa yang di ucapkannya tadi nya benar-benar terjadi.
Bruuk!
Terlihat tubuh Tania dan orang itu saling bertabrakan sehingga membuat Tania hampir jatuh di buatnya. Untung saja
dengan gerakan cepat orang itu merangkul pinggng nya. Bagaikan di film-film india kini terlihat Tania dan orang itu saling bertatap muka.
Ya Tuhan… asin sekali mulutku sehingga kini ucapanku benar-benar nyata. Pria ini tampan sekali.
Gumam Tania.
Namun ditengah-tengah keindahan pesona lelaki tersebut tiba-tiba saja seseorang menarik tangan nya dengan sangat kuat.
“ Ah!”
BERSAMBUNG
Jangan lupa Like dan Vote nya ya. Serta tulis kritik dan saran kalian di kolom komentar yang ada dibawah ini😉 Terimakasih🙏