CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
cemburu


mobil berhenti di depan teras rumah, setelah joe turun, pak mun pun memarkirkan mobil nya, raut wajah cemas mulai terlihat di wajah nya sedari tadi, yang melihat amarah dari tuan nya tersebut,


joe bergegas berjalan masuk kedalam rumah


" bik... " panggil joe dengan suara keras,


" iya tuan.." jawab bik asni seraya menemui tuan nya


kelihatan nya tuan muda sedang marah, apa ia tau ya, kalau nona tania keluar hari ini


gumam bik asni


" apakah tania keluar hari ini.." tanya joe tegas dengan wajah dingin


" tadi nona tania keluar sebentar tuan, tapi sekarang dia sudah kembali dan sekarang sedang di kamar.." bim asni terlihat gugul menjawab pertanyaan joe


joe yang mendengar pernyataan bik asni langsung bergegas pergi naik ke lantai atas, ia menuju ke kamar nya tania


di dalam kamar tania yang sedang duduk di atas ranjang nya di kejutkan dengan suara pintu yang terbuka dengan cara yang sangat kasar ..


" braaak "


jonathan masuk dan berjalan menemui tania yang sedang terduduk di atas ranjang nya


" joe pulang... wajah nya seperti menahan amarah, apa dia marah padaku.. seharus nya aku yang marah padanya kan.. tania.. kenapa sih cari gara gara, habislah aku ...


gumam tania dalam hati


" kenapa kau bernyanyi disana?" tanya joe langsung tanpa basa basi


" aku... hanya.. bernyanyi...." ucap tania dengan nada sedikit terbata bata


" apa aku mengizinkan mu keluar.. bukankah sudah ku bilang padamu untuk beristirahat dirumah.. " joe menatap tania tajam


" apa yang salah dengan ku .." tanya tania yang membuat joe semakin kesal


" kau masih berani bertanya apa salah mu.." ucap joe mulai mendekat, tania takut ia memilih untuk mundur ke belakang, ia menarik selimut dan menutupi kaki nya


" apa salahku.." ucap tania lagi


" kau mau *** apa salahmu.." joe menarik selimut yang di pegang tania


" salahmu adalah karena kau pergi tanpa pemberitahuan terlebih dulu kepada ku,


salah mu adalah kau bernyanyi di kaffe itu, dan salahmu adalah para lelaki yang ada disana menatap mu dengan senyum hangat mereka seolah olah mereka menyukaimu.." ucap joe seraya melempar selimut yang di pegangi tania ke lantai


" joe..." ucap tani saat joe menarik tangan nya..


" cup.. "


jonathan mencium bibir tania dengan paksa, ia melumat habis bibir gadis itu yang kini tampak ketakutan di dalam pelukan nya.. tania berontak mendorong tubuh joe ke belakang


" joe.. aku benci kamu..." ucap tania dengan air mata yang mengalir di pipi nya, ia berlari menuju kamar mandi dan menutup pintu nya


" tania.. keluar..." joe semakin kesal


" aku gak mau... aku benci kamu joe.. aku benci ..." air mata tania tak berhenti mengalir


jonathan mendengar suara tangisan tania dari dalam kamar mandi


ia merasa bersalah dengan sikap nya yang terlalu kasar terhadap tania


" tania... aku marah karena aku gak suka melihatmu bernyanyi seperti tadi.. aku kesal melihat para lelaki yang tak berhenti menatap mu.. aku marah, aku cemburu tania... " ucap joe


tania masih mengunci diri di dalam kamar mandi, ia masih tak mau membuka pintu nya


" tania... cepat pintu nya.. kalau tidak aku akan memakan mu hari ini juga.." ancam joe yang seakan kehabisan akal untuk membujuk tania membukakan pintu nya


" bagaimana ini.. bisa bisa nya dia mengancam ku seperti itu, aku harus bagaimana sekarang.. tapi kalau aku nggak bukain pintu, terus di ngedobrak pintu nya... habislah aku... huhuhuhu


gumam tania..


tania memilih membukakan pintu nya, nyali nya mulai menciut saat mendengar kata kata joe barusan, ia takut kalau sampai joe menghancurkan pintu itu maka ia akan habis siang ini juga..


" kreeaaak.. "


suara pintu terbuka, joe yang berdiri di depan pintu langsung menarik tangan tania lalu mencium bibir nya.. tania memilih diam dan menikmati ciuman itu karena takut kalau joe akan kehilangan akal sehat nya..


joe melepaskan ciuman nya, ia berjalan dengan menggendong tania dan merebahkan nya di atas ranjang, tania hanya terdiam tanpa bersuara..


" sayang... maafin aku ya.." ucap joe dengan lembut meminta maaf


ya tuhan... kenapa tiba tiba sikap nya kembali menjadi lembut, apa tadi dia benar benar cemburu terhadapku hingga begitu marah seperti tadi.. aku senang dia cemburu padaku tapi aku juga takut jika kecemburuan nya seperti tadi...


gumam tania


namun tania hanya terdiam tanpa menjawab maaf yang di ucap kan joe


bersambung