
" bik.. bik... " suara jonathan menggema keras di dalam rumah saat memanggil bik asni.
suara jonathan memang agak keras di tambah lagi emosi nya saat tak menemukan gadis nya di kamar nya membuat suara itu semakin lantang saat di keluarkan.
" iya tuan.. sebentar.." bik asni sedikit berlari datang menghampiri tuan nya.
aduh... apa tuan marah ya karena non tania gak di kamar nya.
batin bik asni yang bergegas pergi menghadap tuan nya.
" maaf tuan tadi bibik lagi di belakang" ucap bik asni sambil menundukkan kepala nya.
" hmm.. mana tania? dia tidak ada di kamar nya." ucap jonathan langsung tanpa berbasa basi.
" non tania tadi pergi sama nyonya, bibik fikir nyonya sudah memberi tahu tuan untuk menjemput non tania." ucap bika asni memberitahukan.
" mama tidak memberitahu ku, tapi yasudah.. pergilah kerjakan pekerjaan bibik dan jaga rumah baik2 aku akan pergi menyusul mereka." ucap jonathan dengan wajah datar.
nyonya kok nggak ngasih kabar ke tuan ya? untung aja dia nggak marah besar.
batin bika asni seraya kembali ke belakang.
jonathan bergegas kembali keluar dan berniat pergi kerumah ibu nya, iya kembali memasuki mobil nya dan menyuruh pak mun segera kerumah mama nya.
" pak.. kita kerumah mama sekarang." perintah nya pada sang supir.
pak mun pun melajukan kembali mobil nya meninggalkan kediaman mewah jonathan dan langsung menuju ke rumah mama joe. ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
sesampai nya di halaman rumah mama nya, mobil berhenti dan jonathan bergegas keluar dari sana dan berjalan dengan tergesa gesa saat memasuki rumah mama nya, pak mun saja sampai menggeleng kan kepala saat melihat kelakuan tuan nya itu..
hmm... beginilah kalau playboy jatuh cinta
batin nya.
***
" ma.. mama.." jonathan memanggil mama nya.
" oh.. joe.. tumben kamu kesini." ucap mama saat keluar menemui putra nya.
" mana tania ma.?" ucap nya tanpa basa basi.
" sudah mama duga, kamu psti kesini ingin menjumpai tania, kalau tidak kamu mana mau datang tanpa mama minta." ucap mama dengan memasang wajah cemberut.
" sudah lah ma.. mana tania?" tanya nya lagi.
" dia ada di kamar tamu," ucap mama.
" mama kenapa nggak bilang dulu sama joe kalau mau bawa tania," ucap jonathan.
" yasudah lah.." jonathan menghempaskan tubuh nya di atas sofa.
" kamu baru pulang dari kantor ya? " tanya mama yang memperhatikan penampilan anak nya.
'" ya.. dan saat aku pulang aku melihat tania nggal ada di kamar dan kata bibi mama yang datang dan membawa nya, jadi aku langsung bergegas kemari." tutur jonathan.
" sekali lagi maafin mama ya sayang" lembut.
" ya.." jawab ny acuh.
" yasudah kalau gitu sana kamu masuk ke kamar mu, dan bersihkan tubuh mu kita akan makan bersama malam ini, mama sudah banyak masak loh" perintah mama lembut.
jonathan pun berdiri dan melangkah pergi menuju kamar nya yang di lantai atas.
rumah mama nya jonathan memang cukup mewah, namun sayang ia hanya tinggal sendiri disini sejak anak nya jonathan memilih pergi dari sini dan tinggal di rumah nya sendiri itu semua karena sifat nya yang tidak suka di atur.
jonathan masuk kedalam kamar nya, kamar yang dari dulu tidak pernah berubah. namun tetap bersih karena mama nya selalu menyuruh pelayan membersihkan kamar nya setiap hari.
***
makan malam sudah siap, tania dan mama sudah menyajikan makanan nya di meja makan, mama meletakkan tiga piring nasi di atas meja dan menuangkan tiga gelas air putih serta menata nya di tempat masing masing.
" ma.. apa ada tamu yang lain?" tanya tania yang tak tau keberadaan jonathan disana.
" oh iya.. mama lupa ngasih tau kamu kalau joe ada disini sekarang ." ucap mam memberitahu kan.
" joe.. kapan dia kemari?" tanya tania
" tadi sore sepulang dari kantor dia buru buru kesini hanya demi nemuin kamu loh." ucap mama sambil menggoda tania.
dari depan terdengar suara langkah kaki seseorang yang mendekati ruang makan, langkah itu kian mendekat dan akhir nya sampai disana dan masuk kesana.
tania melirik dan ternyata itu jonathan.
" joe.. kamu sudah siap nak, mari kita makan bersama," ajak mama.
joe berjalan menghampiri mereka yang ada disana, dan jonathan pun memilih duduk berdampingan dengan tania.
" ambilkan untukku." ucap joe sambil menyodorkan piring nya kepada tania.
" baik.." tania pun mengambil piring yang di sodorkan joe dan langsung mengisi nya dengan makan yang di tunjuk jonathan.
" kenapa wajah nya seperti itu, seperti sedang memendam kekesalan.. *huh... untung saja disini ada mama, kalau tidak habislah aku sekarang, mungkin dia marah karena aki nggak izin dulu sama dia sewaktu datang kemari.
bersambung*