CEO PLAYBOY JATUH CINTA

CEO PLAYBOY JATUH CINTA
BAB 123


“Tania, aku tidak…”


“Ssstt!” Tania meletakkan jari tangan nya di permukaan bibir Joe.


 


Di tatap nya wajah suaminya itu, dalam. Di rabanya dadanya, lalu menempelkan telingan nya disana.


 


Seberapa dalam hati ini? Kenapa aku tak mampu mengukur nya. Seandainya bisa, aku ingin melihat, menjelahi disana. Akankah aku bisa menemukan nama ku seorang? Haha, sungguh itu hal yang sangat mustahil.


Desah Tania.


 


“Sayang,” panggil Joe.


 


Matanya terlihat melirik ke bawah, memandangi rambut hitam yang tergerai indah disana. Membelainya lembut, dengan kedua telapak tangan nya. Joe memegangi kepala Tania dan menengadahkan wajah itu, menatap kearah


nya.


Tatapan Tania terlihat nanar. Tersimpan begitu banyak pilu disana. Dari sorot matanya, tersirat kesedihan, yang entah mengapa, membuat hati Joe ikut terenyuh karena nya.


 


Ada apa dengannya? Mungkinkah saat ini dia sedang sedih? Sedih karena melihatku tadi?


 


Joe bergulat dengan pertanyaan-nya sendiri sekarang.


 


“Joe, tundukkan kepalamu.” Lirih Tania.


 


Kalimat nya itu ternyata mampu membuat wajah Joe mengernyit seketika.


 


“Tunduk.” Titah Tania lagi.


 


Joe semakin tak mengerti, dengan apa yang di inginkan istrinya itu sekarang. Namun, yang pasti saat ini ia harus menuruti keinginan-nya. Agar gadis nya itu tidak sedih lagi. Ya, Joe berusaha menyenangkan hatinya, tampak ingin banyak bertanya.


 


Melihat Joe yang menuruti keinginan-nya, membuat Tania tersenyum.


 


Dia menurut tanpa membantah?


 


Pertanyaan yang tercetus begitu saja di pikiran Tania. Mungkin hal itu karena ini kali pertama Joe yang menuruti perintah nya tanpa membantah.


 


Sejenak, Tania terdiam memperhatikan wajah Joe.


 


Wajah ini begitu tampan, sorot matanya juga begitu tajam. Jas ini, posisi ini, kedudukan-nya, kekuasaan-nya juga. Ah, aku jadi merasa takut sekarang. Dapatkah aku menjaganya terus untuk tetap di samping ku.


 


Kepercayaan diri Tania mulai berkurang. Ia takut jikalau suatu saat nanti posisinya di hati Joe terlengserkan dengan wanita lain. Sementara dia sekarang, sudah sangat mencintai lelaki itu.


Tania meradang, berpikir keras untuk bagaimana bisa mengajarkan tentang kesetiaan kepada Joe sekarang. Mengingat suaminya itu yang dulunya adalah seorang Playboy, yang sama sekali tak bisa menahan diri dengan


hasrat nya. Hingga akhirnya ia pun memutuskan untuk mendaratkan ciuman nya disana.


 


Cup!


 


Joe tercengang. Baru saja iajelas-jelas melihat raut sedih di wajah Tania, sedikit melamun, lalu sekarang dengan tiba-tiba melayangkan ciuman-nya padanya.


 


Sebenar nya apa yang sedang dia pikirkan?


Batin Joe mulai menerka-nerka.


 


Mungkinkah dia sedih karena sikapku, dan sekarang sedang berusaha menghibur dirinya sendiri?


Banya sekali pertanyaan yang tercetus di batinnya. Namun Joe tak bisa menemukan jawaban apapun sekarang.


 


Sementara itu, Tania mulai memanas. Tak cuma melontarkan ciuman, gadis itu kini juga terlihat menapakkan tangan-nya di kemeja yang di kenakan Joe, lalu perlahan membuka kancing nya, menyusupkan tangan nya kedalam, meraba setiap gumpalan otot kekar milik Joe, yang secara otomatis membuat Joe semakin terangsang.


 


“Sayang, apa kau tau dengan apa yang sedang kau lakukan ini?” bisik Joe.


 


Tania tak menjawab, ia hanya terus fokus melakukan aktivitas nya sekarang. Hingga pada saat Joe mulai tak bisa mengendalikan diri, Tania mendorong nya ke belakang, hingga terhempas ke sofa.


 


 


“Tania, kau.” Joe memicingkan mata.


“Itu hukuman untukmu karena sudah melanggar janjimu.” Ujar Tania. gadis itu kini mulai membalikkan badan dan melangkah pergi. Namun, beberapa saat kemudian, ia berhenti dan menoleh ke belakang. “Satu minggu, selama satu minggu kau tak akan mendapatkan hak mu.” Ancam nya.


 


Setelah itu, Tania pun menghilang di balik pintu ruangan nya.


 


“Aaaaah!” Joe memukul kasar sofa yang di duduki nya. Pria itu terlihat begitu emosi sekarang. Bagaimana tidak, satu minggu, selama satu minggu ia hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh. Sungguh hal itu amat-sangat menyakitkan baginya.


 


 


Ya Tuhan, apa salahku. Mungkinkah ini karma bagiku.


Wajah Joe terlihat lesu.


 


 


***


Di kantin khusus para petinggi perusahaan.


 


“Sayang, bisakah kau tarik kata-kata mu tadi.” Joe memasang wajah melas, berharap Tania iba dengan nya.


 


Namun Tania tak begitu merespon. Ia malah memilih untuk fokus mengunyah makanan nya.


 


“Sayang, please.” Memohon.


 


Tania mengankat wajah nya, menatap kearah suaminya.


 


“Asalkan kau bisa setia, itu tak jadi masalah.” Jawab nya.


“Aku janji, aku akan selalu setia padamu.” Merubah ekspresi wajah nya dengan sangat meyakinkan.


“Janji saja tidak cukup. Buktikan!” tegas Tania.


 


Di teguk nya habis ar putih yang ada di gelas nya, lalu kini berdiri dari tempat nya dan beranjak pergi dari sana. Namun sebelum Tania benar-benar meninggalkan tempat itu, Tania berpesan. “Aku akan lihat satu minggu kedepan, jika kau bisa menepati janjimu. Maka hukuman mu akan segera ku hapus.” Tania berusaha tegas, agar Joe serius dengan ucapan nya.


Joe menjatuhkan kedua alat makan yang sedang di pegang nya. Lalu kini dengan perasaan yang teramat kesal, ia bahkan menghentakkan tangan nya diatas meja.


 


Bam!


 


Melihat hal itu, Bayu dan Wulan yang juga ada disana kini menoleh kearah nya.


 


“Tuan Joe kenapa? Apakah dia sedang ada masalah dengan Tania?” tanya Wulan yang mengerutkan kening nya.


“Bukan urusanmu.” Ketus Bayu. “Habiskan saja makanan mu, dan setelah itu segera kembali ke ruangan mu.” Titah nya.


 


Sementara dia, Bayu. Ini beranjak dari sana dan menghampiri Joe.


 


“Kau kenapa Bro?” Bayu memegang bahu Joe dari arah samping. Di lihat nya wajah Joe yang begitu merah, menahan amarah nya.


“Bukan urusanmu!” ketus Joe.


Bayu melepaskan tangan nya dari sana, tersenyum tipis seraya mengangkat kedua alisnya.


“Ya sudah kalau gitu.” Berbalik kembali dan pergi meninggalkan Joe disana.


“Tunggu!” panggil Joe lagi, seolah tak rela jika Bayu segera meninggalkan-nya. Ya, walau bagaimanapun. Saat ini Joe sangat membutuhkan Bayu bersamanya.


“Apalagi?” Bayu membalikkan badan.


“Kesinilah, mendekat.” Tangan joe ikut mengisyaratkan.


 


Bayu kembali mengangkat kedua alisnya keatas seraya tersenyum tipis. Kembali kearah meja Joe, sesuai dengan instruksi Bos nya itu.


 


“Aku tau kau pasti membutuhkan diriku sekarang.” Bergaya dengan penuh percaya diri.


“Hah,” sementara Joe mendengus kesal.


“Apa, tidak senang denganku. Ya sudah, aku pergi lagi sekarang.” Ancam Bayu.


“Kau, beraninya.” Joe mendelikkan matanya.


 


Membuat Bayu tertawa karena melihat nya. “Pufft! Hahahaha!” seolah mengejek Joe yang tengah di landa kesulitan. “Maaf, mana berani aku sama Bos besar sepertimu.” Ucap nya kemudian.


 


Hmm, kira-kira apa ya yang akan terjadi selanjutnya? Rencana apa yang akan di bicarakan Joe dan Bayu. Mungkinkah itu rencana pembalas untuk Tania, yang sudah berani memperlakukan Joe seperti itu. Secara kan, sebelumnya, Joe belum pernah di permainkan seperti ini oleh wanita. Penasaran kan, hehehe^^ jangan lupa ikutin terus kisah selengkap nya.


 


Nb. Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Komentar nya ya. Ra juga mau lihat, apa tebakan kalian untuk episode selanjutnya. Mungkinkah itu akan sama dengan apa yang kalian fikirkan. Silahkan menebak-nebak, jika kalian ada yang benar. Ra akan mendaratkan seribu kecupan untu pemenang nya^^


 


Mampir juga ke karya Ra yang lainnya.


1.       Ternyata ini Cinta


2.       Pengantin yang tak Dirindukan


3.       Pengantin yang tak Dirindukan (2)


TBC


Mampir juga ke karya solmed Ra yang satu ini. 👇